Wonderful Indonesia
MUNCUL DI BULAN RAMADAN
Konsumen Muslim Dirugikan Isu Mi Instan Mengandung Babi
Selasa, 20 Juni 2017 - 00:10 WIB > Dibaca 996 kali Print | Komentar
Konsumen Muslim Dirugikan Isu Mi Instan Mengandung Babi
Samyang hot chicken ramen tidak termasuk mi instan yang dinyatakan mengandung babi oleh BPOM. (FENDRIK TARIGAN/JAWA POS)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Hasil temuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengenai produk mi instan asal Korea yang positif mengandung babi menuai tanggapan Lembaga Advokasi Halal (Indonesia Halal Watch). Mereka menyatakan sedang menyiapkan langkah yang tepat bagi perlindungan konsumen khususnya monsumen muslim.

Adapun isu tersebut sangat merugikan apalagi muncul di bulan Ramadan. "Karena kami menengarai ada banyak jenis mi instan dan makanan kemasan asal Korea dan Cina yang tidak halal akan tetapi mereka tidak memberikan informasi pada produk ( kandungan produknya) ini sangat merugikan konsumen apalagi saat ini umat Islam sedang melaksanakan ibadah puasa," kata Ikhsan Abdullahs selaku Direktur Indonesia Halal Watch dalam keterangan tertulis, Senin (19/6/2017).

Di bulan Ramadan, sambungnya, tentu saja seluruh umat muslim harus dilindungi untuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak halal (haram). Pihaknya  mengapresiasi hasil temuan BPPOM yang diumumkan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. "Dan ini kali pertama yang dilakukan dan kami minta harus terus menerus dilakukan denfan bekerjasama dengan kami dan LPPOM MUI agar masyarakat khususnya konsumen muslim merasa nyaman," tuturnya.

Dia pun mengungkapkan temuan mereka setahun lalu. Kala itu, pihaknya merilis 32 produk kemasan asal Cina dan mi asal Korea sebagai produk yang mencantumkan label halal, tetapi bukan label halal dari LPPOM MUI. Itu merupakan pelanggaran Hukum. Padahal, Indonesia sudah memiliki UU Nomot 33 tahun 2014 tentang Jaminan Poduk Halal yang telah diundangkan pada bulan Oktober tahun 2014.

Semestinya, sudah diberlakukan, khususnya bagi produk makanan dan minuman kemasan asing. "Tindakan produsen mengimpor dan mengedarkan produk mi instan dan makanan kemasan tersebut tentu sangat merugikan masyarakat, khususnya konsumen muslim. Dan saat itu telah kami lakukan teguran kepada distributornya di Jakarta dan Batam. Bahkan, ada yg telah kami lakukan tindakan hukum berupa pelaporan ke polisi," tandasnya. (cr1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PILPRES 2019
JK Pensiun, Golkar Gelar Konvensi Cari Pendamping Jokowi
Rabu, 23 Januari 2018 - 21:00 wib
SEBAGAI MENTERI DAN PENGURUS PARTAI
Keras! Kata Fadli Zon, Jokowi Jilat Ludah Sendiri soal Rangkap Jabatan
Rabu, 23 Januari 2018 - 20:45 wib
DIGELAR DI TIM
Megawati Ulang Tahun Ke-71, Jokowi Nyanyi Lagu Jamrud
Rabu, 23 Januari 2018 - 20:20 wib
POLEMIK DUALISME
Bertemu Wiranto, OSO: Tidak Ada Kubu-kubuan di Hanura
Rabu, 23 Januari 2018 - 20:10 wib
TERLIBAT KERIBUTAN
Brimob Koboi yang Tembak Anak Buah Prabowo Belum Diperiksa, Ini Kata Polisi
Rabu, 23 Januari 2018 - 19:50 wib
SIDANG UJI MATERI
Mengejutkan! Sejak 1926, Ahmadiyah Sudah Dinyatakan Sesat
Rabu, 23 Januari 2018 - 19:40 wib
AIRLANGGA DAN IDRUS
PDIP Tak Masalah Kader Golkar Rangkap Jabatan, Ini Alasannya
Rabu, 23 Januari 2018 - 19:30 wib
TANGGAPI PROVOKASI CINA
Dukungan Indonesia Dibutuhkan AS Terkait Laut Cina Selatan
Rabu, 23 Januari 2018 - 19:20 wib
KUTIP SATU AYAT
Dipolisikan FUIB, Inilah Lawakan Ge Pamungkas yang Diduga Hina Alquran
Rabu, 23 Januari 2018 - 19:10 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Megawati Ulang Tahun Ke-71, Jokowi Nyanyi Lagu Jamrud

Selasa, 23 Januari 2018 - 20:20 WIB

Tanggulangi Balita di Asmat, TNI-Polri Bentuk Satgas Khusus
Tak Takut, Sandiaga Uno Tetap Selfie saat Gempa Guncang Jakarta
Ribuan Karyawan KPK Berhamburan, Pemeriksaan Novanto Sempat Tertunda
Honorer K2: Sakitnya Tuh di Sini Pak Menteri...

Selasa, 23 Januari 2018 - 13:58 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini