Wonderful Indonesia
SAJAK
Sajak-sajak Umi Kulsum
Minggu, 23 April 2017 - 01:44 WIB > Dibaca 1284 kali Print | Komentar
Berita Terkait

Sajak-Sajak DM Ningsih

Sajak-sajak Willy Ana



AKAR KETUBAN

Ini kampungku
aku pulang tak berburu kenangan
ada yang kembali ingin kusinggahi
seusai perigi di asin sungai ini

Sangkar burung di pojok ruang
juga aroma bunga kopi dan setumpuk jerami
bahkan petuah kakek
yang mengajarkan bagaimana cara duduk
belum juga lapuk

Aku tahu di dalam periuk
akar ketuban itu masih meringkuk
dan di rumah kuno yang sejak dulu menghadap laut
tercatat alamatku

Ke mana pun aku pergi
niscaya perjalanan akan sampai di sini
di kampung tubuhku sendiri

Bantul, 2016


MUSEUM KANVAS

Atapnya lepas
angin dan hujan menerobos ke sana
menghapus warna cat
lukisan-lukisan tua

Palet dan kuas terkulai di lantai
hanya langit abu-abu
yang tersisa
di sobekan kanvas di mana-mana

Dari ruang ke ruang
cahaya remang
dan kursi sunyi berderit luka
senyum tak ada
Terbang. Terbang kembali ke sorga.

Karangjati, Bantul. 2015


TENTANG SEBUAH KOTA

Inilah kotamu
kota yang dipenuhi lolong anjing dan peluru
ketika tubuhku mencarimu
tak ada lagi tempat berdiri
seluruh gang juga trotoar
menyembunyikan ranjau besar
yang menakutkan

Jalan ke arahmu
sebatas gerbang dijaga panglima
dan aku tak lepas dari tatapannya
dan aku tak bisa berkatakata

Jarak menujumu
lukisan ufuk sangat jauh
seperti surat cinta
yang tak pernah sempurna dibaca

Inilah kotamu
kota yang tak segan-segan mengasingkanku
ketika aku mencintaimu

Karangjati, Bantul. 2015


TRAGEDI

Kau menyembunyikanku di sepatu
ketika seseorang kau letakkan
di dalam tas mewah dan topi baretmu
dan ketika mencintaimu
aku harus rela melepasmu
seperti tanaman
yang menikmati gugur kelopak bunga

Aku tahu
kesedihanku tumbuh sesubur jamur
yang tak kau ketahui
sejak kapan luka kau letakkan!

Demi harga diri
aku berkali-kali mengubur diri sendiri
agar senyummu tetap mekar
dan orang-orang mengagumimu
di luar diriku
sebab aku pun tak mengerti letakku
sebatas jejak yang terinjak

Lalu, sesekali aku menghiburku
ketika kepedihan jadi darah
yang menjalar di tubuhku
dan kau tak peduli kehormatanku lenyap
seperti capung terinjak kaki

Ternyata cinta adalah kepasrahan
menerima luka
saat kekasih mengunyah bahagia di jauh sana

Yogyakarta, 2016



Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT ISU PEMBANGUNAN APARTEMEN
RJA DPR di Kalibata Ternyata Berhantu, tapi...
Rabu, 23 Agustus 2017 - 21:00 wib
TARGETKAN TUNTAS PADA MASA SIDANG INI
Pembahasan Perppu Ormas Akan Dipercepat Komisi II DPR, Alasannya...
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:45 wib
DINILAI BERTANGGUNG JAWAB PENUH
Pansus Angket KPK Didesak Panggil Jokowi ke DPR
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:30 wib
TERKAIT ISU PEMBANGUNAN APARTEMEN
Hanya untuk Kalangan Dewan, Staf Ternyata Tak Boleh Tempati RJA DPR
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:15 wib
DIDATANGI BRPD DAN DITLANTAS
Soal Tunggakan Pajak Mobil Mewah, Begini Klarifikasi Raffi Ahmad
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:00 wib
LA LIGA SPANYOL
Di Maria Gabung Barcelona? Ternyata Ulah Hacker
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:48 wib
SEMPAT DIWACANAKAN SEBELUMNYA
Pengamat: Anggota DPR Seperti Menghina Rakyat jika Jadi Buat Apartemen
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:41 wib
TERUS DIBURU TIM BARESKRIM POLRI
Buronan Korupsi Aset Pertamina Ini Masuk Daftar Cekal Imigrasi
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:37 wib
PERMENHUB DICABUT MA
Organda Khawatir Angkutan Konvensional dan Online Kembali Bergejolak
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:33 wib
PASCA-PENANGKAPAN TARMIZI
Empat Panitera Ini Pernah Terjaring OTT KPK, Berikut Daftarnya
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:27 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Pesan dalam Liuk Tubuh

Minggu, 20 Agustus 2017 - 13:17 WIB

Perkenalkan Budaya  untuk Jaga Persatuan

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:55 WIB

Afrizal, Modernitas dan Kecemasan

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:46 WIB

Rasa Merdeka

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:30 WIB

Tradisi Masyarakat  Warnai Pelepasan JCH

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:16 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us