Wonderful Indonesia
PROGRAM PENGUATAN KARAKTER
Begini Penjelasan Kemendikbud soal Full Day School
Sabtu, 17 Juni 2017 - 16:36 WIB > Dibaca 582 kali Print | Komentar
Begini Penjelasan Kemendikbud soal Full Day School
Mendikbud Muhadjir Effendy. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang akan melakukan penerapan full day school di Juli 2017 mendatang, atau di tahun ajaran baru menuai reaksi pro dan kontra. Menurut Kepala Biro Komunukasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ari Santoso, adanya full day school itu bukan berarti para siswa harus berada di sekolah selama 8 jam.

Dia menyebut, dari 8 jam itu akan dibagi dengan kegiatan belajar di luar sekolah. "Jadi, memang enggak 8 jam itu diselesaikan di sekolah, kan ada kegiatan di luar (misalnya ekstra kulikuler) dan belajar kelompok," ujarnya dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (17/6/2017).

Diterangkannya, 8 jam itu juga tidak diisi dengan materi pelajaran‎ secara terus menerus sehingga ada penguatan karakter lewat kegiatan ekstra kulikuler. Karena itu, dia menilai publik belum paham sepenuhnya mengenai mekanisme full day school tersebut. "Jadi, niat pemerintah bukan menambah kegiatan intrakulikuler tapi menambah waktu bermain anak lewat ekstrakulikuler," tegasnya.

Karena itu, dia menolak apabila program full day school dinilai menyandera para siswa dan siswi di sekolah. Dia menilai, pemerintah menambah 8 jam belajar itu semata-mata untuk memberkuat pendidikan karakter. Seperti adanya jam khusus siswa melakukan kegiatan ekstrakulikuler. "Padahal full day school ini asalah memperkuat pendidikan karakter," sebutnya.

Mendikbud Muhadjir Effendy sebelumnya telah menetapkan Permen Nomor 23/2017 tentang Hari Sekolah yang mengatur sekolah 8 jam sehari dan selama 5 hari atau full day school. Kebijakan itu juga berlaku pada tahun ajaran baru yang jautuh pada Juli 2017. Kehadiran Permen itu merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 19/2017 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74/2008 tantang Guru. Muhadjir menilai, selama ini di sekolah negeri khusunya memang hanya belajar dari Senin hingga Jumat.

Namun, siswa masih terbebani dengan kegiatan ekstrakulikuler pada Sabtu atau Ahad. Dengan adanya aturan itu, siswa tidak perlu lagi berkegiatan di hari Sabtu ataupun Ahad. Dua hari itu nantinya benar-benar menjadi hari libur bagi para siswa.(cr2)

Sumber:JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PENYERANGAN MAPOLDA SUMUT
Teroris Itu Tikam Leher dan Dada Aiptu Martua
Senin, 26 Juni 2017 - 08:09 wib
DARI TEMUAN DOKUMEN DI KEDIAMAN PELAKU
Penyerang Mapolda Sumut Diduga Pro-ISIS
Senin, 26 Juni 2017 - 07:52 wib

Mudik ke Jogja? Nikmati Keindahan 10 Pantai Ini
Senin, 26 Juni 2017 - 02:49 wib
IDUL FITRI 1438 H
Kapolda Salat Ied Bersama Gubri di Masjid Annur
Senin, 25 Juni 2017 - 20:56 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Disdik Riau Berikan Rekomendasi Izin Operasional SMK Akbar Pekanbaru
DPR: Yang Dilakukan Presiden Sudah Tepat

Rabu, 21 Juni 2017 - 00:08 WIB

Presiden Diingatkan akan Banyaknya Masalah Pendidikan
Pengamat: Kebijakan FDS Tak Perlu Sampai Ditangani Presiden
Sekolah Lima Hari Batal, Gerindra Sindir Jokowi

Selasa, 20 Juni 2017 - 16:06 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us