Wonderful Indonesia
PERLINDUNGAN KONSUMEN
MUI: Usut Kasus Mi Instan Mengandung Babi!
Senin, 19 Juni 2017 - 17:07 WIB > Dibaca 1147 kali Print | Komentar
MUI: Usut Kasus Mi Instan Mengandung Babi!
Mi Samyang.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kasus penemuan empat jenis mi instan yang mengandung fragmen DNA babi diusut tuntas. Sebab peredaran produk asal Korea Selatan dan Tiongkok itu jelas melanggar peraturan Badan POM Nomor 12/2016.

Wakil Ketua MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, mengatakan, sesuai dengan peraturan Badan POM Nomor 12/2016, apabila ada makanan dan minuman mengandung babi maka harus memberitahukan di kemasan produk makanan itu.

Selain itu empat mi instan impor itu memang belum memiliki sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat dan Kosmetika (LPPOM) MUI.

 "Jadi memang belum memiliki sertifikasi halal," ujar Zainut dalam keterangan tertulis yang diterima JPG, Senin (19/6).

Oleh sebab itu, anggota Komisi IV DPR itu meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas terhadap masalah ini. Apabila ditemukan ada unsur pelanggaran hukum maka harus dilakukan penindakan.

 "Memang harus dilakukan penindakan kepada semua pihak yang telah bertanggung jawab," tegasnya.

Selain itu, MUI juga meminta kepada masyarakat khusunya umat Islam untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan. Masyarakat harus cermat membaca daftar ramuan makanan yang tertera dalam bungkusnya.

"Itu dilakukan agar tidak tertipu oleh produk majanan yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh agama," pungkasnya.

Sekadar informasi keempat produk yang mengandung babi yang dicabut izin edarnya yakni Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mie Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.

Sebelumnya, BPOM menyatakan bahwa produk-produk tersebut tidak mengikuti aturan Kepala Badan POM Nomor 12 tahun 2016 bahwa pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi, harus mencantumkan tanda khusus. Itu berupa tulisan "Mengandung Babi" dan gambar babi.

Pihak importir juga disebutkan tidak menginformasikan kepada Badan POM saat pendaftaran untuk mendapatkan izin edar bahwa produk yang didaftarkan tersebut mengandung babi. (cr2/jpg)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TUAI KRITIK MASYARAKAT INTERNASIONAL
"Muslim Ban" Berakhir, Daftar Negara yang Dilarang Masuk AS Bertambah
Selasa, 26 September 2017 - 18:00 wib
PERTIMBANGKAN HASIL SIDANG MK
Ini Kata Agus Rahardjo soal Perpanjangan Masa Kerja Pansus Angket KPK
Selasa, 26 September 2017 - 17:50 wib
SAAT INGIN SALAT SUBUH
Kabiro Hukum KPK Nyaris Jadi Korban Pencurian, Begini Kronologisnya
Selasa, 26 September 2017 - 17:40 wib
RAPAT PARIPURNA DPR
Pansus Angket KPK Diperpanjang, Ini Alasan DPR
Selasa, 26 September 2017 - 17:30 wib
SESUAI PENGAKUAN SANG ISTRI
Bos Nikahsirri.com Terindikasi Gangguan Jiwa? Ini Jawaban Polisi
Selasa, 26 September 2017 - 17:20 wib
DIDUGA BERKONTEN PORNOGRAFI
Cari Bukti Perdagangan Orang, Polisi Datangi Rumah Pemilik Situs Nikahsirri.com
Selasa, 26 September 2017 - 17:00 wib
HADIRKAN SEJUMLAH BIG MATCH
Matchday 2 Liga Champions 2017-2018, Ini Jadwal Lengkapnya
Selasa, 26 September 2017 - 16:45 wib
SULIT DIAKSES
KPK Bantah Tudingan Kubu Setnov soal SOP Penyidikan
Selasa, 26 September 2017 - 16:30 wib
DIDUGA BERUNSUR PORNOGRAFI
Sikapi Kasus Nikahsirri.com, Ini Imbauan Kementerian Agama
Selasa, 26 September 2017 - 16:15 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Ditutup, Ada 1,2 Juta Pelamar CPNS

Selasa, 26 September 2017 - 14:14 WIB

Setnov Beberkan LHP BPK

Selasa, 26 September 2017 - 13:03 WIB

Gelontorkan 7,4 Juta Keping Blangko KTP-el

Selasa, 26 September 2017 - 12:02 WIB

Soal Pembubaran Seminar di LBH, Ini Aspirasi dari Perwakilan Ormas
Ini Klarifikasi MUI soal Pesan Berantai 70 Ustaz yang Perlu Diwaspadai
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us