Wonderful Indonesia
Menanti Sirkuit Balap di Kota Bertuah
Mereka yang Tak Pernah Jera
Minggu, 16 Juli 2017 - 11:29 WIB > Dibaca 2489 kali Print | Komentar
Mereka yang Tak Pernah Jera
BALAP LIAR: Sejumlah aksi balap liar jalanan masih terjadi di Pekanbaru meski harus kucing-kucingan dengan polisi. Aksi trek-trekan yang terjadi dini hari di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru.
Balap liar masih kerap terjadi meski harus kucing-kudingan dengan polisi. Walau nyawa taruhannya para pembalap liar tampaknya tak peduli. Bagi mereka mencoba hal baru, terutama trek-trekan di jalanan adalah kesenangan. Jatuh patah kaki, patah tangan adalah risiko selain maut. Lagi-lagi itu tak membuat efek jera. Dengar pengakuan mantan pembalap liar berikut ini.
-------------------------------------------------------------------------

(RIAUPOS.CO) - JAM di tangan menunjukkan pukul 00.00 WIB. Desingan bunyi knalpot mulai ’’berteriak’’ memekakkan gendang telinga. Tampak dua sepeda motor merk King melaju dengan kencangnya di Jalan Naga Sakti Stadion Utama Riau. Padahal tengah malam itu kendaraan umum masih ada yang melintas. Namun hal tersebut tak menjadi persoalan bagi remaja penggila trek-trekan di jalan. Selain melihat aktivitas para remaja melaju di sepanjang jalan juga terlihat grombolan-grombolan muda mudi yang berkumpul dipinggir jalan menyaksikan teman-temannya yang sedang melaju.

Meskipun hampir tiap ada aksi ini  sering terjadi kecelakaan, tetap saja tak membuat para remaja hobi balapan liar jera. Bukan kecelakaan saja, razia rutin yang dilakukan pihak kepolisian tak membuat mereka jera. Salah satu sikap yang membahayakan diri mereka yaitu ketika membalap mereka tak memakai helm dan jaket standar pengaman dalam balapan.

“Saya tak pernah terpikir itu. Yang penting melaju-melaju dan tak terkejar adalah kesenangan yang tak bisa dilukiskan,” ujar seorang mantan pembalap liar Ismadi kepada Riau Pos. Menurutnya hobi yang memacu adrenalin ini telah dilakoninya sejak remaja. Menurutnya ada kepuasan tersendiri saat trek-trekan di jalanan umum tersebut. ”Rasanya jadi raja jalananlah,” ujar mantan pembalap liar ini.

Pengalaman dikejar polisi, lanjutnya, sudah tak terhitung. “Itulah seninya. Dikejar polisi itu enaknya seperti di film-film action. Pokoknya serulah. Seperti demonstran baru sah baru seru kalau sudah bentrok dan digebuki polisi ha ha ha,” ujarnya melepas tawa. Menurutnya dikejar polisi membuat keterampilan pembalap semakin terasah dan mampu melewati tantangan di jalanan. Lari ke gang-gang dan melewati jalanan kecil dengan kecepatan tinggi jadi petualangan tersendiri.

”Kami takkan tinggalkan hobi ini apapun risikonya. Kami juga tak takut kalau tertangkap ya sudah risiko. Yang penting lari dulu. Kalau lolos jadi kebanggaan cerita saat kongkow-kongkow sama teman,” ujarnya mengenang masa lalunya itu. Apakah dalam balap liar itu ada taruhannya? ”Tergantung,” ujar Ismadi. Menurutnya tergantung tantangan di jalanan. Biasanya awalnya tidak pakai taruhan dan cuma adu jago membalap di jalanan. Beberapa waktu kemudian sejumlah pembalap liar sudah tampak siapa yang kuat dan yang mampu bersaing. ”Bila sudah saling kenal biasanya baru deal untuk duel di jalanan mencari siapa yang terbaik,” ujarnya lagi.

Soal kecelakaan ketika ditanya Ismadi hanya tersenyum. ”Anak-anak balap sudah tahu risiko itu. Mereka bahkan ada yang tewas dalam sejumlah aksi trek-trekan tersebut,” ujarnya. Ismadi sendiri pernah mengalami peristiwa yang hampir merenggut nyawanya saat duel balap di jalanan pada waktu dinihari. Sempat jatuh terlempar, terguling-guling dan tak sadarkan diri. ”Sudah beberapakali kejadian itu saya alami namun syukurlah saya masih hidup,” ujarnya yang kini sudah meninggalkan kebiasaan masa remajanya itu.

