Wonderful Indonesia
Hirscprung
Bahaya Perut Buncit
Kamis, 15 Juni 2017 - 11:22 WIB > Dibaca 859 kali Print | Komentar
Bahaya Perut Buncit
Berita Terkait

Ramuan Ampuh Hilangkan Perut Buncit



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pernah melihat orang dengan perut buncit seperti ingin meledak? Kondisi semacam itu tidak bisa dianggap biasa saja bila ada gejala semacam sembelit atau sulit buang air besar yang rutin terjadi. Ancaman cacat jantung pun bisa terjadi.

Perut buncit yang tak biasa itu dinamakan hirscprung. Penyakit tersebut sebenarnya terjadi ketika sel ganglion parasimpatis di dinding usus besar tidak berkembang sebelum kelahiran terjadi. Tanpa adanya saraf ini, segmen usus besar yang terkena dampak tersebut tidak dapat memiliki kemampuan untuk rileksasi otot dan memindahkan isi usus.

Parahnya, dari kondisi tersebut dapat menyebabkan penyempitan pada usus dan akhirnya usus di atas area itu melebar karena penumpukan kotoran yang tidak bisa dikeluarkan tubuh. Pembesaran usus tersebut dinamai megacolon.

Dilansir dari Health of Children, gejala awal biasanya cukup parah, terjadinya konstipasi terus menerus. Bayi yang baru lahir mungkin gagal melewati mekonium (tinja pertama) dalam waktu 24 jam setelah lahir. Hal tersebut membuat dia berulang kali muntah empedu berwarna kuning atau hijau dan karena itu perut membengkak. Namun, pada beberapa kasus, bayi mungkin hanya mengalami konstipasi ringan atau intermiten yang disertai diare.

Gejala lain yang mungkin terjadi adalah anoreksia (kurang nafsu makan atau ketidakmampuan untuk makan) yang menyebabkan kurangnya dorongan untuk menggerakkan perut atau mengosongkan rektum pada pemeriksaan fisik. Efeknya adalah perut buncit.

Hal lain yang harus dicurigai pada anak yang lebih dewasa adalah kebiasaan buang air besar yang tidak normal, terutama sering merasakan sembelit sejak masa kanak-kanak. Kemudian, merasakan tulang seperti terikat. Nyeri berlebih di tulang. Perlu diketahui juga, gejala yang menyertai si anak mungkin merupakan infeksi usus yang parah yang disebut enterocolitis, yang mengancam kehidupannya. Gejalanya biasanya berupa ledakan, tinja berair, dan demam pada bayi yang sangat tidak terdeteksi sebelumnya.(int/eca)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TUAI KRITIK MASYARAKAT INTERNASIONAL
"Muslim Ban" Berakhir, Daftar Negara yang Dilarang Masuk AS Bertambah
Selasa, 26 September 2017 - 18:00 wib
PERTIMBANGKAN HASIL SIDANG MK
Ini Kata Agus Rahardjo soal Perpanjangan Masa Kerja Pansus Angket KPK
Selasa, 26 September 2017 - 17:50 wib
SAAT INGIN SALAT SUBUH
Kabiro Hukum KPK Nyaris Jadi Korban Pencurian, Begini Kronologisnya
Selasa, 26 September 2017 - 17:40 wib
RAPAT PARIPURNA DPR
Pansus Angket KPK Diperpanjang, Ini Alasan DPR
Selasa, 26 September 2017 - 17:30 wib
SESUAI PENGAKUAN SANG ISTRI
Bos Nikahsirri.com Terindikasi Gangguan Jiwa? Ini Jawaban Polisi
Selasa, 26 September 2017 - 17:20 wib
DIDUGA BERKONTEN PORNOGRAFI
Cari Bukti Perdagangan Orang, Polisi Datangi Rumah Pemilik Situs Nikahsirri.com
Selasa, 26 September 2017 - 17:00 wib
HADIRKAN SEJUMLAH BIG MATCH
Matchday 2 Liga Champions 2017-2018, Ini Jadwal Lengkapnya
Selasa, 26 September 2017 - 16:45 wib
SULIT DIAKSES
KPK Bantah Tudingan Kubu Setnov soal SOP Penyidikan
Selasa, 26 September 2017 - 16:30 wib
DIDUGA BERUNSUR PORNOGRAFI
Sikapi Kasus Nikahsirri.com, Ini Imbauan Kementerian Agama
Selasa, 26 September 2017 - 16:15 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
RS Awal Bros Latih BHD Personel Polsek Tampan

Selasa, 26 September 2017 - 10:04 WIB

Penyakit Jantung Pada Wanita

Minggu, 24 September 2017 - 11:08 WIB

Deteksi Tonsilitis sejak Dini

Jumat, 22 September 2017 - 09:54 WIB

11 Aktivitas yang Bisa Membuat Bahagia

Selasa, 19 September 2017 - 10:07 WIB

Kurang Tidur  Berisiko Diabetes

Selasa, 19 September 2017 - 10:05 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us