Wonderful Indonesia
CERPEN MUSA ISMAIL
Panah Beracun Setan
Minggu, 09 Juli 2017 - 00:53 WIB > Dibaca 1794 kali Print | Komentar
Panah Beracun Setan
Aku rindu Ramadan.

Aku rindu masjid.

Aku takut hanya dapat lapar dan dahaga.

Kemantan sedang duduk santai  di beranda rumahnya. Kebiasaan ini dilakukannya setiap hari. Matanya melompat. Kebiasaannya ini pun dilakukannya setiap waktu. Hari ini dia bersungut panjang menyumpah hujan.

”Sialan! Haram jadah,” mulutnya menyemburkan ludah bertepai-tepai.

***

Ramadan tiba di rumahku bersama hujan. Deru angin mengawali hari sebelum hujan jatuh. Dari celah tingkap, aku menyaksikan rahmat-Nya itu sehari sebelum puasa. Hati semesta menjadi gembira ketika hujan tiba. Aku, dia, mereka, hewan, dan tetumbuhan tertawa ditimpa hujan. Namun, masih banyak juga mereka menyumpah karena hujan tiba. Yang jelas, siapa pun tidak akan tahu kapan hujan tiba di kampung kita, baik sebagai bala maupun sebagai rahmat-Nya.

Setelah kubaca-baca dalam kitabku, hujan tidak serta-merta turun begitu saja. Mulanya,  Allah Taala yang mengirim angin. Lalu, angin itu menggerakkan awan. Selanjutnya, Allah Al-Aziz membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya dan menjadikannya bergumpal-gumpal.  Akhirnya, kita melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira. Hujan itu bagai memagari diriku dengan benda-benda di luar sana.

Hujan membuatku gembira.

Subuh  menggigil. Orang-orang masih mendengkur pulas di balik selimut setan. Gema bang di masjid terus saja seperti biasanya. Suara hujan di subuh itu terus menghiasi hari-hari puasa. Antara suara bang dan hujan menghadirkan melodi indah tentang keagungan Allah Taala.  Aku merasa amat nyaman ketika memandangi hujan. Pikiranku menerawang melintasi baris-baris hujan. Baris-baris rintik itu bagai huruf alif yang menghunjam gersangnya hati kita. Panas yang terjadi beberapa pekan terakhir, telah terhapus hujan lebat beberapa hari ini. Hujan itu menghapus debu-debu yang menempel di setiap dinding rumah. Puasa ini ibarat hujan, hujan yang menghapus sekebat noda di batinku.

”Hujan adalah nikmat Allah. Menyumpah hujan bermakna berkhianat kepada-Nya. Kau tentu tahu apa akibatnya jika kita berkhianat, apalagi kepada Khalikul Alam,” Ramadan terus saja melewati jalan becek itu. Aku cuma mengangguk diam.

”Hei, orang asing!” Kau menceramahiku? Ini bukan zamannya menjaga tepi kain orang lain. Tak perlulah kau menyindir-nyindir begitu. Aku ini tidak pekak,” suara berat Kemantan bagai panah melesat ke arah Ramadan, tetapi terbentur keagungan. Ramadan tanpa sengaja berkata seperti itu. Niatnya sekedar untuk menasihatiku. Sebagai teman dekat, aku memang sangat senang mendengarkan nasihat-nasihat darinya. Kata-katanya itu bagai hujan yang menyejukkan hatiku.

”Saya, Pak?”

”Ya, kau orang asing. Kalau bicara jangan sesedap mulut,” Kemantan berdiri sambil menyergah Ramadan. Aku merasa kecut juga melihatnya. Aku tahu betul temperamen dukun itu. Dia sangat ditakuti di kampung ini. Mulutnya kasar. Kebiasaannya menyakitkan hati orang lain, terutama kaum hawa. Jangankan para dara, isteri orang pun kecut. Anak-anak apalagi!

”Jangan salah paham, Pak. Saya sekedar berbicara dengan kawan,” Ramadan menoleh ke arahku. ”Kebetulan saja saya lewat di depan kediaman Bapak. Kalau terganggu, saya mohon maaf,” Ramadan mendekati dukun itu dan menyorongkan tangan untuk bermaafan.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT ISU PEMBANGUNAN APARTEMEN
RJA DPR di Kalibata Ternyata Berhantu, tapi...
Rabu, 23 Agustus 2017 - 21:00 wib
TARGETKAN TUNTAS PADA MASA SIDANG INI
Pembahasan Perppu Ormas Akan Dipercepat Komisi II DPR, Alasannya...
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:45 wib
DINILAI BERTANGGUNG JAWAB PENUH
Pansus Angket KPK Didesak Panggil Jokowi ke DPR
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:30 wib
TERKAIT ISU PEMBANGUNAN APARTEMEN
Hanya untuk Kalangan Dewan, Staf Ternyata Tak Boleh Tempati RJA DPR
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:15 wib
DIDATANGI BRPD DAN DITLANTAS
Soal Tunggakan Pajak Mobil Mewah, Begini Klarifikasi Raffi Ahmad
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:00 wib
LA LIGA SPANYOL
Di Maria Gabung Barcelona? Ternyata Ulah Hacker
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:48 wib
SEMPAT DIWACANAKAN SEBELUMNYA
Pengamat: Anggota DPR Seperti Menghina Rakyat jika Jadi Buat Apartemen
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:41 wib
TERUS DIBURU TIM BARESKRIM POLRI
Buronan Korupsi Aset Pertamina Ini Masuk Daftar Cekal Imigrasi
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:37 wib
PERMENHUB DICABUT MA
Organda Khawatir Angkutan Konvensional dan Online Kembali Bergejolak
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:33 wib
PASCA-PENANGKAPAN TARMIZI
Empat Panitera Ini Pernah Terjaring OTT KPK, Berikut Daftarnya
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:27 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Pesan dalam Liuk Tubuh

Minggu, 20 Agustus 2017 - 13:17 WIB

Perkenalkan Budaya  untuk Jaga Persatuan

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:55 WIB

Afrizal, Modernitas dan Kecemasan

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:46 WIB

Rasa Merdeka

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:30 WIB

Tradisi Masyarakat  Warnai Pelepasan JCH

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:16 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us