Wonderful Indonesia
SAJAK
Sajak-sajak Umi Kulsum
Minggu, 23 April 2017 - 01:44 WIB > Dibaca 1686 kali Print | Komentar
Berita Terkait

Sajak-Sajak DM Ningsih

Sajak-sajak Willy Ana



AKAR KETUBAN

Ini kampungku
aku pulang tak berburu kenangan
ada yang kembali ingin kusinggahi
seusai perigi di asin sungai ini

Sangkar burung di pojok ruang
juga aroma bunga kopi dan setumpuk jerami
bahkan petuah kakek
yang mengajarkan bagaimana cara duduk
belum juga lapuk

Aku tahu di dalam periuk
akar ketuban itu masih meringkuk
dan di rumah kuno yang sejak dulu menghadap laut
tercatat alamatku

Ke mana pun aku pergi
niscaya perjalanan akan sampai di sini
di kampung tubuhku sendiri

Bantul, 2016


MUSEUM KANVAS

Atapnya lepas
angin dan hujan menerobos ke sana
menghapus warna cat
lukisan-lukisan tua

Palet dan kuas terkulai di lantai
hanya langit abu-abu
yang tersisa
di sobekan kanvas di mana-mana

Dari ruang ke ruang
cahaya remang
dan kursi sunyi berderit luka
senyum tak ada
Terbang. Terbang kembali ke sorga.

Karangjati, Bantul. 2015


TENTANG SEBUAH KOTA

Inilah kotamu
kota yang dipenuhi lolong anjing dan peluru
ketika tubuhku mencarimu
tak ada lagi tempat berdiri
seluruh gang juga trotoar
menyembunyikan ranjau besar
yang menakutkan

Jalan ke arahmu
sebatas gerbang dijaga panglima
dan aku tak lepas dari tatapannya
dan aku tak bisa berkatakata

Jarak menujumu
lukisan ufuk sangat jauh
seperti surat cinta
yang tak pernah sempurna dibaca

Inilah kotamu
kota yang tak segan-segan mengasingkanku
ketika aku mencintaimu

Karangjati, Bantul. 2015


TRAGEDI

Kau menyembunyikanku di sepatu
ketika seseorang kau letakkan
di dalam tas mewah dan topi baretmu
dan ketika mencintaimu
aku harus rela melepasmu
seperti tanaman
yang menikmati gugur kelopak bunga

Aku tahu
kesedihanku tumbuh sesubur jamur
yang tak kau ketahui
sejak kapan luka kau letakkan!

Demi harga diri
aku berkali-kali mengubur diri sendiri
agar senyummu tetap mekar
dan orang-orang mengagumimu
di luar diriku
sebab aku pun tak mengerti letakku
sebatas jejak yang terinjak

Lalu, sesekali aku menghiburku
ketika kepedihan jadi darah
yang menjalar di tubuhku
dan kau tak peduli kehormatanku lenyap
seperti capung terinjak kaki

Ternyata cinta adalah kepasrahan
menerima luka
saat kekasih mengunyah bahagia di jauh sana

Yogyakarta, 2016



Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIGELAR PERTENGAHAN FEBRUARI
Duel Super Panas Tersaji di Babak 16 Besar Liga Champions, Ini Hasil Undiannya
Senin, 11 Desember 2017 - 20:45 wib
SIDANG PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Saksi Ahli Sebut Hak Novanto Dirampas, KPK: Kami Terkejut
Senin, 11 Desember 2017 - 20:30 wib
USAI RAPAT BAMUS
Batal Jadi Ketua DPR, Begini Komentar Aziz Syamsudin
Senin, 11 Desember 2017 - 20:20 wib
PENUHI PANGGILAN
Sambangi KPK Terkait Kasus Novanto, Ini Komentar Eks Wartawan Metro TV
Senin, 11 Desember 2017 - 20:10 wib
TERKAIT TUDINGAN SUDAH MENIKAH
Ayu Ting Ting Kaget Periasnya Disomasi Via Vallen
Senin, 11 Desember 2017 - 20:00 wib
PUNCAK PERINGATAN HAKI
Kasus Korupsi Jerat 313 Kepala Daerah dalam 13 Tahun Terakhir
Senin, 11 Desember 2017 - 19:40 wib
TERKAIT TARGET PEMERINTAH
Meski Sering Dikritik, Menko Darmin Sebut Ekonomi Indonesia Baik, Alasannya
Senin, 11 Desember 2017 - 19:30 wib
LAKUKAN PREVENTIVE STRIKE
Jelang Natal dan Tahun Baru, Polri Belum Dengar Informasi Adanya Teror
Senin, 11 Desember 2017 - 19:20 wib
SHARING DAN EDUKASI INKLUSI
Kesadaran Pajak Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi
Senin, 11 Desember 2017 - 19:14 wib
TERKAIT ADANYA PRODUK KEDALUWARSA
YLKI Imbau Konsumen Waspadai Diskon dan Cuci Gudang Akhir Tahun
Senin, 11 Desember 2017 - 19:10 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Dari Pekan Rantau Melayu di Hotel Sri Indrayani

Senin, 11 Desember 2017 - 09:55 WIB

Jefri Antoni Beri Motivasi Umat untuk Bangun Masjid

Senin, 11 Desember 2017 - 09:29 WIB

Riset dan Proses Kreatif

Minggu, 10 Desember 2017 - 19:48 WIB

Kostum Tiara Tembus Enam Besar  Miss Ambasador

Minggu, 10 Desember 2017 - 19:40 WIB

Tiga Hari Mengenal Melayu

Jumat, 08 Desember 2017 - 09:40 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us