Wonderful Indonesia
MUNCUL DI BULAN RAMADAN
Konsumen Muslim Dirugikan Isu Mi Instan Mengandung Babi
Selasa, 20 Juni 2017 - 00:10 WIB > Dibaca 827 kali Print | Komentar
Konsumen Muslim Dirugikan Isu Mi Instan Mengandung Babi
Samyang hot chicken ramen tidak termasuk mi instan yang dinyatakan mengandung babi oleh BPOM. (FENDRIK TARIGAN/JAWA POS)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Hasil temuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengenai produk mi instan asal Korea yang positif mengandung babi menuai tanggapan Lembaga Advokasi Halal (Indonesia Halal Watch). Mereka menyatakan sedang menyiapkan langkah yang tepat bagi perlindungan konsumen khususnya monsumen muslim.

Adapun isu tersebut sangat merugikan apalagi muncul di bulan Ramadan. "Karena kami menengarai ada banyak jenis mi instan dan makanan kemasan asal Korea dan Cina yang tidak halal akan tetapi mereka tidak memberikan informasi pada produk ( kandungan produknya) ini sangat merugikan konsumen apalagi saat ini umat Islam sedang melaksanakan ibadah puasa," kata Ikhsan Abdullahs selaku Direktur Indonesia Halal Watch dalam keterangan tertulis, Senin (19/6/2017).

Di bulan Ramadan, sambungnya, tentu saja seluruh umat muslim harus dilindungi untuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak halal (haram). Pihaknya  mengapresiasi hasil temuan BPPOM yang diumumkan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. "Dan ini kali pertama yang dilakukan dan kami minta harus terus menerus dilakukan denfan bekerjasama dengan kami dan LPPOM MUI agar masyarakat khususnya konsumen muslim merasa nyaman," tuturnya.

Dia pun mengungkapkan temuan mereka setahun lalu. Kala itu, pihaknya merilis 32 produk kemasan asal Cina dan mi asal Korea sebagai produk yang mencantumkan label halal, tetapi bukan label halal dari LPPOM MUI. Itu merupakan pelanggaran Hukum. Padahal, Indonesia sudah memiliki UU Nomot 33 tahun 2014 tentang Jaminan Poduk Halal yang telah diundangkan pada bulan Oktober tahun 2014.

Semestinya, sudah diberlakukan, khususnya bagi produk makanan dan minuman kemasan asing. "Tindakan produsen mengimpor dan mengedarkan produk mi instan dan makanan kemasan tersebut tentu sangat merugikan masyarakat, khususnya konsumen muslim. Dan saat itu telah kami lakukan teguran kepada distributornya di Jakarta dan Batam. Bahkan, ada yg telah kami lakukan tindakan hukum berupa pelaporan ke polisi," tandasnya. (cr1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Wako Cilegon Dibekuk KPK
Suap Ditransfer ke Cilegon United FC
Minggu, 24 September 2017 - 15:44 wib

Pesantren Babussalam Kerja Sama dengan KUIS Selangor
Minggu, 24 September 2017 - 14:21 wib

Myanmar Bersalah atas Genosida Rohingya
Minggu, 24 September 2017 - 14:13 wib
Apotek Sentral Sehat Disegel
PCC Nihil, Obat Kedaluarsa Ditemukan
Minggu, 24 September 2017 - 13:49 wib

Polisi Buru Pelaku Penembakan Buaya Raksasa
Minggu, 24 September 2017 - 13:32 wib

Iran Juga Luncurkan Rudal Khoramshahr
Minggu, 24 September 2017 - 12:29 wib
POLITIK
Rakerda PG Sempat Ricuh
Minggu, 24 September 2017 - 12:03 wib
Satu Beroperasi di Pekanbaru
OJK Stop Lima Investasi Bodong
Minggu, 24 September 2017 - 11:51 wib

Kominfo Blokir Situs Nikah Siri
Minggu, 24 September 2017 - 11:47 wib

Reputasi Rekor Tandang
Minggu, 24 September 2017 - 11:42 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Suap Ditransfer ke Cilegon United FC

Minggu, 24 September 2017 - 15:44 WIB

OJK Stop Lima Investasi Bodong

Minggu, 24 September 2017 - 11:51 WIB

Kominfo Blokir Situs Nikah Siri

Minggu, 24 September 2017 - 11:47 WIB

Waspadai Nikah Siri Berslogan Ibadah

Sabtu, 23 September 2017 - 10:00 WIB

Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Korsel

Sabtu, 23 September 2017 - 09:37 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us