Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT GEMPURAN TERHADAP ABU SAYYAF
Belum Terklarifikasi, Polri Tepis Isu Tiga WNI Tewas di Filipina Selatan
Rabu, 26 April 2017 - 19:37 WIB > Dibaca 403 kali Print | Komentar
Belum Terklarifikasi, Polri Tepis Isu Tiga WNI Tewas di Filipina Selatan
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Gempuran angkatan bersenjata Filipina dengan kelompok radikal Abu Sayyaf di Filipina Selatan dikabarkan telah merenggut nyawa tiga warga negara Indonesia (WNI). Akan tetapi, kabar itu langsung ditepis Polri.

Menurut korps Bhayangkara, informasi tersebut tidak bisa dijadikan pegangan. Menurut Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, satu-satunya klaim Filipina tersebut hanya berdasarkan bukti paspor yang ditemukan di antara korban. Kata dia, bisa saja paspor itu dipegang oleh korban penembakan yang tewas di sana.

"Kami jelaskan bahwa paspor yang ditemukan. Itu tidak mengejutkan kami ya," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).

Diterangkannya, sepanjang sejarah kegiatan radikal di Filipina Selatan, banyak teroris Indonesia yang berlatih di sana. Karena itu, penemuan paspor di antara korban perlu diuji kembali. Ditambahkannya, harus ada uji tes DNA terhadap korban tewas sehingga informasi tersebut menjadi jelas. Jika belum dilakukannya tes DNA, klaim tersebut patut dianggap sumir.

"Kepolisian di negara-negara Asean memiliki wadah untuk bekerja sama, bertukar informasi, dan capacity building. Ini menjadi bagian yang akan dijadikan bahan informasi," tuturnya.

Martinus sendiri belum mendapatkan informasi detail terkait nama kepemilikan paspor yang ditemukan pada korban. Dia menyebut, Mabes Polri masih berkoordinasi dengan kepolisian Filipina untuk mengungkap temuan paspor itu. "Terkait dokumen paspor yang ditemukan di sana, kami menunggu datum paspor tersebut dari kepolisian Filipina," jelasnya.

Dikabarkan, angkatan bersenjata Filipina melakukan operasi militer selama tiga hari berturut-turut di Filipina Selatan. Filipina mengklaim telah menewaskan 36 anggota radikal Abu Sayyaf dengan tiga di antaranya WNI dan satu WN Malaysia.(Mg4)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIGELAR PERTENGAHAN FEBRUARI
Duel Super Panas Tersaji di Babak 16 Besar Liga Champions, Ini Hasil Undiannya
Senin, 11 Desember 2017 - 20:45 wib
SIDANG PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Saksi Ahli Sebut Hak Novanto Dirampas, KPK: Kami Terkejut
Senin, 11 Desember 2017 - 20:30 wib
USAI RAPAT BAMUS
Batal Jadi Ketua DPR, Begini Komentar Aziz Syamsudin
Senin, 11 Desember 2017 - 20:20 wib
PENUHI PANGGILAN
Sambangi KPK Terkait Kasus Novanto, Ini Komentar Eks Wartawan Metro TV
Senin, 11 Desember 2017 - 20:10 wib
TERKAIT TUDINGAN SUDAH MENIKAH
Ayu Ting Ting Kaget Periasnya Disomasi Via Vallen
Senin, 11 Desember 2017 - 20:00 wib
PUNCAK PERINGATAN HAKI
Kasus Korupsi Jerat 313 Kepala Daerah dalam 13 Tahun Terakhir
Senin, 11 Desember 2017 - 19:40 wib
TERKAIT TARGET PEMERINTAH
Meski Sering Dikritik, Menko Darmin Sebut Ekonomi Indonesia Baik, Alasannya
Senin, 11 Desember 2017 - 19:30 wib
LAKUKAN PREVENTIVE STRIKE
Jelang Natal dan Tahun Baru, Polri Belum Dengar Informasi Adanya Teror
Senin, 11 Desember 2017 - 19:20 wib
SHARING DAN EDUKASI INKLUSI
Kesadaran Pajak Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi
Senin, 11 Desember 2017 - 19:14 wib
TERKAIT ADANYA PRODUK KEDALUWARSA
YLKI Imbau Konsumen Waspadai Diskon dan Cuci Gudang Akhir Tahun
Senin, 11 Desember 2017 - 19:10 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Saksi Ahli Sebut Hak Novanto Dirampas, KPK: Kami Terkejut
Sambangi KPK Terkait Kasus Novanto, Ini Komentar Eks Wartawan Metro TV
Kasus Korupsi Jerat 313 Kepala Daerah dalam 13 Tahun Terakhir
Jelang Natal dan Tahun Baru, Polri Belum Dengar Informasi Adanya Teror
Suka Mainkan Harga Jelang Tahun Baru, Ini Ancaman Polri untuk Mafia Pangan
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us