Wonderful Indonesia
Hirscprung
Bahaya Perut Buncit
Kamis, 15 Juni 2017 - 11:22 WIB > Dibaca 752 kali Print | Komentar
Bahaya Perut Buncit
Berita Terkait

Ramuan Ampuh Hilangkan Perut Buncit



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pernah melihat orang dengan perut buncit seperti ingin meledak? Kondisi semacam itu tidak bisa dianggap biasa saja bila ada gejala semacam sembelit atau sulit buang air besar yang rutin terjadi. Ancaman cacat jantung pun bisa terjadi.

Perut buncit yang tak biasa itu dinamakan hirscprung. Penyakit tersebut sebenarnya terjadi ketika sel ganglion parasimpatis di dinding usus besar tidak berkembang sebelum kelahiran terjadi. Tanpa adanya saraf ini, segmen usus besar yang terkena dampak tersebut tidak dapat memiliki kemampuan untuk rileksasi otot dan memindahkan isi usus.

Parahnya, dari kondisi tersebut dapat menyebabkan penyempitan pada usus dan akhirnya usus di atas area itu melebar karena penumpukan kotoran yang tidak bisa dikeluarkan tubuh. Pembesaran usus tersebut dinamai megacolon.

Dilansir dari Health of Children, gejala awal biasanya cukup parah, terjadinya konstipasi terus menerus. Bayi yang baru lahir mungkin gagal melewati mekonium (tinja pertama) dalam waktu 24 jam setelah lahir. Hal tersebut membuat dia berulang kali muntah empedu berwarna kuning atau hijau dan karena itu perut membengkak. Namun, pada beberapa kasus, bayi mungkin hanya mengalami konstipasi ringan atau intermiten yang disertai diare.

Gejala lain yang mungkin terjadi adalah anoreksia (kurang nafsu makan atau ketidakmampuan untuk makan) yang menyebabkan kurangnya dorongan untuk menggerakkan perut atau mengosongkan rektum pada pemeriksaan fisik. Efeknya adalah perut buncit.

Hal lain yang harus dicurigai pada anak yang lebih dewasa adalah kebiasaan buang air besar yang tidak normal, terutama sering merasakan sembelit sejak masa kanak-kanak. Kemudian, merasakan tulang seperti terikat. Nyeri berlebih di tulang. Perlu diketahui juga, gejala yang menyertai si anak mungkin merupakan infeksi usus yang parah yang disebut enterocolitis, yang mengancam kehidupannya. Gejalanya biasanya berupa ledakan, tinja berair, dan demam pada bayi yang sangat tidak terdeteksi sebelumnya.(int/eca)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PEKANBARU
25 Ribu Peserta Ikuti Pawai MTQ ke-50
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:33 wib
Kasus Beras Oplosan Makin Rancu

Kasus Beras Oplosan Makin Rancu
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:30 wib
PEKANBARU
Puskesmas Simpang Tiga Krisis Obat Anak
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:26 wib
Maryani SSi (Biologi FMIPA UR, 2010)
Mengabdi untuk Pusat Studi Bencana
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:23 wib
Bangkinang-SSK II Rp35 Ribu

Bangkinang-SSK II Rp35 Ribu
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:21 wib

Wali Murid Keluhkan Pungutan di SMPN 20
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:16 wib
PPLP Dayung Ingin Juara Umum Lagi
Namun kami akan berupaya sebaik mungkin agar para junior ini bisa menutupi kekurangan tim.
PPLP Dayung Ingin Juara Umum Lagi
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:12 wib
Team Sky Dominasi Tour de France

Team Sky Dominasi Tour de France
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:08 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
JCH Anggota Korpri Diminta Doakan Pembangunan
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:05 wib

Indonesia Lolos ke final AJC
Selasa, 25 Juli 2017 - 10:53 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Kasus Beras Oplosan Makin Rancu

Selasa, 25 Juli 2017 - 11:30 WIB

Konsumsi Jeruk Nipis Berefek Samping Batu Ginjal

Senin, 24 Juli 2017 - 10:54 WIB

Madu Bermanfaat, Tapi Bisa Sebabkan Diare dan Kram Perut
Bikin Sesak Pernapasan, Jangan Tidur di Ruangan dengan AC Terlalu Dingin
Tragis, Bayi Ini Terkena Meningitis dan Meninggal usai Dicium Seseorang
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us