Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT GEMPURAN TERHADAP ABU SAYYAF
Belum Terklarifikasi, Polri Tepis Isu Tiga WNI Tewas di Filipina Selatan
Rabu, 26 April 2017 - 19:37 WIB > Dibaca 449 kali Print | Komentar
Belum Terklarifikasi, Polri Tepis Isu Tiga WNI Tewas di Filipina Selatan
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Gempuran angkatan bersenjata Filipina dengan kelompok radikal Abu Sayyaf di Filipina Selatan dikabarkan telah merenggut nyawa tiga warga negara Indonesia (WNI). Akan tetapi, kabar itu langsung ditepis Polri.

Menurut korps Bhayangkara, informasi tersebut tidak bisa dijadikan pegangan. Menurut Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, satu-satunya klaim Filipina tersebut hanya berdasarkan bukti paspor yang ditemukan di antara korban. Kata dia, bisa saja paspor itu dipegang oleh korban penembakan yang tewas di sana.

"Kami jelaskan bahwa paspor yang ditemukan. Itu tidak mengejutkan kami ya," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).

Diterangkannya, sepanjang sejarah kegiatan radikal di Filipina Selatan, banyak teroris Indonesia yang berlatih di sana. Karena itu, penemuan paspor di antara korban perlu diuji kembali. Ditambahkannya, harus ada uji tes DNA terhadap korban tewas sehingga informasi tersebut menjadi jelas. Jika belum dilakukannya tes DNA, klaim tersebut patut dianggap sumir.

"Kepolisian di negara-negara Asean memiliki wadah untuk bekerja sama, bertukar informasi, dan capacity building. Ini menjadi bagian yang akan dijadikan bahan informasi," tuturnya.

Martinus sendiri belum mendapatkan informasi detail terkait nama kepemilikan paspor yang ditemukan pada korban. Dia menyebut, Mabes Polri masih berkoordinasi dengan kepolisian Filipina untuk mengungkap temuan paspor itu. "Terkait dokumen paspor yang ditemukan di sana, kami menunggu datum paspor tersebut dari kepolisian Filipina," jelasnya.

Dikabarkan, angkatan bersenjata Filipina melakukan operasi militer selama tiga hari berturut-turut di Filipina Selatan. Filipina mengklaim telah menewaskan 36 anggota radikal Abu Sayyaf dengan tiga di antaranya WNI dan satu WN Malaysia.(Mg4)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

BPJS TK Launching Perisai
Minggu, 24 Februari 2018 - 20:49 wib

APBD Rohul 2018 Dibatalkan
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:27 wib

Enam Perenang Ikuti Pembinaan di Bali
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:22 wib
Pencuri Motor dan Penadah Diringkus

Pencuri Motor dan Penadah Diringkus
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:18 wib

BPBD Riau Terbaik Tiga di Wilayah III
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:13 wib
DICARI DARI KEMENTERIAN LAIN
Jenderal Polisi Tak Jadi Jabat Penjabat Gubernur
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:07 wib
Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak

Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:53 wib
PERSOALAN HARTA WARISAN
Nenek Ini Sedih karena Digugat Empat Anaknya Rp1,6 M
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:47 wib
KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet

KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:46 wib
Promo Besar-besaran

Promo Besar-besaran
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:34 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Nyanyian Nazaruddin Harus Dibuktikan Secara Hukum

Jumat, 23 Februari 2018 - 19:12 WIB

Besok, Dugaan Kelalaian KPU Diputuskan

Jumat, 23 Februari 2018 - 11:42 WIB

Mengejutkan! Kasus e-KTP, Novanto Ternyata Dapat Jatah USD 1,8 Juta
Kasus Novel Akan Dituntaskan Kapolda Metro, Janji?

Kamis, 22 Februari 2018 - 20:30 WIB

Hati-hati! Jangan Sampai Ada yang Numpang Tenar karena Kepulangan Novel
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini