Wonderful Indonesia
Harga Stabil
Petani Keluhkan Produksi Sawit yang Masih Turun
Senin, 10 Juli 2017 - 11:06 WIB > Dibaca 598 kali Print | Komentar
Petani Keluhkan Produksi Sawit yang Masih Turun
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Sudah memasuki pekan kedua Juli 2017, sejumlah petani mengeluhkan produksi sawit yang masih turun meski cuaca sekarang stabil, kadang hujan dan kadang panas.

"Kalau harganya stabil, berkisar Rp1.300 hingga Rp1.500 sekilo, tapi memang produksinya sedikit,’’ kata Anjasri, salah seorang petani di Desa Perhentian Luas, Kecamatan Logas Tanah Darat, Sabtu (8/7).

Diakuinya, sudah hampir dua bulan produksi sawit track, yang hampir turun 50 persen. ‘’Dulu, kami panennya hampir 1 ton sekali panen, namun sekarang berkisar 500 kilogram. Ini drastis turunnya,’’ katanya.

Selain itu, Amri, petani sawit di Kopah, Kuantan Tengah juga mengeluhkan produksi TBS-nya turun drastis.

‘’Padahal sudah saya pupuk rutin, tapi produksinya tetap tidak juga bertambah, entah kenapa, mungkin musiman,’’ ungkapnya.

Amri berharap, kondisi ini tidak berlangsung lama. Pasalnya, ia hanya berharap sawit bisa memenuhi keperluan ekonomi. ‘’Kebutuhan meningkat, sementara produksi sawit turun. Mudah-mudahan kondisi ini tidak berlangsung lama,’’ harapnya.

Kondisi yang sama juga dirasakan petani ladang swadaya di Kabupaten Siak. Mereka kembali mengeluhkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit turun. Petani sangat berharap harga TBS kelapa sawit kembali naik pasca Idul Fitri. Kondisi ini membuat petani sawit hanya bisa pasrah.

‘’Harga sawit pekan ini turun kembali. Saya jual sawit ke agen sekarang hanya Rp1.100 per kilogram, kemarin masih di atas harga tersebut,’’ujar petani sawit Buatan Kotogasi,Yadi.

Dirinya mengaku khawatir harga sawit menjadi anjlok, karena biasanya jika buah lagi banyak atau masa trek buah berakhir, harga sawit turun. Namun jika trek bisa di atas harga normal.

Turunnya harga sawit lanjutnya tidak sebanding  dengan hasil panen yang didapat oleh petani, terutama bagi petani skala kecil hanya memiliki berapa hektare sawit saja karena harus mengeluarkan biaya upah angkut.

Namun untuk menghemat biaya, petani ada yang memilih dengan panen sendiri seperti melakukan dodos, mengumpulkan dan membawa buah sawit langsung ke agen atau ke pengepul. ‘’Jika harga turun, untung petani tidak seberapa lagi. Sedangkan petani banyak tergantung pada hasil kebun. Kami petani berharal harga kembali naik,’’katanya.(jps/wik)



Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Kabupaten Indragiri Hilir
Laporkan Jika Terdeteksi Penderita Gizi Buruk
Senin, 20 November 2017 - 12:08 wib
Dokter Nyatakan Tak Perlu Rawat Inap
Setya Novanto Dipindah ke Rutan KPK
Senin, 20 November 2017 - 12:04 wib
Diduga Mencari Pertolongan Agar Tidak Ditangkap KPK
Sempat Ingin Menghadap Presiden
Senin, 20 November 2017 - 11:59 wib
Orang-orang di Balik Gaya Rambut Presiden-presiden Indonesia (2)
SBY Minta Ubah Model, Agus Langsung Menolak
Senin, 20 November 2017 - 11:55 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
BPBD Siaga Banjir di Kecamatan Batang
Senin, 20 November 2017 - 11:52 wib
Presiden Suku Laut Diundang ke Istana
Jokowi Heran Ada Presiden Lain
Senin, 20 November 2017 - 11:45 wib

Gawai Bukan “Obat Penenang” Kids Zaman Now
Senin, 20 November 2017 - 11:43 wib

Dampak Penggunaan Gawai Berlebihan pada anak
Senin, 20 November 2017 - 11:39 wib

Jika Pindah, Urus Surat Domisili‎
Senin, 20 November 2017 - 11:36 wib

Naiknya Tarif Parkir Sudah Sesuai Perda
Senin, 20 November 2017 - 11:30 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Bank BJB Berkontribusi di Bisnis Perbankan

Senin, 20 November 2017 - 11:20 WIB

2.400 Kawula Muda Ikuti Foam Run Loop Telkomsel

Senin, 20 November 2017 - 11:15 WIB

TK Gelar Pasar Murah dan Donor Darah

Senin, 20 November 2017 - 11:12 WIB

Bangun Vertical Garden Lebih Tahan dari Sebelumnya

Senin, 20 November 2017 - 08:43 WIB

 Toyota Expo Sukses Jual 373 Unit

Senin, 20 November 2017 - 01:13 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us