Wonderful Indonesia
POLEMIK SEKOLAH 5 HARI
Pelajar Bisa Berpaham Radikal karena Full Day School, Ini Alasannya
Minggu, 18 Juni 2017 - 03:00 WIB > Dibaca 1706 kali Print | Komentar
Pelajar Bisa Berpaham Radikal karena Full Day School, Ini Alasannya
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang mengatur sekolah 8 jam sehari (full day school) berpotensi menciptakan pelajar-pelajar yang berpaham radikal. Hal itu sebagaimana dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Marsudi Syuhud.

Adapun Marsudi menyoroti Pasal 5 yang mengatur tentang ekstrakuliker, yakni kegiatan keagamaan ditempatkan di posisi terakhir. "Yang ke-10 baru tentang keagamaan. Inilah yang disebut Madrasah Diniyah. Madrasah Diniyah di ekstrakulikulernya Permen (peraturan menteri) baru ini menjadi nomor buntut. Artinya hanya mendapatkan sepersepuluh dari porsi ekstrakulikuler," ujarnya dalam diskusi bertajuk ’Ribut-Ribut Full Day School’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/6/2017).

Selain itu, dia pun menyoroti Pasal 5 ayat 7 yang mengatur kegiatan keagamaan yang meliputi Madrasah Diniyah, pesantren kilat, ceramah keagamaan, katekisasi, retreat, baca tulis Alquran dan kitab suci lainnya. "Sudah kegiatan keagamaan ini menjadi nomor 10 yang berarti cuma sepersepuluh, masih dikecilkan lagi yang namanya madrasah diniyah. Ini dibagi lima lagi," tegasnya.

Karena itu, dia mengingatkan, dengan Permen tersebut, pemahaman agama anak-anak akan sangat kurang. Akan banyak pelajar yang tidak mengerti ajaran agama yang seharusnya. "Ghiroh-nya (semangatnya) akan agama besar, tapi pemahamannya sedikit, tauhidnya belum bener. Jadinya radikal, mudah mengkafir-kafirkan orang lain. Melihat yang berbeda dikit langsung disebut kafir, ini bahaya," jelasnya.(ipk/mam)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DAPAT PERHATIAN KHUSUS
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:00 wib
UNTUK NAIKKAN ELEKTABILITAS
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:45 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:30 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:15 wib
SAMBUT BAIK USAHA PEMBERANTASAN KORUPSI
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:00 wib
MASA JABATAN BERAKHIR
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:30 wib
SOAL ISTILAH PRIBUMI
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:20 wib
PASCA-PEMBUBARAN
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:10 wib
UNTUK SATU POSTINGAN INSTAGRAM
Soal Endorse Rp100 Juta, Syahrini Akui Hanya Bercanda
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:00 wib
PILPRES 2019
Saingi Jokowi, Apa yang Sudah Diperbuat Prabowo?
Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
UIN Suska Miliki Ahli Fiqih Zakat

Kamis, 19 Oktober 2017 - 10:09 WIB

UR Fasilitasi Revitalisasi Pembinaan Petani Sawit Swadaya
Siswa SMA Education 21 Kulim Raih Beasiswa Singapura

Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:27 WIB

Dr Erlin MKom Nakhodai STMIK Amik Riau

Rabu, 18 Oktober 2017 - 09:22 WIB

Kasek Belum Paham Buat RKS

Rabu, 18 Oktober 2017 - 09:20 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us