Wonderful Indonesia
SAJAK
Sajak-sajak Umi Kulsum
Minggu, 23 April 2017 - 01:44 WIB > Dibaca 1498 kali Print | Komentar
Berita Terkait

Sajak-Sajak DM Ningsih

Sajak-sajak Willy Ana



AKAR KETUBAN

Ini kampungku
aku pulang tak berburu kenangan
ada yang kembali ingin kusinggahi
seusai perigi di asin sungai ini

Sangkar burung di pojok ruang
juga aroma bunga kopi dan setumpuk jerami
bahkan petuah kakek
yang mengajarkan bagaimana cara duduk
belum juga lapuk

Aku tahu di dalam periuk
akar ketuban itu masih meringkuk
dan di rumah kuno yang sejak dulu menghadap laut
tercatat alamatku

Ke mana pun aku pergi
niscaya perjalanan akan sampai di sini
di kampung tubuhku sendiri

Bantul, 2016


MUSEUM KANVAS

Atapnya lepas
angin dan hujan menerobos ke sana
menghapus warna cat
lukisan-lukisan tua

Palet dan kuas terkulai di lantai
hanya langit abu-abu
yang tersisa
di sobekan kanvas di mana-mana

Dari ruang ke ruang
cahaya remang
dan kursi sunyi berderit luka
senyum tak ada
Terbang. Terbang kembali ke sorga.

Karangjati, Bantul. 2015


TENTANG SEBUAH KOTA

Inilah kotamu
kota yang dipenuhi lolong anjing dan peluru
ketika tubuhku mencarimu
tak ada lagi tempat berdiri
seluruh gang juga trotoar
menyembunyikan ranjau besar
yang menakutkan

Jalan ke arahmu
sebatas gerbang dijaga panglima
dan aku tak lepas dari tatapannya
dan aku tak bisa berkatakata

Jarak menujumu
lukisan ufuk sangat jauh
seperti surat cinta
yang tak pernah sempurna dibaca

Inilah kotamu
kota yang tak segan-segan mengasingkanku
ketika aku mencintaimu

Karangjati, Bantul. 2015


TRAGEDI

Kau menyembunyikanku di sepatu
ketika seseorang kau letakkan
di dalam tas mewah dan topi baretmu
dan ketika mencintaimu
aku harus rela melepasmu
seperti tanaman
yang menikmati gugur kelopak bunga

Aku tahu
kesedihanku tumbuh sesubur jamur
yang tak kau ketahui
sejak kapan luka kau letakkan!

Demi harga diri
aku berkali-kali mengubur diri sendiri
agar senyummu tetap mekar
dan orang-orang mengagumimu
di luar diriku
sebab aku pun tak mengerti letakku
sebatas jejak yang terinjak

Lalu, sesekali aku menghiburku
ketika kepedihan jadi darah
yang menjalar di tubuhku
dan kau tak peduli kehormatanku lenyap
seperti capung terinjak kaki

Ternyata cinta adalah kepasrahan
menerima luka
saat kekasih mengunyah bahagia di jauh sana

Yogyakarta, 2016



Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DAPAT PERHATIAN KHUSUS
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:00 wib
UNTUK NAIKKAN ELEKTABILITAS
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:45 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:30 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:15 wib
SAMBUT BAIK USAHA PEMBERANTASAN KORUPSI
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:00 wib
MASA JABATAN BERAKHIR
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:30 wib
SOAL ISTILAH PRIBUMI
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:20 wib
PASCA-PEMBUBARAN
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:10 wib
UNTUK SATU POSTINGAN INSTAGRAM
Soal Endorse Rp100 Juta, Syahrini Akui Hanya Bercanda
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:00 wib
PILPRES 2019
Saingi Jokowi, Apa yang Sudah Diperbuat Prabowo?
Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Pertunjukan Budaya Meriahkan Pelantikan Pengurus Pamor Riau
Gubri Dijadwalkan Hadiri Haul 100 Tahun Ma’rifat Mardjani
Istri Pangkostrad Kagumi  Oleh-oleh Khas Riau

Rabu, 11 Oktober 2017 - 10:26 WIB

Ratusan Seniman Gelar Aksi untuk Rohingya

Jumat, 06 Oktober 2017 - 10:01 WIB

Kerajinan Khas Daerah Terus Dipopulerkan

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:50 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us