Wonderful Indonesia
Harga Stabil
Petani Keluhkan Produksi Sawit yang Masih Turun
Senin, 10 Juli 2017 - 11:06 WIB > Dibaca 400 kali Print | Komentar
Petani Keluhkan Produksi Sawit yang Masih Turun
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Sudah memasuki pekan kedua Juli 2017, sejumlah petani mengeluhkan produksi sawit yang masih turun meski cuaca sekarang stabil, kadang hujan dan kadang panas.

"Kalau harganya stabil, berkisar Rp1.300 hingga Rp1.500 sekilo, tapi memang produksinya sedikit,’’ kata Anjasri, salah seorang petani di Desa Perhentian Luas, Kecamatan Logas Tanah Darat, Sabtu (8/7).

Diakuinya, sudah hampir dua bulan produksi sawit track, yang hampir turun 50 persen. ‘’Dulu, kami panennya hampir 1 ton sekali panen, namun sekarang berkisar 500 kilogram. Ini drastis turunnya,’’ katanya.

Selain itu, Amri, petani sawit di Kopah, Kuantan Tengah juga mengeluhkan produksi TBS-nya turun drastis.

‘’Padahal sudah saya pupuk rutin, tapi produksinya tetap tidak juga bertambah, entah kenapa, mungkin musiman,’’ ungkapnya.

Amri berharap, kondisi ini tidak berlangsung lama. Pasalnya, ia hanya berharap sawit bisa memenuhi keperluan ekonomi. ‘’Kebutuhan meningkat, sementara produksi sawit turun. Mudah-mudahan kondisi ini tidak berlangsung lama,’’ harapnya.

Kondisi yang sama juga dirasakan petani ladang swadaya di Kabupaten Siak. Mereka kembali mengeluhkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit turun. Petani sangat berharap harga TBS kelapa sawit kembali naik pasca Idul Fitri. Kondisi ini membuat petani sawit hanya bisa pasrah.

‘’Harga sawit pekan ini turun kembali. Saya jual sawit ke agen sekarang hanya Rp1.100 per kilogram, kemarin masih di atas harga tersebut,’’ujar petani sawit Buatan Kotogasi,Yadi.

Dirinya mengaku khawatir harga sawit menjadi anjlok, karena biasanya jika buah lagi banyak atau masa trek buah berakhir, harga sawit turun. Namun jika trek bisa di atas harga normal.

Turunnya harga sawit lanjutnya tidak sebanding  dengan hasil panen yang didapat oleh petani, terutama bagi petani skala kecil hanya memiliki berapa hektare sawit saja karena harus mengeluarkan biaya upah angkut.

Namun untuk menghemat biaya, petani ada yang memilih dengan panen sendiri seperti melakukan dodos, mengumpulkan dan membawa buah sawit langsung ke agen atau ke pengepul. ‘’Jika harga turun, untung petani tidak seberapa lagi. Sedangkan petani banyak tergantung pada hasil kebun. Kami petani berharal harga kembali naik,’’katanya.(jps/wik)



Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Bill Bailey
Selebritas Kondang Inggris Paling Terkesan Liburan ke Sumatera
Senin, 23 Juli 2017 - 11:50 wib
Wonderful Indonesia Festival 2017
Kemenpar dan KBRI Manila Tebar Pesona di Makati Filipina
Senin, 23 Juli 2017 - 11:28 wib
27 Juli hingga 2 Agustus 2017
Kunjungi Penenun Ulos, Orkestra Vinculos Bakal Genjot Caldera Toba Geopark
Senin, 23 Juli 2017 - 11:15 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
BPI: Rakyat Tunggu Setya Novanto Pakai Rompi Oranye KPK
Senin, 23 Juli 2017 - 00:54 wib
BURSA TRANSFER
Bonucci Bicara tentang Perceraian dari Pernikahan yang Indah, Ada Apa?
Senin, 23 Juli 2017 - 00:52 wib
MESKI JADI TERSANGKA KASUS E-KTP
Tak Ada Munaslub, Setnov Dipastikan Tetap Pimpin Golkar
Senin, 23 Juli 2017 - 00:47 wib
KOLOM ALINEA
Anak dan Sastra
Senin, 23 Juli 2017 - 00:43 wib
WALK OUT DARI PAPIRUNA
PAN Masih di Koalisi Pemerintah? Hanura: Terserah Presiden Saja
Senin, 23 Juli 2017 - 00:41 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Indikasi Kecurangan dalam Perederan Beras Bersubsidi Terendus sejak Lama
Di Ajang Avanzanation, Ada Cuci Gratis Mobil di Empat Lokasi
Kredit Modal Kerja Bank Mandiri Tembus Rp319,9 Triliun
BNI Kembangkan Layanan Berbasis Fintech

Sabtu, 22 Juli 2017 - 11:17 WIB

Promo Diskon Elektronik 10 Persen

Sabtu, 22 Juli 2017 - 11:08 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini