Wonderful Indonesia
PEKANBARU
Kasek SDN 189 Dipindah
Jumat, 14 Juli 2017 - 10:29 WIB > Dibaca 545 kali Print | Komentar
Kasek SDN 189 Dipindah
BELAJAR: Murid-murid Kelas I SDN 90, Jalan Dahlia Indah Kecamatan Tenayan Raya belajar di ruang kelas dengan dibimbing walikelas, Kamis (13/7/2017).
Berita Terkait



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - RENCANA penambahan ruang belajar baru dengan memungut biaya Rp2 juta dari orangtua murid di SDN 189 di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan dibatalkan. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru Jamal MPd juga telah mencopot jabatan Kepala SDN 189 Dalfah SPd.

Jamal sendiri telah meninjau langsung sekolah tersebut begitu mendapatkan informasi. Meski penambahan ruang kelas adalah permintaan masyarakat setempat, namun  Jamal tidak bisa menerimanya.

“Apapun alasannya, saya marah. Karena sebelumnya sudah dikatakan. Kalau sekolah ingin menambah kuota murid baru, lapor ke dinas. Solusinya adalah penambahan kuota. Dari yang sebelumnya 36 murid bisa jadi 40 murid. Kalau tidak bisa juga, boleh tambah satu lokal dengan sistem triple shift. Dengan catatan tidak ada memungut uang untuk membangun kelas,” ujarnya kepada Riau Pos, Kamis (13/7).

Untuk itu, Jamal katakan ia sudah memberi sanksi pada Kepala SDN 189 Dalfah SPd. Jamal mengatakan, untuk sementara waktu, Dalfah dipindahkannya ke UPTD Dinas Pendidikan Tampan. Sedangkan SDN 189 sementata waktu akan dipimpin oleh Plt Kepala Sekolah yang merupakan Kepala Seksi SD Disdik Pekanbaru Firdaus.

“Sudah kami beri sanksi kaseknya. Kami bina dan pindahkan ke UPTD Pendidikan Kecamatan Tampan. Dalam hal ini, kami menilai kasek sebagai pemimpin telah gagal menyelenggarakan penerimaan peserta didik baru. Harusnya ini tidak perlu terjadi dan bisa dicegah oleh kasek. Karena itu kami sangat menyayangkan,” sebuta Jamal.

Tentang SDN 189 ini, Jamal  mendapatkan informasi dari sekolah tersebut seluruhnya ada 7 lokal. Lalu dikorbankan satu lokal untuk ruang guru, dan jumlah murid yang sudah ada disini berjumlah 14 lokal, kemudian ditambah murid baru dua lokal, jadi total semuanya berjumlah 16 lokal. Sehingga muncul permasalahan.

“Untuk Kedepannya kami akan evaluasi dan saya selalu meminta atas nama apapun kebijakan tersebut pasti akan kami berikan, tetapi dengan syarat tidak memberatkan iuran kepada orangtua,” tegasnya.

Terkait sekolah mana saja yang sebenarnya bisa melakukan penambahan kuota, Jamal menerangkan bahwa Disdik memprioritaskan sekolah yang berada di Kecamatan Tampan dan Tenayanraya. Sebab, pertumbuhan penduduk di kedua daerah ini sangat tinggi.

Sedangkan di kawasan kota tidak perlu ada penambahan karena masih ada 38 SD negeri yang kekurangan murid. “Untuk itu kami ingin pihak sekolah taat aturan. Jangan memaksakan semua anak bisa masuk ke sekolah mereka. Kami sudah beri dua altertanif. Penambahan kuota jadi 40  murid atau penambahan kelas triple shift “Ini benar adanya perencanaan pungutan untuk pembangunan sekolah, saya juga telah keliling perkampungan disekitar sini. Namun belum ada yang telanjur membayar,” Jelas Abdul Jamal.

tanpa ada uang pungutan ini itu. Di luar itu, sama saja melanggar aturan. Apalagi sampai memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga berharap masyarakat bisa sedikit bersabar. Jangan buru-buru memasukkan anak ke sekolah denngan bayaran tertentu. Karena sama saja memancing terjadinya pungutan liar. Disdik akan terus mengupayakan anak-anak yang belum diterima untuk bisa bersekolah. Namun tentu walimurid harus berkoordinasi dengan Disdik terlebih dahulu.

