Wonderful Indonesia
14.402 Ruang Kelas SD Rusak
Kamis, 06 Juli 2017 - 10:52 WIB > Dibaca 3116 kali Print | Komentar
RIAUPOS.CO - Sarana dan prasarana jadi salah satu penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sayangnya, hingga kini masih banyak sekolah dengan ruang kelas yang tidak layak. Rusak berat malah.

Dari data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) misalnya, menunjukkan dari 26.401 sekolah yang tersensus, ada sebanyak 14.402 ruang kelas yang rusak berat. Mulai dari dinding-dindingg yang rusak hingga atap terancam rubuh.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud Wowon Widaryat menyampaikan, jumlah tersebut tak menutup kemungkinan bisa terus bertambah. Mengingat, ada sekitar 148 ribu SD di Indonesia.

Belum lagi, adanya perubahan sistem pengawasan yang kini diterapkan oleh pihaknya yang memungkinkan untuk memantau kondisi sekolah secara menyeluruh. Yakni, dengan sistem sensus pada satu per satu SD. ‘’Yang dulunya ha­­nya diketahui sebatas permukaan saja atau jenis ke­rusakan tanpa tau seberapa parah, mulai tahun lalu kita ubah,’’ tuturnya ditemui di ruang kerjanya, di Kantor Kemendikbud, Rabu (5/7).

Sensus ini melibatkan para murid-murid SMK jurusan Teknik Bangunan. Ada sekitar 611 SMK dan 6 ribu siswa yang dilibatkan dalam pengawasan kondisi sarana dan prasarana sekolah ini. Selain untuk mengetahui kondisi real di lapangan, kerja sama ini juga untuk memberikan kesempatan pada siswa SMK untuk terjun langsung ke lapangan. Mereka bisa langsung menerapkan apa yang mereka peroleh di bangku sekolah. Mulai dari analisa kerusakan, pengkatagorian hingga memasukkan data ke sistem terpadu.

Dengan sistem ini, kondisi sarana dan prasarana sekolah bisa diketahui lebih real. Untuk data sementara saja, menurutnya, sudah meningkat tajam dari data tahun lalu. Yang hanya sekitar 4.061 ruang kelas rusak yang berhasil terekam. Ini diperoleh dari laporan pemerintah daerah. ‘’Kita juga kaget ternyata jauh lebih banyak. Yang dulunya tidak terlihat sekarang jadi terlihat,’’ ujarnya.

Buruknya pendataan pemda ini, lanjut dia, kembali terllihat saat pengajuan dana DAK untuk perbaikan sekolah. Saat diminta soal detil kerusakan sekolah, hampir seluruh pemda tidak punya. Padahal sejatinya, pengawasan dan pembinaan keberlanjutan sarana dan prasarana sekolah jadi tanggung jawab pemda sepenuhnya. Pusat hanya bertugas untuk membantu dan menstimulus.

Meski begitu, pemerintah pusat akhirnya harus tetap turun tangan. Tahun ini, Kemendikbud sudah menganggarkan dana sebesar Rp1,4 triliun untuk program renovasi ruang kelas. Diakuinya, jumlah ini jauh dari harapan. (mia/rnl)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

KTB Kampanye Sosial #FusoKontribusi
Senin, 22 Januari 2018 - 11:12 wib
Pilgubri 2018
Baliho Kampanye Jangan Asal Pasang
Senin, 22 Januari 2018 - 10:55 wib

Dukung Pengembangan Industri di Riau
Senin, 22 Januari 2018 - 10:52 wib
Bawaslu Panggil Tiga ASN
Berkas Syarat Calon Diteliti Sepekan
Senin, 22 Januari 2018 - 10:47 wib
Fun Walk HUT Ke-4 RS Awal Bros Panam
Terus Berinovasi dan Lebih Dekat dengan Masyarakat
Senin, 22 Januari 2018 - 10:45 wib

Dewan Minta Siak IV Selesai Tepat Waktu
Senin, 22 Januari 2018 - 10:40 wib

Masih Banyak Warga Belum Terdata
Senin, 22 Januari 2018 - 10:39 wib
POLITIK
Gagal Balon, Syamsurizal ke Firdaus-Rusli
Senin, 22 Januari 2018 - 10:38 wib

DPRD Minta BLH Tindak Perusahaan Nakal
Senin, 22 Januari 2018 - 10:37 wib
POLITIK
Kerukunan Masyarakat Jawa Riau Siap Menangkan Pasangan AYO
Senin, 22 Januari 2018 - 10:28 wib
Cari Berita
Liputan Khusus Terbaru
Emmanuel Eboue Diselamatkan  Galatasaray

Kamis, 28 Desember 2017 - 10:37 WIB

Harus Dimulai dari Sekarang

Minggu, 01 Oktober 2017 - 13:54 WIB

Organik Masa Depan Dunia Pertanian

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:49 WIB

Baja Sahabat Alam

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:40 WIB

Terganjal karena Kepentingan?

Minggu, 24 September 2017 - 11:22 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us