Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT GEMPURAN TERHADAP ABU SAYYAF
Belum Terklarifikasi, Polri Tepis Isu Tiga WNI Tewas di Filipina Selatan
Rabu, 26 April 2017 - 19:37 WIB > Dibaca 387 kali Print | Komentar
Belum Terklarifikasi, Polri Tepis Isu Tiga WNI Tewas di Filipina Selatan
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Gempuran angkatan bersenjata Filipina dengan kelompok radikal Abu Sayyaf di Filipina Selatan dikabarkan telah merenggut nyawa tiga warga negara Indonesia (WNI). Akan tetapi, kabar itu langsung ditepis Polri.

Menurut korps Bhayangkara, informasi tersebut tidak bisa dijadikan pegangan. Menurut Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, satu-satunya klaim Filipina tersebut hanya berdasarkan bukti paspor yang ditemukan di antara korban. Kata dia, bisa saja paspor itu dipegang oleh korban penembakan yang tewas di sana.

"Kami jelaskan bahwa paspor yang ditemukan. Itu tidak mengejutkan kami ya," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).

Diterangkannya, sepanjang sejarah kegiatan radikal di Filipina Selatan, banyak teroris Indonesia yang berlatih di sana. Karena itu, penemuan paspor di antara korban perlu diuji kembali. Ditambahkannya, harus ada uji tes DNA terhadap korban tewas sehingga informasi tersebut menjadi jelas. Jika belum dilakukannya tes DNA, klaim tersebut patut dianggap sumir.

"Kepolisian di negara-negara Asean memiliki wadah untuk bekerja sama, bertukar informasi, dan capacity building. Ini menjadi bagian yang akan dijadikan bahan informasi," tuturnya.

Martinus sendiri belum mendapatkan informasi detail terkait nama kepemilikan paspor yang ditemukan pada korban. Dia menyebut, Mabes Polri masih berkoordinasi dengan kepolisian Filipina untuk mengungkap temuan paspor itu. "Terkait dokumen paspor yang ditemukan di sana, kami menunggu datum paspor tersebut dari kepolisian Filipina," jelasnya.

Dikabarkan, angkatan bersenjata Filipina melakukan operasi militer selama tiga hari berturut-turut di Filipina Selatan. Filipina mengklaim telah menewaskan 36 anggota radikal Abu Sayyaf dengan tiga di antaranya WNI dan satu WN Malaysia.(Mg4)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
RESMI JADI KADER
Elektabilitas Prabowo Dibebankan kepada Ahmad Dhani? Ini Kata Gerindra
Kamis, 18 Oktober 2017 - 21:00 wib
REGISTRASI SIM CARD PRABAYAR
Unik, Kemenkominfo Gunakan Ibu "Pengabdi Setan" untuk Pemberitahuan
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:45 wib
TIMBULKAN PRO DAN KONTRA
Belum Bersikap, Mendagri Pelajari Teks Pidato Anies Singgung Pribumi
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:30 wib
JADI PERTIMBANGAN
Tolak Pembentukan Densus Antikorupsi, JK Diyakini Sudah Tanya Menteri
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:15 wib
PILIH LIBURAN KE LABUAN BAJO
Djarot Tak Hadir Sertijab, Pengamat: Kelihatan Panggung Aslinya
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:00 wib
HASIL SURVEI MEDIAN
Ternyata, Prabowo Jadi Pilihan Konstituen Parpol Pendukung Pemerintah
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:40 wib
BUTUH WAKTU 27 MENIT
Denmark Open, Tunggal Putra Indonesia Melaju ke Babak Kedua
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:30 wib
SIRATKAN KETIDAKSETUJUAN
Jusuf Kalla Dikritik Fahri Hamzah Terkait Densus Tipikor
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:20 wib
PERNAH IKUT KONVENSI DEMOKRAT
Mungkinkah Anies Berambisi Maju Pilpres 2019? Ini Kata Pengamat
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:10 wib
PANDANGAN PENGAMAT
Anies Berpeluang Diusung Tiga Partai Ini di Pilpres 2019
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Laporan terhadap Anies Baswedan Masih Dikaji Mabes Polri
Dalam Sel, Dua Napi Perempuan Miliki Sabu

Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:53 WIB

Satu Anggota Saracen Segera Disidangkan

Rabu, 18 Oktober 2017 - 09:11 WIB

Ganti Rugi Jembatan Lubukjambi Belum Tuntas

Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:16 WIB

Deyu Minta Dikonfrontir dengan Nama-nama yang Disebutnya
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini