Wonderful Indonesia
IMBAU MASYARAKAT DONASIKAN BUKU
Gratis Biaya Kirim Buku di Pos Indonesia untuk Gerakan Literasi Nasional
Sabtu, 17 Juni 2017 - 18:00 WIB > Dibaca 830 kali Print | Komentar
Gratis Biaya Kirim Buku di Pos Indonesia untuk Gerakan Literasi Nasional
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setiap tanggal 17, diperingati Gerakan Literasi Nasional yang merupkan program untuk lebih meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia yang saat ini masih sangat rendah. Selain itu, gerakan tersebut juga merupakan salah satu cara pemerintah untuk menangkal berita negatif, provokatif maupun hoax.

"Masyarakat jarang mau baca. Akibatnya mudah sekali mendapatkan informasi negatif, hoaks, dan konten lainnya tanpa lebih dahulu melakukan verifikasi kepada sumber yang sahih. Literasi ini sangat perlu terutama untuk masyarakat dengan level yang harus lebih ditingkatkan lagi," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Kantor Pos Jakarta Timur, Sabtu (17/6/2017).

"Ayo donasikan bukumu. Dengan semakin banyak membaca, baik buku, koran atau dari informasi yang sahih lainnya, hal ini sekaligus untuk menangkal peredakan konten negatif atau hoaks yang kian hari kian menghawatirkan. Kami juga melakukan kerja sama dengan MUI, Mapindo dan lainnya untuk mencegah ini," imbuhnya.

Saat bertemu pegiat literasi nasional, Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memerintahkan PT Pos Indonesia untuk membantu mendistribusikan buku-buku yang telah terkumpul dan mengirimkannya kepada pegiat Ayo Baca Buku di seluruh Indonesia. Alasan Jokowi memilih Pos Indonesia adalah jangkauan yang mencapai seluruh pulau-pulau tanah air.

"Drop saja ke Kantor Pos. Biar kami nanti yang akan mengantar ke tujuannya," ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono.

Menurutnya, hingga kini semua biaya pengiriman ditanggung oleh Pos Indonesia. Akan tetapi, jika nantinya ada effect cost yang signifikan memengaruhi botom line Pos, tentu pihaknya akan berbagi dengan BUMN besar lainnya. "Sementara ini kami mengalir dulu. Tapi jika nanti memengaruhi effect cost, kami akan share dengan BUMN besar lainnya seperti Pertamina, PLN dan bank-bank BUMN serta BUMN lainnya. Pastilah mereka willing dalam mencerdaskan bangsa. Pasti adalah yang bersedia dan juga peduli," sebutnya.

"Kami di Pos tidak perlu mempertanyakan (masalah biaya pengiriman). Kami paham Indonesia butuh ini. Gerakan ini seharusnya telah berlangsung puluhan tahun lalu. Meski terlambat namun gerakan semacam ini memang harus dilakukan. Targetnya semakin banyak anak Indonesia di bawah 15 tahun yang gemar membaca,” tuturnya.

Tompi yang didaulat untuk memberi testimoni dalam kesempatan itu menceritakan kenangan pahitnya saat menjalani masa kecil di Provinsi  Aceh. Dia kerap disuruh ibunya untuk membeli bumbu dapur. Meski jarak warung dari rumahnya hanya lima menit, tetapi artis yang juga berprofesi sebagai dokter itu mengaku perlu waktu 45 menit untuk membeli cabai dengan bungkus koran itu. Bahkan, saudara yang lain harus menyusulnya untuk membawa cabai pesanan ibunya. "Ya korannya saya baca, jadi beli cabainya lama. Saya merasakan membaca itu manfaatnya sangat besar terutama untuk anak-anak. Saya mengimbau kepada masyarakat untuk mengirimkan buku setiap tanggal 17," jelasnya.

Gerakan itu, imbuhnya, sangat bermanfaat, terutama untuk anak-anak di luar Jawa. Tompi juga berjanji mengirimkan buku untuk anak-anak. Dalam kesempatan itu, hadir pula Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah, Sekretaris Badan Usaha Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang juga menjabat sebagai Komandan (GLN) Ilza Mayuni, Dewan Komisaris PT Pos Indonesia Karyono Supomo, jajaran direksi PT Pos Indonesia, Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia, dan pegiat literasi. (jos)

Sumber:JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIPREDIKSI MENANG MUDAH
Lawan Kamboja, Timnas Tak Boleh Pandang Remeh
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:49 wib
DIDUGA LAKUKAN PENIPUAN
Keras! Ini Kritik Din Syamsuddin ke K‎emenag Terkait First Travel
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:35 wib
BERTUJUAN MEMENANGKAN PERKARA
Kasus Suap Panitera PN Jaksel, KPK Bidik Keterlibatan Hakim
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:28 wib
DILARANG BERTANDING LIMA LAGA
Asosiasi Sepakbola Spanyol Tolak Banding Madrid Terkait Kasus Ronaldo
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:14 wib
ENGLISH PREMIER LEAGUE
Belum Mainkan Coutinho, Klopp: Saya Tak Punya Masalah dengan Dia
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:00 wib
USUL FAHRI HAMZAH
Diminta Panggil Jokowi ke DPR, Ini Tanggapan Pansus Angket KPK
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:48 wib
SEORANG PELAKU DIAMANKAN
Sindikat Penjual Data Nasabah Berhasil Diungkap Bareskrim, Ini Harganya
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:32 wib
PLAY-OFF LIGA CHAMPIONS
Bek Liverpool Enggan Remehkan Hoffenheim
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:25 wib
DINILAI SEBAGAI ISU LAMA
Terkait Desakan Penerbitan Perppu, KPK Akui Percaya Presiden
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:19 wib
TEPAT DI MOMEN HUT RI
Pembakar Umbul-umbul Merah Putih Ternyata Masih Remaja, Begini Reaksi Polri
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:00 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Pencairan Kartu Indonesia Pintar Ternyata Masih Rendah
Disdik Kekurangan 1.067 Guru

Rabu, 23 Agustus 2017 - 11:58 WIB

Akhir Agustus, Kasek Baru Dilantik

Rabu, 23 Agustus 2017 - 11:51 WIB

Sekolah Diminta Peka pada Siswa Miskin

Rabu, 23 Agustus 2017 - 11:37 WIB

Zetizen-BEM UR Sosialisasi National Challenge

Rabu, 23 Agustus 2017 - 11:19 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us