Wonderful Indonesia
TERKAIT KENAIKAN TARIF DASAR LISTRIK
Karena Pernyataan Sang Dirut, DPR Minta PLN Diaudit
Senin, 19 Juni 2017 - 19:18 WIB > Dibaca 1179 kali Print | Komentar
Karena Pernyataan Sang Dirut, DPR Minta PLN Diaudit
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Audit terhadap pencabutan subsidi listrik yang dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) perlu dilaksanakan. Menurut Anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, terlebih lagi karena direktur utama perusahaan milik negara itu, Sofyan Basir memberi pernyataan yang tidak mengenakkan ke publik. Sofyan sebelumnya berguyon jika ingin tarif listrik turun, masyarakat diminta untuk mencabut meterannya.

Dia mengatakan hal itu sebagi tanggapan atas banyaknya keluhan masyarakat atas kenaikan harga akibat pencabutan subsidi listrik 900 Volt Amper (VA). "Ini juga harus diaudit. BPK harus audit pencabutan subsidi ini. Dirut? Dia kekanak-kanakan," katanya di Jakarta, Senin (19/6/2017).

Di sisi lain, diketahui bahwa selama ini tidak ada informasi dari PLN ketika mengeluarkan kebijakan terkait subsidi maupun kenaikan harga listrik. Pencabutan subsidi listrik memang berarti para pengguna 900 VA membayar dengan harga normal. "Di dapil bilang bu naik ya? Masyarakat mana ngerti subsidi. Yang mereka tahu saya bayar setiap bulan 100 ribu sekarang bayar 150 ribu," ucapnya.

PLN, sambungnya, setidaknya memberi informasi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kebijakan terkait listrik. "Pakai surat misalnya bahwa hari ini mereka sudah harga normal bukan subsidi sehingga masyarakat tahu," tegasnya.

Apabila ada penyesuaian tarif, masyarakat menengah ke atas memang tidak terlalu peduli dengan kenaikan harga walaupun tidak ada pemberitahuan resmi. "Tapi yang di bawah menjerit," tuturnya.

Dia menambahkan, tarif listrik di Indonesia tergolong mahal dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia. Hal itu karena PLN masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM). "Harusnya jangan BBM, pakai tuh gas, batu bara. Makanya harga listrik kita masih mahal. Coba pakai batu bara, gas, apalagi nuklir," ketusnya.

Lebih jauh, dia mencurigai masih ada pihak-pihak yang bermain sehingga PLN masih menggunakan BBM. Karena itu, audit terhadap perusahaan tersebut perlu dilakukan. "Ada beberapa orang yang mungkin dicurigai juga. Ini karena kepentingan banyak orang, karena kepentingan bisnis juga," tuntas politikus Partai Golkar itu. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERUNGKAP DALAM DAKWAAN JPU KPK
Novanto Libatkan Anak dan Istri dalam Proyek e-KTP, Begini Skenarionya
Kamis, 14 Desember 2017 - 17:20 wib
TERIMA KABAR DARI AJUDAN
Mengkhawatirkan, Begini Kondisi AM Fatwa Sebelum Meninggal Dunia
Kamis, 14 Desember 2017 - 17:10 wib
JADI SAHABAT BERTUKAR PIKIRAN
Sering Dikritik AM Fatwa, SBY Ucapkan Belasungkawa
Kamis, 14 Desember 2017 - 17:00 wib
PIALA DUNIA ANTARKLUB 2017
Madrid Dibuat Stres oleh Kiper Ini
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:55 wib
DITAHAN DI RUTAN PONDOK BAMBU
Kasasi Ditolak MA, Publik Penasaran Kondisi Terkini Jessica
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:50 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Resmi! Hakim Gugurkan Permohonan Praperadilan Setya Novanto
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:30 wib
GANTIKAN SETYA NOVANTO
Airlangga Jabat Ketum Golkar, Ini Reaksi Aziz Syamsuddin
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:20 wib
PAMITAN DENGAN DOKTER
Sebelum Wafat, AM Fatwa Sampaikan Pesan Ini kepada Ketua DPD
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:10 wib
DIANGKAT SESUAI AD/ART
Simak! Profil Airlangga Hartarto, Ketua Umum Golkar Pengganti Novanto
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:00 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Airlangga Jabat Ketum Golkar, Ini Reaksi Aziz Syamsuddin
Simak! Profil Airlangga Hartarto, Ketua Umum Golkar Pengganti Novanto
KPID Gelar Diskusi Ahli Mewujudkan Pilkada Riau yang Jujur dan Bersih
Demokrat Menunggu Putusan Majelis Tinggi

Kamis, 14 Desember 2017 - 11:25 WIB

Surat PKS soal Fahri Hamzah Akan Diproses

Kamis, 14 Desember 2017 - 11:22 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us