Wonderful Indonesia
AJAL MENJEMPUT SAAT MELANTUNKAN AYAT SUCI AL QURAN
Ambruk Saat Baca Surah Al-Mulk, Ustad Ini Wafat
Rabu, 26 April 2017 - 13:21 WIB > Dibaca 3256 kali Print | Komentar
Ambruk Saat Baca Surah Al-Mulk, Ustad  Ini Wafat
Ustad Muhammad Jaafar saat membaca Alquran sebelum ambruk. (M. Ali for JPG)
Semula beliau lancar melantunkan permulaan surah al-Mulk. Namun, selesai di ayat kedua dan jelang masuk ayat ketiga, suaranya terdengar lamat, karena mik yang dipegangnya menjauh dari mulut, lalu jatuh dari tangannya. Kepalanya tertunduk dan qari ini pun rebah...

MAKA, ribuan hadirin yang khusyuk menyimak bacaannya  pun kaget. Sekejap kemudian, suasana duka pun mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-71 Muslimat NU di rumah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pada Senin (24/4), di Jemursari, Surabaya.

Sang ustad yang juga qari bernama Muhammad Jaafar Abdurrohman, meninggal dunia tak lama kemudian.  Dua ayat pembuka surah al-Mulk yang dibacanya itu, ternyata juga antara lain menyinggung tentang misteri kematian.

 ’’Mahasuci Allah yang di-’’tangan’’-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun..’’

Nyaris semua hadirin tak menyangka suasana akan dengan cepat berubah duka. Sebab saat Muhammad Jaafar Abdurrohman membaca surah Al Mulk,  tidak ada yang aneh. Hanya, ketika sampai pada ayat 2, tiba-tiba suara Jaafar tersendat. Lalu, menghilang. Bersamaan dengan itu, tubuhnya ambruk ke arah depan. Semua yang hadir tersentak. Sejenak, acara menjadi gaduh. Banyak yang bertanya-tanya tentang kondisi Ja’far.

Tim kesehatan yang ada di sana bergegas mengecek kondisi Jaafar. Beberapa saat kemudian, petugas kesehatan membawanya ke Rumah Sakit Islam Jemursari dengan ambulans. Beberapa jamaah yang mayoritas perempuan terlihat menitikkan air mata saat melihat Jaafar ditandu menuju ambulans.

 
Petugas medis memeriksa Jaafar setelah ambruk (M. Ali for JPG)

    
Di rumah sakit, tim dokter menyatakan bahwa Jaafar meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Wonocolo Gang VI. Pria yang tutup usia di umur 60 tahun itu dimandikan dan dimakamkan di TPU Wonocolo. Jaafar meninggalkan seorang istri. Dia tidak mempunyai anak.

Tangis haru terlihat di rumah duka. Kerabat dan para tetangga tidak menyangka Jaafar begitu cepat meninggalkan mereka. Jaafar diduga meninggal karena serangan jantung. Sesuai riwayat kesehatannya, Jaafar memang mengidap penyakit jantung dan komplikasi penyakit lain. ‘’Mungkin dia kaget, ndredeg saat tampil di panggung, akhirnya kena serangan jantung,’’ ujar Muhammad Ikhsan, kakak Ja’far.

Jaafar memang sering dipanggil untuk melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Tampil di luar kota sudah menjadi kegiatannya saat ini. Namanya memang cukup dikenal. Maklum, dia merupakan juara MTQ Nasional sekitar tahun 80-an. “Sudah sering ke mana-mana. Situbondo, Pasuruan, dan tempat lain di Jawa Timur,” kata Ikhsan.

Kesedihan mendalam juga dirasakan Khofifah Indar Parawansa. Apalagi, bukan sekali ini saja Jaafar menjadi pengisi acara Khofifah. “Setiap ada acara di sini, 99 persen beliau ada di tempat untuk membaca Alquran. Semoga beliau husnulkhatimah,” ujar Khofifah. Jaafar memang dikenal aktif di berbagai kegiatan NU, terutama di lingkungan Wonocolo.

Khofifah mengenang Jaafar sebagai pribadi yang baik. Dia masih ingat betul ketika Jaafar diundang untuk menghadiri muktamar NU di Situbondo. Saat itu Jaafar juga membacakan surah Al Mulk. Kenangan itu menjadi pesan tersendiri bagi Khofifah. “Saya ceritakan ke keluarga Situbondo. Ini yang baca Alquran dulu waktu di Situbondo. Surah yang dibacakannya juga sama,” tutur Khofifah.

Suara Jaafar yang khas dan merdu membuat siapa pun yang mendengarnya merasa kagum. Mimik wajah yang sangat menghayati seakan menghipnotis orang-orang yang mendengar suaranya. Bakat Jaafar melantunkan Alquran terlihat sejak muda. Melihat bakat tersebut, sang kakak mengirimnya ke pondok pesantren di Kertomenanggal. Sejak itulah, kemampuan Jaafar terus terasah hingga berhasil menjuarai MTQ Nasional.

Jaafar juga dikenal sebagai seorang ustad atau guru ngaji di lingkungannya. Jaafar awalnya adalah seorang pedagang. Dia memiliki toko kelontong di samping rumahnya. Usia yang terus bertambah membuat dia tidak sanggup lagi mengurus toko. Akhirnya, toko tersebut dipindahtangankan. “Toko ini diberikan ke keponakannya yang sekarang,” kata Ikhsan. (GAP /*/c7/oni/sep/JPG)

Sumber: JPG
Editor: Amzar

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Ajukan Pengaspalan melalui Camat
Rabu, 20 September 2017 - 14:00 wib

Rabu, 20 September 2017 - 13:59 wib

Koruptor Makin Canggih
Rabu, 20 September 2017 - 13:53 wib
POLITIK
Kader Demokrat Banyak Mumpuni
Rabu, 20 September 2017 - 13:42 wib

Indonesia di Ambang Krisis Petani
Rabu, 20 September 2017 - 13:31 wib

Pemko Dukung Program Dakwah
Rabu, 20 September 2017 - 13:20 wib

Arisan Buat Seru-seruan
Rabu, 20 September 2017 - 12:59 wib

Lagi, Puluhan Bunga Bangkai Ditemukan
Rabu, 20 September 2017 - 12:50 wib

Uangnya buat Keperluan
Rabu, 20 September 2017 - 12:38 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Setiap Hari dapat Kiriman Air Limbah

Minggu, 10 September 2017 - 13:34 WIB

Nyala Hari Puisi Ini Pun Tak Akan Pernah Padam

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:08 WIB

Filosofi Hidup dalam Permainan Tradisi

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:03 WIB

Oppss! Ini Via Vallen Lho, Bukan Ayu Ting Ting atau Isyana Sarasvati...
Lama Waktu Mengemudi Maksimal Tiga  Jam

Minggu, 11 Juni 2017 - 11:05 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us