Wonderful Indonesia
CERPEN KIKI SULISTIYO
Mikail Telah Menyayat Pinggangnya
Minggu, 04 Juni 2017 - 01:42 WIB > Dibaca 2112 kali Print | Komentar
Mikail Telah Menyayat Pinggangnya
PINGGANG kirinya terus mengucurkan darah. Cairan kental itu menerobos sela-sela jari tangan yang berusaha menekan luka. Sementara pikirannya dipenuhi kecemasan. Cemas kalau para pemburu akan mengendus jejaknya dan cemas akan hari yang berangsur gelap. Kegelapan seperti bayangan raksasa yang entah muncul dari mana. Perlahan bergerak menyelubungi seluruh kawasan hutan. Semakin dalam ia berlari semakin gelap hutan ini.

Kerimbunan daun kian rapat menyebabkan sisa-sisa cahaya senja tak sanggup menembusnya.
Tubuhnya melemah, darah yang keluar dari jaringan yang rusak akibat sayatan membuat matanya berkunang, jantungnya berdetak lebih cepat, dan seluruh tenaga yang dipikirnya masih ada tak bisa terpompa keluar. Darah mengenai bajunya dan sebagian menetes ke tanah. Sekelilingnya sudah benar-benar gelap saat ia tak sanggup lagi melangkah.

Ia ambruk.

Suara-suara aneh berkesiur. Sayup-sayup terdengar seperti campuran antara dengking anjing dan besi yang dibenturkan. Manakala hewan-hewan nokturnal mulai keluar dari sarang, suara-suara itu meresap ke batang-batang pohon, menjalar ke daun-daun, mengendap di serat akar.

Beberapa pemburu bersiaga. Masing-masing memegang senapan laras panjang. Kecuali seorang yang hanya menggenggam pisau besar. Mereka melangkah seakan-akan tidak saling mengenal. Terpencar satu dari lainnya. Pada suatu titik mereka bertemu, lalu berpencar lagi. Mereka memasuki hutan, tanpa penerangan apa-apa.

“Kita tidak bisa melihatnya tanpa penerangan,” kata seorang pemburu saat mereka belum memasuki hutan. “Justru sebaliknya,” bantah ketua kaum pemburu itu. “Jangan harap kita bisa menemukannya kalau kita pakai penerangan.”

“Dia sudah terluka. Mikail telah menyayat pinggangnya,” kata pemburu tadi. Mikail tersenyum sinis.

“Luka seperti itu takkan menghalanginya. Luka itu akan sembuh secepat ia terbentuk.”

“Di hutan akan sangat gelap. Apa kau yakin kita bakal dapat menemukannya?”

“Kalian kaum pemburu. Mata kalian harus lebih tajam dari burung hantu. Hidung kalian mesti lebih peka dari seekor macan dahan. Kalau kalian tak sanggup, aku akan pergi sendiri. Ini kesempatan terakhir, tunjuk tangan yang berani ikut. Yang tidak, segera pergi dari sini.”

Pemukiman di sekitar hutan sudah lama dihantui oleh kemunculan satu makhluk ganjil yang apabila ia mengaum seluruh pohon akan menggugurkan daun, batu-batu akan saling merapatkan diri dan air bergolak di kedalaman tanah. Makhluk itu muncul di gelap malam. Masuk ke rumah penduduk dan berdiri di ambang pintu. Tak ada yang dilakukannya selain itu.

Dia tidak menerkam dan memangsa orang. Tidak merusak rumah atau melukai siapapun. Meski begitu, apabila terdengar aumannya, serentak seluruh penduduk menutup pintu dan jendela rumah. Para lelaki bersiap-siap dengan apa saja yang bisa dijadikan senjata. Tapi makhluk itu tak pernah bisa dibunuh. Dia akan lenyap begitu saja sebelum seseorang bergerak mendekatinya.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Pemberantasan Korupsi Tidak Jalan di Tempat
Rabu, 17 Oktober 2017 - 15:22 wib

DKV SMKN 4 Pekanbaru Unjuk Gigi dengan Karya
Rabu, 17 Oktober 2017 - 15:00 wib

PKS Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Danau Lancang
Rabu, 17 Oktober 2017 - 14:53 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Verifikasi Kebenaran Informasi Media Sosial
Rabu, 17 Oktober 2017 - 12:51 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Komisi II Banyak Terima Aduan Konflik Agraria
Rabu, 17 Oktober 2017 - 12:34 wib
EKONOMI BISNIS
Dukung Pemerintah Registrasi Pelanggan Prabayar
Rabu, 17 Oktober 2017 - 12:28 wib

Buruh Melawan Suarakan Aspirasi, Cabut Permen LHK 17
Rabu, 17 Oktober 2017 - 12:01 wib

Akom Beri Sinyal Setnov Terlibat Kasus Proyek KTP-el
Rabu, 17 Oktober 2017 - 11:39 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Gubri Dijadwalkan Hadiri Haul 100 Tahun Ma’rifat Mardjani
Istri Pangkostrad Kagumi  Oleh-oleh Khas Riau

Rabu, 11 Oktober 2017 - 10:26 WIB

Ratusan Seniman Gelar Aksi untuk Rohingya

Jumat, 06 Oktober 2017 - 10:01 WIB

Kerajinan Khas Daerah Terus Dipopulerkan

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:50 WIB

Tanjak Semakin Digemari Masyarakat

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:35 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini