Wonderful Indonesia
IMBAU MASYARAKAT DONASIKAN BUKU
Gratis Biaya Kirim Buku di Pos Indonesia untuk Gerakan Literasi Nasional
Sabtu, 17 Juni 2017 - 18:00 WIB > Dibaca 934 kali Print | Komentar
Gratis Biaya Kirim Buku di Pos Indonesia untuk Gerakan Literasi Nasional
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setiap tanggal 17, diperingati Gerakan Literasi Nasional yang merupkan program untuk lebih meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia yang saat ini masih sangat rendah. Selain itu, gerakan tersebut juga merupakan salah satu cara pemerintah untuk menangkal berita negatif, provokatif maupun hoax.

"Masyarakat jarang mau baca. Akibatnya mudah sekali mendapatkan informasi negatif, hoaks, dan konten lainnya tanpa lebih dahulu melakukan verifikasi kepada sumber yang sahih. Literasi ini sangat perlu terutama untuk masyarakat dengan level yang harus lebih ditingkatkan lagi," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Kantor Pos Jakarta Timur, Sabtu (17/6/2017).

"Ayo donasikan bukumu. Dengan semakin banyak membaca, baik buku, koran atau dari informasi yang sahih lainnya, hal ini sekaligus untuk menangkal peredakan konten negatif atau hoaks yang kian hari kian menghawatirkan. Kami juga melakukan kerja sama dengan MUI, Mapindo dan lainnya untuk mencegah ini," imbuhnya.

Saat bertemu pegiat literasi nasional, Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memerintahkan PT Pos Indonesia untuk membantu mendistribusikan buku-buku yang telah terkumpul dan mengirimkannya kepada pegiat Ayo Baca Buku di seluruh Indonesia. Alasan Jokowi memilih Pos Indonesia adalah jangkauan yang mencapai seluruh pulau-pulau tanah air.

"Drop saja ke Kantor Pos. Biar kami nanti yang akan mengantar ke tujuannya," ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono.

Menurutnya, hingga kini semua biaya pengiriman ditanggung oleh Pos Indonesia. Akan tetapi, jika nantinya ada effect cost yang signifikan memengaruhi botom line Pos, tentu pihaknya akan berbagi dengan BUMN besar lainnya. "Sementara ini kami mengalir dulu. Tapi jika nanti memengaruhi effect cost, kami akan share dengan BUMN besar lainnya seperti Pertamina, PLN dan bank-bank BUMN serta BUMN lainnya. Pastilah mereka willing dalam mencerdaskan bangsa. Pasti adalah yang bersedia dan juga peduli," sebutnya.

"Kami di Pos tidak perlu mempertanyakan (masalah biaya pengiriman). Kami paham Indonesia butuh ini. Gerakan ini seharusnya telah berlangsung puluhan tahun lalu. Meski terlambat namun gerakan semacam ini memang harus dilakukan. Targetnya semakin banyak anak Indonesia di bawah 15 tahun yang gemar membaca,” tuturnya.

Tompi yang didaulat untuk memberi testimoni dalam kesempatan itu menceritakan kenangan pahitnya saat menjalani masa kecil di Provinsi  Aceh. Dia kerap disuruh ibunya untuk membeli bumbu dapur. Meski jarak warung dari rumahnya hanya lima menit, tetapi artis yang juga berprofesi sebagai dokter itu mengaku perlu waktu 45 menit untuk membeli cabai dengan bungkus koran itu. Bahkan, saudara yang lain harus menyusulnya untuk membawa cabai pesanan ibunya. "Ya korannya saya baca, jadi beli cabainya lama. Saya merasakan membaca itu manfaatnya sangat besar terutama untuk anak-anak. Saya mengimbau kepada masyarakat untuk mengirimkan buku setiap tanggal 17," jelasnya.

Gerakan itu, imbuhnya, sangat bermanfaat, terutama untuk anak-anak di luar Jawa. Tompi juga berjanji mengirimkan buku untuk anak-anak. Dalam kesempatan itu, hadir pula Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah, Sekretaris Badan Usaha Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang juga menjabat sebagai Komandan (GLN) Ilza Mayuni, Dewan Komisaris PT Pos Indonesia Karyono Supomo, jajaran direksi PT Pos Indonesia, Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia, dan pegiat literasi. (jos)

Sumber:JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
RESMI JADI KADER
Elektabilitas Prabowo Dibebankan kepada Ahmad Dhani? Ini Kata Gerindra
Kamis, 18 Oktober 2017 - 21:00 wib
REGISTRASI SIM CARD PRABAYAR
Unik, Kemenkominfo Gunakan Ibu "Pengabdi Setan" untuk Pemberitahuan
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:45 wib
TIMBULKAN PRO DAN KONTRA
Belum Bersikap, Mendagri Pelajari Teks Pidato Anies Singgung Pribumi
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:30 wib
JADI PERTIMBANGAN
Tolak Pembentukan Densus Antikorupsi, JK Diyakini Sudah Tanya Menteri
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:15 wib
PILIH LIBURAN KE LABUAN BAJO
Djarot Tak Hadir Sertijab, Pengamat: Kelihatan Panggung Aslinya
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:00 wib
HASIL SURVEI MEDIAN
Ternyata, Prabowo Jadi Pilihan Konstituen Parpol Pendukung Pemerintah
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:40 wib
BUTUH WAKTU 27 MENIT
Denmark Open, Tunggal Putra Indonesia Melaju ke Babak Kedua
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:30 wib
SIRATKAN KETIDAKSETUJUAN
Jusuf Kalla Dikritik Fahri Hamzah Terkait Densus Tipikor
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:20 wib
PERNAH IKUT KONVENSI DEMOKRAT
Mungkinkah Anies Berambisi Maju Pilpres 2019? Ini Kata Pengamat
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:10 wib
PANDANGAN PENGAMAT
Anies Berpeluang Diusung Tiga Partai Ini di Pilpres 2019
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:00 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Siswa SMA Education 21 Kulim Raih Beasiswa Singapura

Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:27 WIB

Dr Erlin MKom Nakhodai STMIK Amik Riau

Rabu, 18 Oktober 2017 - 09:22 WIB

Kasek Belum Paham Buat RKS

Rabu, 18 Oktober 2017 - 09:20 WIB

DKV SMKN 4 Pekanbaru  Unjuk Gigi  dengan  Karya

Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:00 WIB

BJ Habibie Tandatangani Prasasti  Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini