Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Riau >>
Kepulauan Meranti
Guru Madrasah Pertanyakan Bantuan Pemkab
Selasa, 13 Juni 2017 - 11:26 WIB > Dibaca 1319 kali Print | Komentar
Guru Madrasah Pertanyakan Bantuan Pemkab
(RIAUPOS.CO) - Sedikitnya puluhan guru madrasah dari berbagai sekolah yang tergabung dalam Forum Guru Madrasah Kepulauan Meranti mempertanyakan bantuan guru madrasah yang tak kunjung dibayarkan. Mereka mendatangi Kantor DPRD, Senin (12/6) pagi.

Kedatangan para guru madrasah ini diterima langsung oleh Komisi III DPRD Kepulauan Meranti. Mereka meminta agar bantuan bagi guru madrasah bisa dibayarkan sebelum lebaran nanti. Seperti yang disuarakan Ketua Forum Guru Madrasah Kepulauan Meranti Suhadi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD tersebut. Menurutnya pada 2016 lalu, bantuan guru madrasah hanya mendapatkan tunjangan selama 8 bulan saja.

“DPRD dapat menjembatani soal gaji kami yang tak kunjung dicairkan. Idul Fitri sudah dekat, namun gambaran bantuan guru madrasah belum juga tampak,” ujar  Suhadi, kemarin.

Dia mengaku khawatir jika Pemkab Meranti tidak lagi menganggarkan dana hibah untuk Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Selatpanjang seperti beberapa tahun lalu. Dana hibah itu, kata Suhadi akan dipergunakan oleh pihak Kemenag untuk tunjangan kesejahteraan ribuan guru madrasah di Meranti.

“Kami ke sini untuk meminta solusi kepada Komisi III, bagaimana nasib kami jika tidak dianggarkan oleh pemkab,” tambah Suhadi lagi.

Wakil Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Hafizan Abas menyatakan tidak ada alasan bagi Pemkab Meranti untuk tidak mencairkan dana hibahnya ke Kemenag. Sebab, Kemenag juga lembaga pemerintah yang berfungsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah di daerah.

“Boleh saja mereka menerima dana hibah setiap tahun, tidak ada alasan untuk tidak mencairkan hibah ke Kemenag,” kata Hafizan Abas.

Dia juga mengatakan, anggaran hibah Pemkab Meranti untuk Kemenag telah dianggarkan dalam APBD murni sebesar Rp12 miliar. Anggaran tersebut bisa saja bertambah atau bahkan tidak sama sekali hinggga pembahasan APBD perubahan. Terlebih saat ini rencananya Pemkab Meranti kembali merasionalisasi anggarannya.  


“Saya yakin guru madrasah rela tunjungan kesejahteraannya dipotong sebesar 25 persen, jika dalam APBDP tidak ada penambahan. Namun, apakah nantinya Kemenag akan merealisasikan seluruh tunjangan kesejahteraan mereka,” kata politisi PKB itu.

Ditambahkan anggota komisi III lainnya Hafizoh, jika anggaran tersebut sudah dianggarkan. Dengan begitu, pemkab wajib mencairkannya untuk kesejahteraan para guru.


 “Namun, Kemenag Meranti harus komitmen untuk tidak melakukan pemotongan lagi. Sebenarnya saya sangat kecewa dengan Kemenag Meranti, mereka sama sekali tidak peduli dengan kesejahteraan guru madrasah,” ujar Hafizoh.


  Menurut Hafizoh, ketidakpedulian pihak Kemenag terhadap nasib guru madrasah tampak pada tidak aktifnya Kemenag mempertanyakan ke Pemkab Meranti. “Sebagai ayah bagi para guru madrasah di Meranti, seharusnya Kantor Kemenag, lebih progresif mengupayakan pencairan dana hibah tersebut,” katanya.(mng)


Laporan AHMAD YULIAR, Selatpanjang

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PENYERANGAN MAPOLDA SUMUT
Teroris Itu Tikam Leher dan Dada Aiptu Martua
Senin, 26 Juni 2017 - 08:09 wib
DARI TEMUAN DOKUMEN DI KEDIAMAN PELAKU
Penyerang Mapolda Sumut Diduga Pro-ISIS
Senin, 26 Juni 2017 - 07:52 wib

Mudik ke Jogja? Nikmati Keindahan 10 Pantai Ini
Senin, 26 Juni 2017 - 02:49 wib
IDUL FITRI 1438 H
Kapolda Salat Ied Bersama Gubri di Masjid Annur
Senin, 25 Juni 2017 - 20:56 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Kapolda Salat Ied Bersama Gubri di Masjid Annur

Minggu, 25 Juni 2017 - 20:56 WIB

 Polda Riau Siapkan 2 Kompi Personil Siaga 24 Jam

Minggu, 25 Juni 2017 - 20:20 WIB

Dentuman Meriam Buluh Menyemarakan Malam Takbir Di Siak
Dentuman Meriam Buluh Semarakkan Malam Takbir di Siak
Provokator Kabur Massal Tahanan Rutan Sialang Bungkuk Dibekuk
Advertorial KAB ROHIL
Advertorial DPRD ROHIL
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us