Wonderful Indonesia
POLEMIK SEKOLAH 5 HARI
Pelajar Bisa Berpaham Radikal karena Full Day School, Ini Alasannya
Minggu, 18 Juni 2017 - 03:00 WIB > Dibaca 1843 kali Print | Komentar
Pelajar Bisa Berpaham Radikal karena Full Day School, Ini Alasannya
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang mengatur sekolah 8 jam sehari (full day school) berpotensi menciptakan pelajar-pelajar yang berpaham radikal. Hal itu sebagaimana dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Marsudi Syuhud.

Adapun Marsudi menyoroti Pasal 5 yang mengatur tentang ekstrakuliker, yakni kegiatan keagamaan ditempatkan di posisi terakhir. "Yang ke-10 baru tentang keagamaan. Inilah yang disebut Madrasah Diniyah. Madrasah Diniyah di ekstrakulikulernya Permen (peraturan menteri) baru ini menjadi nomor buntut. Artinya hanya mendapatkan sepersepuluh dari porsi ekstrakulikuler," ujarnya dalam diskusi bertajuk ’Ribut-Ribut Full Day School’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/6/2017).

Selain itu, dia pun menyoroti Pasal 5 ayat 7 yang mengatur kegiatan keagamaan yang meliputi Madrasah Diniyah, pesantren kilat, ceramah keagamaan, katekisasi, retreat, baca tulis Alquran dan kitab suci lainnya. "Sudah kegiatan keagamaan ini menjadi nomor 10 yang berarti cuma sepersepuluh, masih dikecilkan lagi yang namanya madrasah diniyah. Ini dibagi lima lagi," tegasnya.

Karena itu, dia mengingatkan, dengan Permen tersebut, pemahaman agama anak-anak akan sangat kurang. Akan banyak pelajar yang tidak mengerti ajaran agama yang seharusnya. "Ghiroh-nya (semangatnya) akan agama besar, tapi pemahamannya sedikit, tauhidnya belum bener. Jadinya radikal, mudah mengkafir-kafirkan orang lain. Melihat yang berbeda dikit langsung disebut kafir, ini bahaya," jelasnya.(ipk/mam)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIGELAR PERTENGAHAN FEBRUARI
Duel Super Panas Tersaji di Babak 16 Besar Liga Champions, Ini Hasil Undiannya
Senin, 11 Desember 2017 - 20:45 wib
SIDANG PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Saksi Ahli Sebut Hak Novanto Dirampas, KPK: Kami Terkejut
Senin, 11 Desember 2017 - 20:30 wib
USAI RAPAT BAMUS
Batal Jadi Ketua DPR, Begini Komentar Aziz Syamsudin
Senin, 11 Desember 2017 - 20:20 wib
PENUHI PANGGILAN
Sambangi KPK Terkait Kasus Novanto, Ini Komentar Eks Wartawan Metro TV
Senin, 11 Desember 2017 - 20:10 wib
TERKAIT TUDINGAN SUDAH MENIKAH
Ayu Ting Ting Kaget Periasnya Disomasi Via Vallen
Senin, 11 Desember 2017 - 20:00 wib
PUNCAK PERINGATAN HAKI
Kasus Korupsi Jerat 313 Kepala Daerah dalam 13 Tahun Terakhir
Senin, 11 Desember 2017 - 19:40 wib
TERKAIT TARGET PEMERINTAH
Meski Sering Dikritik, Menko Darmin Sebut Ekonomi Indonesia Baik, Alasannya
Senin, 11 Desember 2017 - 19:30 wib
LAKUKAN PREVENTIVE STRIKE
Jelang Natal dan Tahun Baru, Polri Belum Dengar Informasi Adanya Teror
Senin, 11 Desember 2017 - 19:20 wib
SHARING DAN EDUKASI INKLUSI
Kesadaran Pajak Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi
Senin, 11 Desember 2017 - 19:14 wib
TERKAIT ADANYA PRODUK KEDALUWARSA
YLKI Imbau Konsumen Waspadai Diskon dan Cuci Gudang Akhir Tahun
Senin, 11 Desember 2017 - 19:10 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Targetkan Prestasi Terbaik di MTQ Provinsi

Jumat, 08 Desember 2017 - 10:15 WIB

Borong 11 Medali Sekaligus

Jumat, 08 Desember 2017 - 09:45 WIB

SMK Abdurrab Gelar Seminar Kesehatan

Kamis, 07 Desember 2017 - 09:57 WIB

Kartika Nurwita Kurniati Wakili Indonesia ke Finlandia

Kamis, 07 Desember 2017 - 09:53 WIB

Unilak-Fakultas Hukum-LPSK Jalin MoU dan MoA

Rabu, 06 Desember 2017 - 15:16 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us