Jamal berharap hal semacam ini tidak terjadi lagi. Ia berjanji akan menindak tegas sekolah yang berani melakukan pungli.

Plt Kepala SDN 189 Firdaus saat diwawancarai Riau Pos mengatakan, setelah pihaknya berbicara dengan wakil kepala sekolah dan beberapa panitia PPDB di sini terjadi miskomunikasi antara komite, kepala sekolah dengan pihak dinas.

“Ya, saya memang bukan untuk membela kepala dinas, kami di dinas telah memberikan langkah-langkah yang intinya penerimaan di sini itu ditambah. Rupanya kepala sekolah dan komite menganggap kami hanya memberikan 40 orang saja,” Terangnya.

Ternyata dikatakannya, secara diam-diam komite dan kepala sekolah mengambil kebijakan akan membuat gedung baru, karena pada saat itu Kadis meminta kepada pihak sekolah tidak meminta gedung baru kepada pemerintah, penambahan guru, penambahan mobiler dan tidak triple shift.

“Untuk menghindari tripleshift ini rupanya pihak komite dan masyarakat membahas penambahan lokal baru. Namun pada prinsipnya kepala sekolah di sini tidak eksen di sini. Akan tetapi bagaimanapun sebagai kepala sekolah karena merupakan rumah dan tanggung jawabnya di sekolah ini, ia yang bertanggung jawab atas terjadinya keteledoran berpikir. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa. Yang perlu digarisbawahi adalah Pak Kadis, kepala sekolah dan komite mempunyai niat yang sangat mulia,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan tugasnya di sini adalah untuk mengamankan PPDB dengan melakukan langkah-langkah yakni setelah 36 orang ditambah dengan murid yang tinggal kelas yang telah dipositifkan tidak akan di ganggu.

“Langkah berikutnya, untuk menyampaikan PPDB 80 orang di SDN 189, kami akan mencoba transparan dan terbuka bagi masyarakat dan kami tetap akan libatkan komite serta masyarakat semuanya. Insya Allah kami tidak akan pilih kasih dalam hal ini, seperti anjuran Pak Kadis tadi kami akan mengutamakan warga setempat,” ujarnya.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Bill Bailey
Selebritas Kondang Inggris Paling Terkesan Liburan ke Sumatera
Senin, 23 Juli 2017 - 11:50 wib
Wonderful Indonesia Festival 2017
Kemenpar dan KBRI Manila Tebar Pesona di Makati Filipina
Senin, 23 Juli 2017 - 11:28 wib
27 Juli hingga 2 Agustus 2017
Kunjungi Penenun Ulos, Orkestra Vinculos Bakal Genjot Caldera Toba Geopark
Senin, 23 Juli 2017 - 11:15 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
BPI: Rakyat Tunggu Setya Novanto Pakai Rompi Oranye KPK
Senin, 23 Juli 2017 - 00:54 wib
BURSA TRANSFER
Bonucci Bicara tentang Perceraian dari Pernikahan yang Indah, Ada Apa?
Senin, 23 Juli 2017 - 00:52 wib
MESKI JADI TERSANGKA KASUS E-KTP
Tak Ada Munaslub, Setnov Dipastikan Tetap Pimpin Golkar
Senin, 23 Juli 2017 - 00:47 wib
KOLOM ALINEA
Anak dan Sastra
Senin, 23 Juli 2017 - 00:43 wib
WALK OUT DARI PAPIRUNA
PAN Masih di Koalisi Pemerintah? Hanura: Terserah Presiden Saja
Senin, 23 Juli 2017 - 00:41 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
PLN Siap Penuhi Kebutuhan Listrik Industri di Riau

Minggu, 23 Juli 2017 - 09:46 WIB

Implementasi Belum Sesuai Harapan

Sabtu, 22 Juli 2017 - 13:40 WIB

HOREE....Sipadu Sudah Bisa Layani 12 Item Surat-Menyurat
15 JCH Belum Periksa Kesehatan

Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:06 WIB

Evaluasi Prosedur Perizinan Tower

Sabtu, 22 Juli 2017 - 11:58 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini