Wonderful Indonesia
Hirscprung
Bahaya Perut Buncit
Kamis, 15 Juni 2017 - 11:22 WIB > Dibaca 1100 kali Print | Komentar
Bahaya Perut Buncit
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pernah melihat orang dengan perut buncit seperti ingin meledak? Kondisi semacam itu tidak bisa dianggap biasa saja bila ada gejala semacam sembelit atau sulit buang air besar yang rutin terjadi. Ancaman cacat jantung pun bisa terjadi.

Perut buncit yang tak biasa itu dinamakan hirscprung. Penyakit tersebut sebenarnya terjadi ketika sel ganglion parasimpatis di dinding usus besar tidak berkembang sebelum kelahiran terjadi. Tanpa adanya saraf ini, segmen usus besar yang terkena dampak tersebut tidak dapat memiliki kemampuan untuk rileksasi otot dan memindahkan isi usus.

Parahnya, dari kondisi tersebut dapat menyebabkan penyempitan pada usus dan akhirnya usus di atas area itu melebar karena penumpukan kotoran yang tidak bisa dikeluarkan tubuh. Pembesaran usus tersebut dinamai megacolon.

Dilansir dari Health of Children, gejala awal biasanya cukup parah, terjadinya konstipasi terus menerus. Bayi yang baru lahir mungkin gagal melewati mekonium (tinja pertama) dalam waktu 24 jam setelah lahir. Hal tersebut membuat dia berulang kali muntah empedu berwarna kuning atau hijau dan karena itu perut membengkak. Namun, pada beberapa kasus, bayi mungkin hanya mengalami konstipasi ringan atau intermiten yang disertai diare.

Gejala lain yang mungkin terjadi adalah anoreksia (kurang nafsu makan atau ketidakmampuan untuk makan) yang menyebabkan kurangnya dorongan untuk menggerakkan perut atau mengosongkan rektum pada pemeriksaan fisik. Efeknya adalah perut buncit.

Hal lain yang harus dicurigai pada anak yang lebih dewasa adalah kebiasaan buang air besar yang tidak normal, terutama sering merasakan sembelit sejak masa kanak-kanak. Kemudian, merasakan tulang seperti terikat. Nyeri berlebih di tulang. Perlu diketahui juga, gejala yang menyertai si anak mungkin merupakan infeksi usus yang parah yang disebut enterocolitis, yang mengancam kehidupannya. Gejalanya biasanya berupa ledakan, tinja berair, dan demam pada bayi yang sangat tidak terdeteksi sebelumnya.(int/eca)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Pilgubri 2018
Baliho Kampanye Jangan Asal Pasang
Senin, 22 Januari 2018 - 10:55 wib

Dukung Pengembangan Industri di Riau
Senin, 22 Januari 2018 - 10:52 wib
Bawaslu Panggil Tiga ASN
Berkas Syarat Calon Diteliti Sepekan
Senin, 22 Januari 2018 - 10:47 wib
Fun Walk HUT Ke-4 RS Awal Bros Panam
Terus Berinovasi dan Lebih Dekat dengan Masyarakat
Senin, 22 Januari 2018 - 10:45 wib

Masih Banyak Warga Belum Terdata
Senin, 22 Januari 2018 - 10:39 wib
POLITIK
Gagal Balon, Syamsurizal ke Firdaus-Rusli
Senin, 22 Januari 2018 - 10:38 wib

DPRD Minta BLH Tindak Perusahaan Nakal
Senin, 22 Januari 2018 - 10:37 wib
POLITIK
Kerukunan Masyarakat Jawa Riau Siap Menangkan Pasangan AYO
Senin, 22 Januari 2018 - 10:28 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Terapi Perilaku pada Anak

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:09 WIB

Pedas! Ini Kata Menkes soal Halal Haram Vaksin

Sabtu, 13 Januari 2018 - 16:40 WIB

Begini Kegeraman Menteri Kesehatan pada yang Menentang Vaksin
Waspada Katarak, Hindari Paparan  Sinar Matahari

Jumat, 12 Januari 2018 - 10:09 WIB

Cegah Ketulian dengan Menghindari Kebiasaan Ini

Minggu, 07 Januari 2018 - 14:57 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us