Wonderful Indonesia
IMBAU MASYARAKAT DONASIKAN BUKU
Gratis Biaya Kirim Buku di Pos Indonesia untuk Gerakan Literasi Nasional
Sabtu, 17 Juni 2017 - 18:00 WIB > Dibaca 1031 kali Print | Komentar
Gratis Biaya Kirim Buku di Pos Indonesia untuk Gerakan Literasi Nasional
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setiap tanggal 17, diperingati Gerakan Literasi Nasional yang merupkan program untuk lebih meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia yang saat ini masih sangat rendah. Selain itu, gerakan tersebut juga merupakan salah satu cara pemerintah untuk menangkal berita negatif, provokatif maupun hoax.

"Masyarakat jarang mau baca. Akibatnya mudah sekali mendapatkan informasi negatif, hoaks, dan konten lainnya tanpa lebih dahulu melakukan verifikasi kepada sumber yang sahih. Literasi ini sangat perlu terutama untuk masyarakat dengan level yang harus lebih ditingkatkan lagi," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Kantor Pos Jakarta Timur, Sabtu (17/6/2017).

"Ayo donasikan bukumu. Dengan semakin banyak membaca, baik buku, koran atau dari informasi yang sahih lainnya, hal ini sekaligus untuk menangkal peredakan konten negatif atau hoaks yang kian hari kian menghawatirkan. Kami juga melakukan kerja sama dengan MUI, Mapindo dan lainnya untuk mencegah ini," imbuhnya.

Saat bertemu pegiat literasi nasional, Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memerintahkan PT Pos Indonesia untuk membantu mendistribusikan buku-buku yang telah terkumpul dan mengirimkannya kepada pegiat Ayo Baca Buku di seluruh Indonesia. Alasan Jokowi memilih Pos Indonesia adalah jangkauan yang mencapai seluruh pulau-pulau tanah air.

"Drop saja ke Kantor Pos. Biar kami nanti yang akan mengantar ke tujuannya," ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono.

Menurutnya, hingga kini semua biaya pengiriman ditanggung oleh Pos Indonesia. Akan tetapi, jika nantinya ada effect cost yang signifikan memengaruhi botom line Pos, tentu pihaknya akan berbagi dengan BUMN besar lainnya. "Sementara ini kami mengalir dulu. Tapi jika nanti memengaruhi effect cost, kami akan share dengan BUMN besar lainnya seperti Pertamina, PLN dan bank-bank BUMN serta BUMN lainnya. Pastilah mereka willing dalam mencerdaskan bangsa. Pasti adalah yang bersedia dan juga peduli," sebutnya.

"Kami di Pos tidak perlu mempertanyakan (masalah biaya pengiriman). Kami paham Indonesia butuh ini. Gerakan ini seharusnya telah berlangsung puluhan tahun lalu. Meski terlambat namun gerakan semacam ini memang harus dilakukan. Targetnya semakin banyak anak Indonesia di bawah 15 tahun yang gemar membaca,” tuturnya.

Tompi yang didaulat untuk memberi testimoni dalam kesempatan itu menceritakan kenangan pahitnya saat menjalani masa kecil di Provinsi  Aceh. Dia kerap disuruh ibunya untuk membeli bumbu dapur. Meski jarak warung dari rumahnya hanya lima menit, tetapi artis yang juga berprofesi sebagai dokter itu mengaku perlu waktu 45 menit untuk membeli cabai dengan bungkus koran itu. Bahkan, saudara yang lain harus menyusulnya untuk membawa cabai pesanan ibunya. "Ya korannya saya baca, jadi beli cabainya lama. Saya merasakan membaca itu manfaatnya sangat besar terutama untuk anak-anak. Saya mengimbau kepada masyarakat untuk mengirimkan buku setiap tanggal 17," jelasnya.

Gerakan itu, imbuhnya, sangat bermanfaat, terutama untuk anak-anak di luar Jawa. Tompi juga berjanji mengirimkan buku untuk anak-anak. Dalam kesempatan itu, hadir pula Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah, Sekretaris Badan Usaha Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang juga menjabat sebagai Komandan (GLN) Ilza Mayuni, Dewan Komisaris PT Pos Indonesia Karyono Supomo, jajaran direksi PT Pos Indonesia, Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia, dan pegiat literasi. (jos)

Sumber:JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIGELAR PERTENGAHAN FEBRUARI
Duel Super Panas Tersaji di Babak 16 Besar Liga Champions, Ini Hasil Undiannya
Senin, 11 Desember 2017 - 20:45 wib
SIDANG PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Saksi Ahli Sebut Hak Novanto Dirampas, KPK: Kami Terkejut
Senin, 11 Desember 2017 - 20:30 wib
USAI RAPAT BAMUS
Batal Jadi Ketua DPR, Begini Komentar Aziz Syamsudin
Senin, 11 Desember 2017 - 20:20 wib
PENUHI PANGGILAN
Sambangi KPK Terkait Kasus Novanto, Ini Komentar Eks Wartawan Metro TV
Senin, 11 Desember 2017 - 20:10 wib
TERKAIT TUDINGAN SUDAH MENIKAH
Ayu Ting Ting Kaget Periasnya Disomasi Via Vallen
Senin, 11 Desember 2017 - 20:00 wib
PUNCAK PERINGATAN HAKI
Kasus Korupsi Jerat 313 Kepala Daerah dalam 13 Tahun Terakhir
Senin, 11 Desember 2017 - 19:40 wib
TERKAIT TARGET PEMERINTAH
Meski Sering Dikritik, Menko Darmin Sebut Ekonomi Indonesia Baik, Alasannya
Senin, 11 Desember 2017 - 19:30 wib
LAKUKAN PREVENTIVE STRIKE
Jelang Natal dan Tahun Baru, Polri Belum Dengar Informasi Adanya Teror
Senin, 11 Desember 2017 - 19:20 wib
SHARING DAN EDUKASI INKLUSI
Kesadaran Pajak Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi
Senin, 11 Desember 2017 - 19:14 wib
TERKAIT ADANYA PRODUK KEDALUWARSA
YLKI Imbau Konsumen Waspadai Diskon dan Cuci Gudang Akhir Tahun
Senin, 11 Desember 2017 - 19:10 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Targetkan Prestasi Terbaik di MTQ Provinsi

Jumat, 08 Desember 2017 - 10:15 WIB

Borong 11 Medali Sekaligus

Jumat, 08 Desember 2017 - 09:45 WIB

SMK Abdurrab Gelar Seminar Kesehatan

Kamis, 07 Desember 2017 - 09:57 WIB

Kartika Nurwita Kurniati Wakili Indonesia ke Finlandia

Kamis, 07 Desember 2017 - 09:53 WIB

Unilak-Fakultas Hukum-LPSK Jalin MoU dan MoA

Rabu, 06 Desember 2017 - 15:16 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us