Wonderful Indonesia
CERPEN KIKI SULISTIYO
Mikail Telah Menyayat Pinggangnya
Minggu, 04 Juni 2017 - 01:42 WIB > Dibaca 1948 kali Print | Komentar
Mikail Telah Menyayat Pinggangnya
PINGGANG kirinya terus mengucurkan darah. Cairan kental itu menerobos sela-sela jari tangan yang berusaha menekan luka. Sementara pikirannya dipenuhi kecemasan. Cemas kalau para pemburu akan mengendus jejaknya dan cemas akan hari yang berangsur gelap. Kegelapan seperti bayangan raksasa yang entah muncul dari mana. Perlahan bergerak menyelubungi seluruh kawasan hutan. Semakin dalam ia berlari semakin gelap hutan ini.

Kerimbunan daun kian rapat menyebabkan sisa-sisa cahaya senja tak sanggup menembusnya.
Tubuhnya melemah, darah yang keluar dari jaringan yang rusak akibat sayatan membuat matanya berkunang, jantungnya berdetak lebih cepat, dan seluruh tenaga yang dipikirnya masih ada tak bisa terpompa keluar. Darah mengenai bajunya dan sebagian menetes ke tanah. Sekelilingnya sudah benar-benar gelap saat ia tak sanggup lagi melangkah.

Ia ambruk.

Suara-suara aneh berkesiur. Sayup-sayup terdengar seperti campuran antara dengking anjing dan besi yang dibenturkan. Manakala hewan-hewan nokturnal mulai keluar dari sarang, suara-suara itu meresap ke batang-batang pohon, menjalar ke daun-daun, mengendap di serat akar.

Beberapa pemburu bersiaga. Masing-masing memegang senapan laras panjang. Kecuali seorang yang hanya menggenggam pisau besar. Mereka melangkah seakan-akan tidak saling mengenal. Terpencar satu dari lainnya. Pada suatu titik mereka bertemu, lalu berpencar lagi. Mereka memasuki hutan, tanpa penerangan apa-apa.

“Kita tidak bisa melihatnya tanpa penerangan,” kata seorang pemburu saat mereka belum memasuki hutan. “Justru sebaliknya,” bantah ketua kaum pemburu itu. “Jangan harap kita bisa menemukannya kalau kita pakai penerangan.”

“Dia sudah terluka. Mikail telah menyayat pinggangnya,” kata pemburu tadi. Mikail tersenyum sinis.

“Luka seperti itu takkan menghalanginya. Luka itu akan sembuh secepat ia terbentuk.”

“Di hutan akan sangat gelap. Apa kau yakin kita bakal dapat menemukannya?”

“Kalian kaum pemburu. Mata kalian harus lebih tajam dari burung hantu. Hidung kalian mesti lebih peka dari seekor macan dahan. Kalau kalian tak sanggup, aku akan pergi sendiri. Ini kesempatan terakhir, tunjuk tangan yang berani ikut. Yang tidak, segera pergi dari sini.”

Pemukiman di sekitar hutan sudah lama dihantui oleh kemunculan satu makhluk ganjil yang apabila ia mengaum seluruh pohon akan menggugurkan daun, batu-batu akan saling merapatkan diri dan air bergolak di kedalaman tanah. Makhluk itu muncul di gelap malam. Masuk ke rumah penduduk dan berdiri di ambang pintu. Tak ada yang dilakukannya selain itu.

Dia tidak menerkam dan memangsa orang. Tidak merusak rumah atau melukai siapapun. Meski begitu, apabila terdengar aumannya, serentak seluruh penduduk menutup pintu dan jendela rumah. Para lelaki bersiap-siap dengan apa saja yang bisa dijadikan senjata. Tapi makhluk itu tak pernah bisa dibunuh. Dia akan lenyap begitu saja sebelum seseorang bergerak mendekatinya.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT ISU PEMBANGUNAN APARTEMEN
RJA DPR di Kalibata Ternyata Berhantu, tapi...
Rabu, 23 Agustus 2017 - 21:00 wib
TARGETKAN TUNTAS PADA MASA SIDANG INI
Pembahasan Perppu Ormas Akan Dipercepat Komisi II DPR, Alasannya...
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:45 wib
DINILAI BERTANGGUNG JAWAB PENUH
Pansus Angket KPK Didesak Panggil Jokowi ke DPR
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:30 wib
TERKAIT ISU PEMBANGUNAN APARTEMEN
Hanya untuk Kalangan Dewan, Staf Ternyata Tak Boleh Tempati RJA DPR
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:15 wib
DIDATANGI BRPD DAN DITLANTAS
Soal Tunggakan Pajak Mobil Mewah, Begini Klarifikasi Raffi Ahmad
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:00 wib
LA LIGA SPANYOL
Di Maria Gabung Barcelona? Ternyata Ulah Hacker
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:48 wib
SEMPAT DIWACANAKAN SEBELUMNYA
Pengamat: Anggota DPR Seperti Menghina Rakyat jika Jadi Buat Apartemen
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:41 wib
TERUS DIBURU TIM BARESKRIM POLRI
Buronan Korupsi Aset Pertamina Ini Masuk Daftar Cekal Imigrasi
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:37 wib
PERMENHUB DICABUT MA
Organda Khawatir Angkutan Konvensional dan Online Kembali Bergejolak
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:33 wib
PASCA-PENANGKAPAN TARMIZI
Empat Panitera Ini Pernah Terjaring OTT KPK, Berikut Daftarnya
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:27 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Pesan dalam Liuk Tubuh

Minggu, 20 Agustus 2017 - 13:17 WIB

Perkenalkan Budaya  untuk Jaga Persatuan

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:55 WIB

Afrizal, Modernitas dan Kecemasan

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:46 WIB

Rasa Merdeka

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:30 WIB

Tradisi Masyarakat  Warnai Pelepasan JCH

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:16 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us