Ismadi, mantan pembalap liar ini sudah tiga kali mengalami kecelakaan dan mengalami patah kaki dan tangan. ”Itulah masa muda yang aneh. Kita tak jera-jera juga. Sembuh balapan lagi. Jatuh patah tangan. Sembuh balapan lagi,” kenang pria yang akrab disapa Madok ini. Menurut Ismadi sebenarnya hal itu benar-benar tak ada manfaat, akan tetapi hanya didorong oleh semangat hura-hura dan menggebu masa muda. ’’Jadi jujur tak ada manfaat sama sekali dan resikonya nyawa kita,’’ jelasnya lagi.

Diakuinya saat berkumpul dengan teman-teman berbagai hal yang dilakukan seakan hal biasa. Terutama trek-trekan disepanjang jalan. ’’Jujur masa muda itu enak, ketika berkumpul dan bergrombol pakai motor kemudian trek-trekan. Itulah euforia masa muda. Kalau saya sarankan sekarang pemerintah harus menyediakan tempat. Sehingga mereka balapan tak membahayakan pengguna jalan dan keselamatan nyawa mereka juga,’’ jelas Madok.

Selain itu Madok juga menegaskan mereka akrab dengan istilah prokem anak muda yakni ’’nekatmania’’. Karena saat trek-trekan modal mereka yang utama adalah nekat habis. ’’Awalnya tantang-tantangan atau taruhan. Itulah punca untuk melakukan sikap nekat balapan di tengah kerumunan banyak kendaraan umum,’’ jelas Madok.

Maka dari itu, tak jarang ketika balapan banyak terjadi kecelakaan karena harus kebut-kebutan di atnara kendaraan umum lainnya. ’’Balap liar itu modalnya nekat dan taruhannya nyawa,’’ jelasnya. Biasanya, kata Madok, knalpot para pembalap liar sudah di modif sehingga suaranya laksana guntur di siang bolong. Hal itu lanjutnya punya arti di jalanan. Dengan knalpot seperti itu mereka bisa memberi isyarat kepada para pengguna jalan umum di depan mereka dengan cara di blayer-blayer (maen gas) biar semua minggir. ”Trik itu cukup jita seperti sirine polisi di jalananlah,” tuturnya tersenyum.

Ia tidak menepis jika pembalap liar itu diistilahkan pembalap kesasar. ”Bagaimana tidak disebut sebagai pembalap kesasar karena balapan kok di jalan umum. Jika ada celah sedikit di antara kendaraan umum langsung tebas,” ujarnya. Rata-rata para pembalap liar memacu motornya dengan kecepatan di atas 70 km perj jam pada segala kondisi dan cuaca. ’’Saat itu di dalam hati berkata akulah pemilik jalan raya. Tak peduli sisi kiri atau kanan, mana yang bisa langsung salip,” ujarnya santai.

Menanggapi hal ini Harmaini Psikolog dari UIN mengatakan bahwa psikologi massa sangat mempengaruhi anak-anak muda dalam berbuat dan bertindak. “Lingkungan yang dimana mereka ingin membuktikan eksistensi diri terhadap kelompoknya memacu mereka melakukan hal-hal yang nekat,” ujarnya. Menurutnya agar hal seperti ini tidak menjadi kebiasaan bagi anak muda maka peran orangtua di rumah sangat penting.

“Perhatian orangtua kepada para remaja perlu diberikan sejak masa anak tumbuh hingga remaja. Sehingga bila hal itu tercukupi mereka tidak akan tumbuh sebagai pribadi yang gemar mencari perhatian orang lain meski bisa membahayakan dirinya,” ujar Harmaini lagi. Menurutnya itu solusi pencegahan. Sedangkan yang sudah terlanjur seperti aksi balap liar harus dicarikan jalan keluarnya. Misalnya dengan membangun sirkuti balap resmi yang memberi kesempatan anak-anak muda yang hobi balapan punya tempat sendiri yang aman dari pada di jalan umum yang bisa menimbulkan korban jiwa orang lain.

