Wonderful Indonesia
TEROR LONDON
Teror Tabrak Pejalan Kaki, yang Diincar Warga Muslim
Selasa, 20 Juni 2017 - 00:46 WIB > Dibaca 1850 kali Print | Komentar
Teror Tabrak Pejalan Kaki, yang Diincar Warga Muslim
Kerumunan massa di Masjid Finsbury Park usai sebuah vab menabrak jemaah yang baru selesai menunaikan ibadah salat Tarawih, Senin (19/6/2017). (DAILY MAIL)
LONDON (RIAUPOS.CO) - Delapan menit setelah membawa pria 48 tahun yang menabrakkan van ke sekelompok warga muslim ke markas, Kepolisian Metro London (The Met) menyebut insiden di dekat Masjid Finsbury Park itu sebagai aksi teror. Senin  (19/6), Perdana Menteri (PM) Theresa May meninjau masjid di sisi utara ibu kota tersebut.

”Pagi ini kita semua dibangunkan dengan berita tentang serangan teroris lagi di jalanan ibu kota. Ini aksi kedua yang terjadi bulan ini dan sama menjijikkannya dengan serangan-serangan sebelumnya,” kata pemimpin 60 tahun itu sebelum meninggalkan Downing Street 10 untuk menuju Masjid Finsbury Park. Akibat insiden yang terjadi selepas tengah malam itu, satu orang tewas dan sepuluh lainnya terluka.

Sekelompok pria dan perempuan yang menjadi sasaran pelaku baru saja menunaikan salat Tarawih di Masjid Finsbury Park dan Muslim Welfare House yang letaknya berdekatan. Konon, beberapa di antaranya sedang mengerumuni seorang pria yang mendadak jatuh dan tak sadarkan diri. Tiba-tiba, sebuah van putih yang melaju kencang dari arah Seven Sisters Road naik ke trotoar dan menabrak mereka.

Pria yang tak sadarkan diri itu kemudian dilaporkan tewas. Namun, polisi masih menyelidiki apakah kematian pria tersebut berkaitan dengan teror van putih itu atau tidak.

”Sepuluh orang terluka dalam insiden tersebut. Delapan orang dilarikan ke rumah sakit. Kini kondisi dua orang yang dirawat di rumah sakit itu kritis,” terang salah seorang personel The Met kepada media.

Abdulrahman Aidroos, salah seorang saksi mata, mengaku mendengar pelaku meneriakkan kalimat antimuslim.

 ”Dia berkata, ’Saya mau membunuh lebih banyak orang. Saya mau membunuh lebih banyak muslim’,” ujarnya kepada BBC TV.

Bersama beberapa rekannya, pria keturunan Afrika itu ikut mengamankan pelaku setelah van yang dikendarainya berhenti karena menabrak.

Saat Aidroos dan beberapa pria lain membekuk pelaku, Mohammed Mahmoud, imam Muslim Welfare House, datang. Dia lantas mengimbau massa tetap tenang.

 ”Imam melarang kami main hakim sendiri dan mengamankan pelaku sampai polisi datang,” katanya.

Karena itu, pelaku yang diketahui berusia 48 tahun tersebut tidak sampai terluka parah saat dihajar massa.

”Saya sangat berterima kasih kepada imam kami, Mohammed Mahmoud, yang membantu menenangkan situasi,” kata Chief Executive Muslim Welfare House Toufik Kacimi.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Maryani SSi (Biologi FMIPA UR, 2010)
Mengabdi untuk Pusat Studi Bencana
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:23 wib
Bangkinang-SSK II Rp35 Ribu

Bangkinang-SSK II Rp35 Ribu
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:21 wib
Muhammad Yusuf MPd (Pendidikan Bahasa Inggris UIR, 2007)
Tularkan Semangat Kuasai Bahasa Asing
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:20 wib

Wali Murid Keluhkan Pungutan di SMPN 20
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:16 wib
PPLP Dayung Ingin Juara Umum Lagi
Namun kami akan berupaya sebaik mungkin agar para junior ini bisa menutupi kekurangan tim.
PPLP Dayung Ingin Juara Umum Lagi
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:12 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
JCH Anggota Korpri Diminta Doakan Pembangunan
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:05 wib

Indonesia Lolos ke final AJC
Selasa, 25 Juli 2017 - 10:53 wib
HAJI 2017
2 JCH Kembali Gagal Berangkat
Selasa, 25 Juli 2017 - 10:49 wib
PEKANBARU
Susah Samakan Persepsi Berantas DBD
Selasa, 25 Juli 2017 - 10:46 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Perjanjian Nuklir, Amerika cs Mangkir

Kamis, 13 Juli 2017 - 11:13 WIB

Korut Tak Tembakkan Nuklir Jika AS Janji Tidak Menyerang
Pasukan AS Urung Tembak Kim Jong-un

Kamis, 13 Juli 2017 - 11:03 WIB

Perempuan Indonesia Juga Jadi Budak ISIS di Syria?
Rudal Korea Utara Melesat 2.500 Kilometer

Selasa, 04 Juli 2017 - 14:07 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us