Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
PPATK GELAR KOORDINASI
Laporan Harta Kekayaan Para Profesional Masih Minim
Jumat, 16 Juni 2017 - 19:53 WIB > Dibaca 515 kali Print | Komentar
Laporan Harta Kekayaan Para Profesional Masih Minim
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Profesi seperti advokad, notaris, PPAT, akuntan, akuntan publik dan perencanaan, diwajibkan untuk menerapkan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa (PMPJ) dan pelaporan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) kepada PPATK sejak PP No.43 Tahun 2015 tentang Pihak Pelapor Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) diberlakukan per 23 Juni 2016 lalu.

Profesi dengan itu telah menjadi bagian dari rezim anti-pencucian uang di Indonesia dan mencegah pemanfaatan profesi menjadi mediator bagi koruptor atau pelaku tindak pidana asal lainnya dalam melakukan tindak pidana pencucian uang (money laundering). Akan tetapi, kenyataanya, sejak hampir dua tahun regulasi tersebut ditetapkan, para pihak pelapor tersebut masih minim melakukan pelaporan.

’’Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat masih belum sepenuhnya memhami pentingnya pelaksanaan PMPJ oleh profesi yang meminta informasi dari klien yang berhubungan usaha dengan profesi, termasuk sumber dan tujuan transaksi,‘’ kata Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badarudin di Jakarta Jumat (16/6/2017).

Dia menilai, belum maksimalnya pelaporan tersebut karena ada berbagai hal yang melatar belakangi, antara lain, terdapat klien yang pada akhirnya membatalkan bertransaksi dengan salah satu profesi dan memilih untuk berurusan dengan profesi yang tidak meminta informasi dalam rangka pelaksanaan PMPJ.

Adapun standarisasi pelaksanaan PMPJ dan LTKM oleh profesi dalam hal ini tentunya menjadi penting untuk dilakukan agar tidak terdapat celah bagi pelaku tipikor maupun TPPU untuk melaksanakan praktik money laundering. Hingga saat ini, dari jumlah sekitar 64.604 total jumlah anggota dari 6 profesi seperti notaris, akuntan publik (KAP), akuntan(KJA),advokad,PPAT, dan perencanaan, baru sekitar 34 orang yang melakukan registrasi Gathering Report Information Processing System (GRIPS).

Agus meminta, atas minimnya jumlah itu, para profesional tersebut melakukan registrasi GRIPS sehingga LTKM yang masih berjumlah nihil dapat disampaikan kepada PPATK.(wnd)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PERINGATAN HARI TANI NASIONAL
Ribuan Petani Besok Geruduk Jakarta, Ini Pesan Kapolda Metro
Rabu, 26 September 2017 - 21:00 wib
MASIH JALANI PEMERIKSAAN
6 WNI Diduga Terkait ISIS Dideportasi Otoritas Turki
Rabu, 26 September 2017 - 20:45 wib
AKSI ANTI-PKI
Kawal "Aksi 299" di DPR, 20.000 Personel Gabungan Diterjunkan
Rabu, 26 September 2017 - 20:30 wib
PERNYATAAN PANGLIMA TNI
Soal Senjata Ilegal, DPR Segera Panggil Kapolri
Rabu, 26 September 2017 - 20:15 wib
SEBAGAI SALAH SATU SYARAT
Soal Tes Keperawanan bagi Mitra Nikahsirri.com, Ini Tanggapan Polisi
Rabu, 26 September 2017 - 20:00 wib
PARIPURNA PANSUS ANGKET KPK
Kinerja Kejaksaan Dinilai Buruk, Kader Golkar Usulkan Bentuk Pansus Angket
Rabu, 26 September 2017 - 19:30 wib
TERJADI JELANG PRAPERADILAN SETNOV
Kabiro Hukum KPK Tak Ingin Kasus Pengrusakan Mobilnya Jadi Masalah Serius
Rabu, 26 September 2017 - 19:25 wib
HASIL TEMUAN PANSUS ANGKET
Disebut Gagal soal Koordinasi dan Supervisi, Pimpinan KPK Bilang Begini
Rabu, 26 September 2017 - 19:20 wib
PEMILIK SUDAH DIAMANKAN
Klien Nikahsirri.com Tembus 5.300 Orang dalam Empat Hari
Rabu, 26 September 2017 - 19:15 wib
SIDANG PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Tim Kuasa Hukum Setnov Hadirkan Saksi Ahli yang Pernah Kalahkan KPK
Rabu, 26 September 2017 - 19:10 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Soal Tes Keperawanan bagi Mitra Nikahsirri.com, Ini Tanggapan Polisi
Jadi Saksi Ahli, Prof Romli Kritik Dasar Penetapan Tersangka Setnov
Kabiro Hukum KPK Tak Ingin Kasus Pengrusakan Mobilnya Jadi Masalah Serius
Disebut Gagal soal Koordinasi dan Supervisi, Pimpinan KPK Bilang Begini
Tim Kuasa Hukum Setnov Hadirkan Saksi Ahli yang Pernah Kalahkan KPK
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini