Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Riau >>
Jelang Penerimaan Peserta Didik Baru 2017/2018
Stop Pungutan Siluman di Sekolah
Jumat, 19 Mei 2017 - 11:52 WIB > Dibaca 901 kali Print | Komentar
Stop Pungutan Siluman di Sekolah
Berita Terkait



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Setelah pelaksanaan ujian nasional (UN), dunia pendidikan Tanah Air bersiap menghadapi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Mulai dari SD hingga SMA sederajat. Terkait PPDB, pungutan dan pembayaran dengan berbagai macam bentuk jadi problem tersendiri di negeri ini. Ada yang berkedok uang infak, pendaftaran masuk, daftar ulang, uang seragam dan masih banyak lagi jenisnya. Padahal pemerintah terus mengimbau pungutan-pungutan siluman ini tidak boleh terjadi.

Irjen Kemendikbud Daryanto dengan tegas mengatakan, pihak sekolah tidak dibenarkan melakukan pungutan, terkecuali bentuknya sumbangan atau bantuan. Menurutnya pengertian pungutan, sumbangan dan bantuan itu sangat jauh berbeda. Yang disebut dengan pungutan adalah penarikan uang oleh sekolah kepada peserta didik, orangtua/walinya yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan. Sedangkan sumbangan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa oleh peserta didik, orangtua/walinya. Baik perseorangan maupun bersama-sama, masyarakat atau lembaga secara sukarela, dan tidak mengikat satuan pendidikan. Sementara bantuan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa oleh pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orangtua/walinya, dengan syarat yang disepakati para pihak.

Penafsirannya menurut dia harus benar. Pungutan itu biasanya diinisiasi oleh pihak yang memerlukan seperti sekolah. Sedangkan bantuan diinisiasi dari pihak luar yang ingin membuat kualitas pendidikan di sekolah meningkat. Dia mencontohkan, ketika orangtua melihat toilet sekolah tidak layak, mereka urunan untuk memperbaikinya. Namun Daryanto mengingatkan, jangan sampai ada orangtua yang tidak mampu ditekan harus ikut berikan sumbangan.

“Ini kadang-kadang sepakat tapi tidak sepakat, wali siswa tetap dipaksa melakukan pembayaran. Ini yang salah,” ujar Daryanto.

Daryanto tidak menampik, kalau selama ini pihaknya banyak menerima pengaduan soal pungutan liar (pungli) di sekolah. Ada yang sudah dihentikan dan ada pula yang ditangani Tim Saber Pungli. Bahkan ada juga terjadi kesalahpahaman dalam menafsirkan aturan karena sebenarnya tidak ada pungli.

“Pungli itu kalau didefinisikan, kan pungutan yang tidak ada dasar. Tapi kalau mengacu Permendikbud 75/2016, itu bisa dijadikan dasar,” ujarnya.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
NASIONAL
Keluarga Tak Percaya Ichwan Pelaku Bom
Senin, 29 Mei 2017 - 11:40 wib
Gangguan Tiroid Bisa  Sebabkan  Hamil Anggur
KESEHATAN
Gangguan Tiroid Bisa Sebabkan Hamil Anggur
Senin, 29 Mei 2017 - 11:37 wib
In Memoriam H Mulyadi, Wartawan Senior dan Tokoh Pers Riau
Loyal dan Berdedikasi Tinggi terhadap Profesi
Senin, 29 Mei 2017 - 11:33 wib
LINGKUNGAN
Masyarakat Perkampungan Tua Sidomulyo Balimau Kasai di Lapangan
Senin, 29 Mei 2017 - 11:31 wib
KESEHATAN
Hindari Makanan Gorengan Ketika Berbuka Puasa
Senin, 29 Mei 2017 - 10:56 wib
Abdul Somad Alumnus Darul Hadits Maroko
Bulan Pelatihan
Senin, 29 Mei 2017 - 10:50 wib
KESEHATAN
Cokelat Menurunkan Risiko Gangguan Irama Jantung
Senin, 29 Mei 2017 - 10:48 wib
POLITIK
Usul Kursi Pimpinan Wakil Rakyat Membengkak
Senin, 29 Mei 2017 - 10:44 wib
KESEHATAN
Sering Menyetir Berjam-jam Ganggu Kesehatan Mental
Senin, 29 Mei 2017 - 10:37 wib
KESEHATAN
Merokok Berdampak pada Gigi dan Bau Mulut
Senin, 29 Mei 2017 - 10:27 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Gubri Minta ASN Tetap Disiplin

Senin, 29 Mei 2017 - 10:21 WIB

Ramadan, Jam Kerja ASN Berubah

Senin, 29 Mei 2017 - 10:15 WIB

Anggota Satpol PP Rohil Jaga di Pasar Ramadan

Senin, 29 Mei 2017 - 10:14 WIB

Pedagang Petasan Bermunculan di Bangkinang

Senin, 29 Mei 2017 - 10:11 WIB

Buaya Masuk Pemukiman Warga

Senin, 29 Mei 2017 - 09:49 WIB

Advertorial KAB ROHIL
Advertorial DPRD ROHIL
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us