Wonderful Indonesia
TERKAIT PANSUS ANGKET
Muhadjir: Rakyat Bakal Tinggalkan Parpol yang Lemahkan KPK
Selasa, 20 Juni 2017 - 17:57 WIB > Dibaca 634 kali Print | Komentar
Muhadjir: Rakyat Bakal Tinggalkan Parpol yang Lemahkan KPK
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dukungan terhadap keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang dari 153 guru besar bergelar profesor dari seluruh Indonesia. Senin kemarin (19/6/2017), mereka mendeklarasikan dukungan tersebut.

"Ratusan profesor anti korupsi dari berbagai kampus di seluruh Indonesia menyatakan dukungannya terhadap KPK," kata Guru Besar Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. DR. Muhadjir Darwin dalam keterangannya, Selasa (20/6/2017).

Langkah DPR RI untuk menggunakan hak angket terhadap KPK dilakukan setelah beberapa anggota dewan terindikasi terlibat korupsi di skandal proyek e-KTP. Menurutnya, hal itu telah membuat sentimen anti korupsi di masyarakat menguat. Muhadjir menyebut, ada dua hal serius yang membuat dukungan terhadap KPK semakin mengkristal.

Pertama adalah aksi dukungan Amien Rais terhadap penggunaan hak angket oleh DPR setelah namanya disebut dalam tuntutan jaksa di sidang pengadilan dalam perkara Siti Fadilah Supari. Kedua, Amien dengan vulgar juga menuduh KPK sebagai lembaga yang busuk. "Kedua hal itu bukannya membuat rakyat tidak percaya kepada KPK, namun semakin mengkristalkan dukungan masyarakat termasuk para guru besar di seluruh Indonesia kepada KPK," terangnya.

Saat ini, berbagai unsur masyarakat telah secara terbuka mengemukakan dukungannya terhadap KPK. Dukungan rakyat ini tidak bisa dianggap enteng sehingga para anggota dewan perlu benar-benar memperhitungkan hal tersebut. "Sebab jika proses di DPR tetap dilanjutkan, saya menduga, dukungan rakyat terhadap KPK akan semakin meluas, dan hal demikian akan menimbulkan krisis kepercayaan terhadap lembaga tinggi negara tersebut," ucap peneliti senior Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM tersebut.

Lebih jauh, dia memperkirakan bahwa suara rakyat pada Pemilu 2019 mendatang terhadap partai-partai politik akan ditentukan oleh posisi mereka dalam kasus ini. Partai dan para politisinya yang terlibat dalam upaya pelemahan KPK akan kehilangan kepercayaan dari rakyat. "Hal ini harus benar-benar mereka perhitungkan. Kita berada di kesempatan emas untuk menjadikan Indonesia benar-benar bersih dari korupsi. Tidak boleh lagi ada koruptor yang kebal hukum, dan bebas dari jeratan hukum," paparnya.

Dia pun mengingatkan agar DPR bersikap terbuka terhadap program nasional tersebut. Artinya, DPR harus mau merelakan anggotanya yang terindikasi korupsi untuk diseret ke pengadilan. "Biarkan pengadilan yang memutuskan apakah mereka benar bersalah atau tidak," tuntasnya. (wah)

Sumber: RMOL
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Kabupaten Indragiri Hilir
Laporkan Jika Terdeteksi Penderita Gizi Buruk
Senin, 20 November 2017 - 12:08 wib
Dokter Nyatakan Tak Perlu Rawat Inap
Setya Novanto Dipindah ke Rutan KPK
Senin, 20 November 2017 - 12:04 wib
Diduga Mencari Pertolongan Agar Tidak Ditangkap KPK
Sempat Ingin Menghadap Presiden
Senin, 20 November 2017 - 11:59 wib
Orang-orang di Balik Gaya Rambut Presiden-presiden Indonesia (2)
SBY Minta Ubah Model, Agus Langsung Menolak
Senin, 20 November 2017 - 11:55 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
BPBD Siaga Banjir di Kecamatan Batang
Senin, 20 November 2017 - 11:52 wib
Presiden Suku Laut Diundang ke Istana
Jokowi Heran Ada Presiden Lain
Senin, 20 November 2017 - 11:45 wib

Gawai Bukan “Obat Penenang” Kids Zaman Now
Senin, 20 November 2017 - 11:43 wib

Dampak Penggunaan Gawai Berlebihan pada anak
Senin, 20 November 2017 - 11:39 wib

Jika Pindah, Urus Surat Domisili‎
Senin, 20 November 2017 - 11:36 wib

Naiknya Tarif Parkir Sudah Sesuai Perda
Senin, 20 November 2017 - 11:30 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Yuliasdi Siap Maju Jadi Ketua KONI Pekanbaru

Senin, 20 November 2017 - 08:19 WIB

Demokrat Bisa Menang Banyak Jika Golkar Pertahankan Novanto
Kata Pengamat, JK Berpotensi Capres jika Jadi Ketum Golkar
Golkar Belum Pasti Dukung Jokowi kalau Setnov Ditahan?

Sabtu, 18 November 2017 - 17:30 WIB

Fadli Zon Sebut Rencana Penghapusan Listrik 900-2.200 VA Hanya Akal-akalan
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us