Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
Penggelapan BBM Polda Riau, Penyidik Lengkapi Petunjuk Jaksa
Jumat, 14 Juli 2017 - 09:31 WIB > Dibaca 472 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau melengkapi petunjuk jaksa dalam berkas P-19 dugaan penggelapan bahan bakar minyak (BBM) Polda Riau. Tersangka dalam kasus ini, NU tetap diminta untuk mengembalikan kerugian negara yang disebabkannya.

Dalam kasus ini, NU Direktur PT Kubang Jaya Sakti (KJS) ditetapkan sebagai tersangka  setelah ditemukan beberapa kejanggalan dari penerimaan BBM jatah Polda Riau yang tidak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang tertuang ke dalam sebuah surat dengan Nomor SPK/02/I/2016 yang dibuat pada 28 Januari 2016 lalu.

Dalam perjanjian itu disepakati BBM jenis pertamax telah dititipkan sebanyak 112.375 liter dan sudah digunakan sebanyak 61.000 liter. Maka seharusnya ada sisa sebanyak 51.375 liter.  
Ada juga BBM jenis solar yang dititipkan ke SPBU milik PT KJS tersebut. Dengan jumlah sebanyak 93.248 liter. Dari catatan yang dimiliki pihak kepolisian baru digunakan sebanyak 80.000 liter. Seharusnya untuk BBM jenis solar juga masih ada kelebihan sebanyak 13.248 liter. Dari hasil tersebut diperkirakan Polda Riau mengalami kerugian sebesar Rp 457.777.200.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Agus Santoso, Kamis (13/7) kemarin memaparkan, pihaknya sudah melakukan penyerahan berkas tahap I pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Berkas ini kemudian dikembalikan dengan petunjuk (P-19). ‘’Sekarang petunjuk jaksa itu sudah kami lengkapi. Akan kami serahkan kembali ke jaksa untuk diperiksa kembali,’’ kata Agus.

Dalam pada itu, perihal kerugian negara yang timbul akibat penggelapan ini, NU diimbau untuk tetap mengembalikan. Pengembalian akan berdampak pada langkah selanjutnya yang akan ditempuh Polda Riau. ‘’Karena jika tidak dikembalikan kami juga akan persiapkan gugatan perdatanya,’’ singkatnya.(ali)



Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
ISTANA TANGGAPI PERNYATAAN FAHRI
Jokowi Memang Pernah Bertemu Setya Novanto, tapi...
Rabu, 21 November 2017 - 21:00 wib
USAI JADI TERSANGKA E-KTP
Ini Penjelasan Ketua MKD soal Pembatalan Rapat Pergantian Setnov
Rabu, 21 November 2017 - 20:50 wib
SUDAH INKRACHT DI PENGADILAN
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Rabu, 21 November 2017 - 20:40 wib
RESMI DIBERHENTIKAN PSSI
Berakhir Sudah Tugas Indra Indra Sjafri di Timnas U-19, Selanjutnya...
Rabu, 21 November 2017 - 20:30 wib
USAI SETNOV DITAHAN KPK
Kursi Ketua DPR Layak Diisi Enam Kader Golkar Ini
Rabu, 21 November 2017 - 20:20 wib
344 WARGA PENDATANG DIBEBASKAN
Bebaskan Sandera KKSB, Kekuatan TNI-Polri Jauh Lebih Besar
Rabu, 21 November 2017 - 20:00 wib
BANYAK KEJANGGALAN DALAM KASUS E-KTP
Minta Pansus Angket Investigasi, Fahri Hamzah Ancam Bubarkan KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:54 wib
DITAHAN TERKAIT KASUS E-KTP
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Rabu, 21 November 2017 - 19:48 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:42 wib
BANTU KPK
Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?
Rabu, 21 November 2017 - 19:36 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK

Selasa, 21 November 2017 - 19:42 WIB

Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?

Selasa, 21 November 2017 - 19:36 WIB

Ini Saran ICW untuk Golkar Terkait Calon Pengganti Setnov

Selasa, 21 November 2017 - 19:30 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini