Wonderful Indonesia
Hirscprung
Bahaya Perut Buncit
Kamis, 15 Juni 2017 - 11:22 WIB > Dibaca 442 kali Print | Komentar
Bahaya Perut Buncit
Berita Terkait

Ramuan Ampuh Hilangkan Perut Buncit



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pernah melihat orang dengan perut buncit seperti ingin meledak? Kondisi semacam itu tidak bisa dianggap biasa saja bila ada gejala semacam sembelit atau sulit buang air besar yang rutin terjadi. Ancaman cacat jantung pun bisa terjadi.

Perut buncit yang tak biasa itu dinamakan hirscprung. Penyakit tersebut sebenarnya terjadi ketika sel ganglion parasimpatis di dinding usus besar tidak berkembang sebelum kelahiran terjadi. Tanpa adanya saraf ini, segmen usus besar yang terkena dampak tersebut tidak dapat memiliki kemampuan untuk rileksasi otot dan memindahkan isi usus.

Parahnya, dari kondisi tersebut dapat menyebabkan penyempitan pada usus dan akhirnya usus di atas area itu melebar karena penumpukan kotoran yang tidak bisa dikeluarkan tubuh. Pembesaran usus tersebut dinamai megacolon.

Dilansir dari Health of Children, gejala awal biasanya cukup parah, terjadinya konstipasi terus menerus. Bayi yang baru lahir mungkin gagal melewati mekonium (tinja pertama) dalam waktu 24 jam setelah lahir. Hal tersebut membuat dia berulang kali muntah empedu berwarna kuning atau hijau dan karena itu perut membengkak. Namun, pada beberapa kasus, bayi mungkin hanya mengalami konstipasi ringan atau intermiten yang disertai diare.

Gejala lain yang mungkin terjadi adalah anoreksia (kurang nafsu makan atau ketidakmampuan untuk makan) yang menyebabkan kurangnya dorongan untuk menggerakkan perut atau mengosongkan rektum pada pemeriksaan fisik. Efeknya adalah perut buncit.

Hal lain yang harus dicurigai pada anak yang lebih dewasa adalah kebiasaan buang air besar yang tidak normal, terutama sering merasakan sembelit sejak masa kanak-kanak. Kemudian, merasakan tulang seperti terikat. Nyeri berlebih di tulang. Perlu diketahui juga, gejala yang menyertai si anak mungkin merupakan infeksi usus yang parah yang disebut enterocolitis, yang mengancam kehidupannya. Gejalanya biasanya berupa ledakan, tinja berair, dan demam pada bayi yang sangat tidak terdeteksi sebelumnya.(int/eca)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Polresta Pekanbaru Kembali Suguhkan Opor Sahur
Jalin Kemitraan dengan Masyarakat
Jumat, 23 Juni 2017 - 13:33 wib
Polisi Bersenjata Lengkap Berjaga di Pasar Ramayan
Jelang lebaran, Sat Sabhara Gencar Lakukan Patroli Premanisme
Jumat, 23 Juni 2017 - 12:47 wib
TEMBILAHAN
Keberadaan Anak Yatim-Piatu Didata
Jumat, 23 Juni 2017 - 09:08 wib
Takbir Akbar Idul Fitri 1438 H
300 Mobil Hias Meriahkan Pawai
Jumat, 23 Juni 2017 - 07:41 wib
Wan Abubakar Ketua PW Muhammadiyah Riau
Jalan Menuju Takwa
Jumat, 23 Juni 2017 - 06:44 wib

Posko THR Terima 24 Aduan
Jumat, 23 Juni 2017 - 06:37 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Ibu Hamil dan Bayi Perlu Massage

Kamis, 22 Juni 2017 - 11:14 WIB

Makanan yang Dibakar Bisa Picu Kanker

Kamis, 22 Juni 2017 - 10:12 WIB

Minyak Kelapa Bisa Jadi Pengganti Gula

Kamis, 22 Juni 2017 - 10:08 WIB

Camilan Manis Bisa Merusak Gigi

Rabu, 21 Juni 2017 - 11:15 WIB

Jaga Pola Makan Agar Tetap Fit saat Hamil Bayi Kembar
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us