Menurutnya dengan dilakukannya hal itu oleh pemerintah maka persoalan balap liar di Pekanbaru secara perlahan akan dapat diatasi. Sebab, lanjutnya, jika mengatasinya dengan pola represif seperti menurunkan polisi maka hilangnya aksi balap liar itu juga sementara. Begitu polisi kembali patrol biasa maka di tempat lain muncul lagi. “Ditekan di sini muncul di sana,” ujarnya. Jadi menurutnya solusi harus konkrit seperti adanya tempat khusus balapan sehingga penyakit jalanan itu bisa diminimalisir.

Pembangunan Sirkuit Terkendala

Sementara itu di tempat terpisah Wali Kota Pekanbaru, Riau, Firdaus MT menyatakan bahwa Pemko sudah berupaya membangun sirkuit balap motor yakni di Kecamatan Tenayan Raya. Bahkan sirkuit itu sudah di uji coba oleh sejumlah pebalap lokal untuk mengetahui sejauh mana bermanfaat untuk waktu mendatang. "Pebalap yang tergabung dalam Ikatan Motor Indonesia (IMI) sudah mencoba dan mereka terkesan sirkuit memenuhi standar," kata Firdaus MT di Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut terkait upaya Pemko Pekanbaru membangun sirkuit balap motor  di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, segera beroperasi dengan lintasan mencapai 3,1 km dengan standar nasional.

Salah satu tujuan dibangun sikuit agar para remaja yang gemar otomotif apalagi memiliki hobi memacu laju kendaraan dapat tersalurkan karena ada sirkuit yang permanen. Selama ini para remaja tidak dapat menyalurkan hobi balap karena harus ke Bangkinang, Kabupaten Kampar, sekitar 60 km arah Barat Pekanbaru, karena terdapat sirkuit balap yang sebelumnya digunakan pada PON XVIII/2012. Sayangnya semangat membangun sirkuit itu kini tak terdengar lagi. Sirkuit yang dimaksud pun telah terbengkalai. Jangankan balapan di sana. Mau ke sanapun entah dari mana.(fiz)

Laporan ERWAN SANI, Pekanbaru





Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PERINGATAN HARI TANI NASIONAL
Ribuan Petani Besok Geruduk Jakarta, Ini Pesan Kapolda Metro
Rabu, 26 September 2017 - 21:00 wib
MASIH JALANI PEMERIKSAAN
6 WNI Diduga Terkait ISIS Dideportasi Otoritas Turki
Rabu, 26 September 2017 - 20:45 wib
AKSI ANTI-PKI
Kawal "Aksi 299" di DPR, 20.000 Personel Gabungan Diterjunkan
Rabu, 26 September 2017 - 20:30 wib
PERNYATAAN PANGLIMA TNI
Soal Senjata Ilegal, DPR Segera Panggil Kapolri
Rabu, 26 September 2017 - 20:15 wib
SEBAGAI SALAH SATU SYARAT
Soal Tes Keperawanan bagi Mitra Nikahsirri.com, Ini Tanggapan Polisi
Rabu, 26 September 2017 - 20:00 wib
PARIPURNA PANSUS ANGKET KPK
Kinerja Kejaksaan Dinilai Buruk, Kader Golkar Usulkan Bentuk Pansus Angket
Rabu, 26 September 2017 - 19:30 wib
TERJADI JELANG PRAPERADILAN SETNOV
Kabiro Hukum KPK Tak Ingin Kasus Pengrusakan Mobilnya Jadi Masalah Serius
Rabu, 26 September 2017 - 19:25 wib
HASIL TEMUAN PANSUS ANGKET
Disebut Gagal soal Koordinasi dan Supervisi, Pimpinan KPK Bilang Begini
Rabu, 26 September 2017 - 19:20 wib
PEMILIK SUDAH DIAMANKAN
Klien Nikahsirri.com Tembus 5.300 Orang dalam Empat Hari
Rabu, 26 September 2017 - 19:15 wib
SIDANG PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Tim Kuasa Hukum Setnov Hadirkan Saksi Ahli yang Pernah Kalahkan KPK
Rabu, 26 September 2017 - 19:10 wib
Cari Berita
Liputan Khusus Terbaru
Terganjal karena Kepentingan?

Minggu, 24 September 2017 - 11:22 WIB

 Tidak Ada Intimidasi

Minggu, 24 September 2017 - 11:18 WIB

 Ikuti Semua Aturan

Minggu, 24 September 2017 - 11:16 WIB

 Dokumen RTRWP Tak Pernah Sampai ke KLHK

Minggu, 24 September 2017 - 11:14 WIB

Menyambung yang Tersadai

Minggu, 10 September 2017 - 11:26 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini