Wonderful Indonesia
PERLINDUNGAN KONSUMEN
MUI: Usut Kasus Mi Instan Mengandung Babi!
Senin, 19 Juni 2017 - 17:07 WIB > Dibaca 1341 kali Print | Komentar
MUI: Usut Kasus Mi Instan Mengandung Babi!
Mi Samyang.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kasus penemuan empat jenis mi instan yang mengandung fragmen DNA babi diusut tuntas. Sebab peredaran produk asal Korea Selatan dan Tiongkok itu jelas melanggar peraturan Badan POM Nomor 12/2016.

Wakil Ketua MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, mengatakan, sesuai dengan peraturan Badan POM Nomor 12/2016, apabila ada makanan dan minuman mengandung babi maka harus memberitahukan di kemasan produk makanan itu.

Selain itu empat mi instan impor itu memang belum memiliki sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat dan Kosmetika (LPPOM) MUI.

 "Jadi memang belum memiliki sertifikasi halal," ujar Zainut dalam keterangan tertulis yang diterima JPG, Senin (19/6).

Oleh sebab itu, anggota Komisi IV DPR itu meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas terhadap masalah ini. Apabila ditemukan ada unsur pelanggaran hukum maka harus dilakukan penindakan.

 "Memang harus dilakukan penindakan kepada semua pihak yang telah bertanggung jawab," tegasnya.

Selain itu, MUI juga meminta kepada masyarakat khusunya umat Islam untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan. Masyarakat harus cermat membaca daftar ramuan makanan yang tertera dalam bungkusnya.

"Itu dilakukan agar tidak tertipu oleh produk majanan yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh agama," pungkasnya.

Sekadar informasi keempat produk yang mengandung babi yang dicabut izin edarnya yakni Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mie Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.

Sebelumnya, BPOM menyatakan bahwa produk-produk tersebut tidak mengikuti aturan Kepala Badan POM Nomor 12 tahun 2016 bahwa pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi, harus mencantumkan tanda khusus. Itu berupa tulisan "Mengandung Babi" dan gambar babi.

Pihak importir juga disebutkan tidak menginformasikan kepada Badan POM saat pendaftaran untuk mendapatkan izin edar bahwa produk yang didaftarkan tersebut mengandung babi. (cr2/jpg)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Pilgubri 2018
Baliho Kampanye Jangan Asal Pasang
Senin, 22 Januari 2018 - 10:55 wib

Dukung Pengembangan Industri di Riau
Senin, 22 Januari 2018 - 10:52 wib
Bawaslu Panggil Tiga ASN
Berkas Syarat Calon Diteliti Sepekan
Senin, 22 Januari 2018 - 10:47 wib
Fun Walk HUT Ke-4 RS Awal Bros Panam
Terus Berinovasi dan Lebih Dekat dengan Masyarakat
Senin, 22 Januari 2018 - 10:45 wib

Masih Banyak Warga Belum Terdata
Senin, 22 Januari 2018 - 10:39 wib
POLITIK
Gagal Balon, Syamsurizal ke Firdaus-Rusli
Senin, 22 Januari 2018 - 10:38 wib

DPRD Minta BLH Tindak Perusahaan Nakal
Senin, 22 Januari 2018 - 10:37 wib
POLITIK
Kerukunan Masyarakat Jawa Riau Siap Menangkan Pasangan AYO
Senin, 22 Januari 2018 - 10:28 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Harus Tegas dan Terbuka Pembahasan Pasal Perzinahan dan LGBT
Jalan Tol Pertama di Lampung Diresmikan

Senin, 22 Januari 2018 - 10:14 WIB

Umrah Tidak Ada Waiting List

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:57 WIB

Bupati Rita Mengaku Suka Tas KW

Sabtu, 20 Januari 2018 - 13:15 WIB

Februari, Jokowi Replanting Sawit ke Riau

Sabtu, 20 Januari 2018 - 11:24 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us