Wonderful Indonesia
TERKAIT PEMBAHASAN LIMA ISU KRUSIAL
Pemerintah Ancam Pansus Pemilu? Ini Kata Mendagri
Senin, 19 Juni 2017 - 19:34 WIB > Dibaca 379 kali Print | Komentar
Pemerintah Ancam Pansus Pemilu? Ini Kata Mendagri
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pansus Rancangan Undang-Undang Pemilu hingga saat ini belum merampungkan tugas mereka. Terkait hal itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menbantah dirinya mengancam Pansus tersebut.

Dia mengaku, pemerintah sejatinya tak ingin pembahasan lima isu krusial dalam RUU tersebut mengalami kebuntuan. Untuk itu, pemerintah katanya hanya ingin fraksi-fraksi partai politik di parlemen bersama pihaknya mengedepankan musyawarah dalam RUU Pemilu. "Apa saya ada kata mengancam? Nggak. Silakan tanya yang menganggap saya mengancam. Saya kan bilang pemerintah kan inginnya musyawarah," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Menurutnya, presiden menyampaikan ingin meningkatkan kualitas demokrasi, yakni dengan ambang batas presiden (presidential threshold) sebesar 20-25 persen. Untuk itu, perlu adanya musyawarah terkait hal ini. Akan tetapi, ada yang menuduh besaran tersebut mengarah untuk terjadinya calon tunggal. Padahal pemilu sebelumnya, ada beberapa Paslon yang muncul dengan ambang batas 20-25 persen. "2009 muncul lima Paslon, 2014 ada dua aslon," tuturnya.

Setidaknya, kata dia, sudah 562 pasal yang dituntaskan dalam RUU Pemilu. Dari lima isu krusial yang menjadi perdebatan, dua isu sudah diambil kesepakatannya sehingga dia berharap adanya musyawarah untuk menyepakati tiga isu lainnya. Dua isu yang sejauh ini sudah berada di satu suara yakni parliamentary threshold di angka 4% dan sistem pemilu, yakni terbuka. "Masa tiga isu nggak bisa musyawarah. Kalo nggak bisa ya dibawa ke paripurna," ucapnya.

Dia sendiri mengatakan dirinya optimistis RUU Pemilu dapat selesai sebelum proses tahapan penyelenggaraan Pemilu dapat dimulai. Yakni pada Agustus 2017. "Kalau deadlock. Prinsip pemerintah Perppu jangan diobral. (Kecuali) kalau mendesak sekali. Tapi kami optimis selesai sampai habis lebaran, cukup waktu kan," tuntasnya.

Pemerintah sebelumnya bersikukuh menginginkan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) di angka 20-25 persen. Tjahjo pun beberapa waktu lalu lantas mengatakan, pemerintah akan menarik diri dari pembahasan dan akan menggunakan UU Pemilu yang lama plus mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) bila Pansus tak juga menemui kesepakatan. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
RUMOR TRANSFER PEMAIN
Man United Sempurna jika Dapatkan Gelandang Chelsea Ini
Jumat, 28 Juli 2017 - 18:02 wib
INTERNATIONAL CHAMPIONS CUP 2017
Tumbangkan Madrid, Guardiola Belum Puas?
Jumat, 28 Juli 2017 - 17:57 wib
DINILAI SANGAT TIDAK EFEKTIF
YLKI Kritik Larangan OJK soal Travel Umrah Promo
Jumat, 28 Juli 2017 - 17:49 wib
RUMOR TRANSFER PEMAIN
Alasan Emre Can Disarankan Tak Gabung Juventus
Jumat, 28 Juli 2017 - 17:43 wib
RUMOR TRANSFER PEMAIN
Berpeluang Gabung Barcelona, Ini Kata Dybala
Jumat, 28 Juli 2017 - 17:39 wib
JADI SAKSI SETYA NOVANTO
Ini Pengakuan Chairuman usai Diperiksa KPK
Jumat, 28 Juli 2017 - 17:32 wib
BERDASARKAN BEBERAPA FAKTOR
Keuangan Indonesia Dipastikan Normal, Ini Penjelasan Menkeu
Jumat, 28 Juli 2017 - 17:26 wib
AKSI TOLAK PERPPU ORMAS
Polisi Langsung Tindak HTI jika Ikut Aksi 287
Jumat, 28 Juli 2017 - 17:08 wib
BANGUN PEREKONOMIAN
Dua Pejabat Keuangan Baru Dilantik Sri Mulyani
Jumat, 28 Juli 2017 - 17:04 wib
GELAR PERTEMUAN DI CIKEAS
Disuguhi Nasi Goreng, Prabowo Puji Intel SBY
Jumat, 28 Juli 2017 - 16:58 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Disuguhi Nasi Goreng, Prabowo Puji Intel SBY

Jumat, 28 Juli 2017 - 16:58 WIB

Prabowo Anggap PT 20 Persen Lelucon Politik

Jumat, 28 Juli 2017 - 16:46 WIB

Begini Kritik Prabowo Terkait PT 20 Persen

Jumat, 28 Juli 2017 - 16:36 WIB

SBY: Pertemuan Pemimpin Parpol Biasa Saja

Jumat, 28 Juli 2017 - 16:26 WIB

Pilpres 2019, PKB Isyaratkan Kembali Dukung Jokowi
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us