Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Perca >>
CATATAN SEPAKBOLA
Ada Apa dengan Belanda?
Senin, 27 Maret 2017 - 00:34 WIB > Dibaca 3546 kali Print | Komentar
Ada Apa dengan Belanda?
Bek muda Belanda, Matthijs de Ligt (kiri), saat gagal mengawal pergerakan penyerang Bulgaria, Borislavov Delev, dalam pertandingan Pra Piala Dunia 2018 Zona Eropa Grup A di Stadion Vasil Levski, Sofia, Ahad (26/3/2017) dinihari. Belanda kalah 0-2 yang diborong Delev dan terancam tak lolos ke Rusia. (DAILY MAIL)
Oleh Hary B Kori’un

KEKALAHAN 0-2 dari Bulgaria dalam Pra Piala Dunia 2018 Grup A Zona Eropa, Ahad (26/3/2016) dinihari, membuat banyak orang semakin pesimis dengan masa depan Belanda. Salah satu kekuatan terbaik Eropa dan dunia ini terancam tak lolos ke Piala Dunia 2018 Rusia. Jika ini terjadi, peringkat tiga Piala Dunia 2014 ini mengulangi “pencapaian” saat tak lolos ke putaran final Piala Eropa 2016 Prancis yang lalu.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Vasil Levski, Sofia, itu, dua gol yang bersarang di jala kiper Jeroen Zoet dicetak oleh striker tak terkenal yang bermain di Pogoń Szczecin, klub  kecil Polandia,  yakni Borislavov Delev, masing-masing menit ke-5 dan 20. Dua gol yang terjadi itu memperlihatkan sisi lemah dari duet bek Bruno Martin Indie dan pemain berusia 17 tahun asal Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt.  

De Ligt selama ini memang menjadi bagian penting dari pertahanan tangguh Ajax di Eredivisie, namun dia belum cukup cakap dalam pertandingan internasional seperti ini, meski “hanya” berhadapan dengan tim “sekelas” Bulgaria yang kini jauh mengalami penurunan prestasi dan permainan dibanding masa emasnya saat mereka sampai ke fase semifinal Piala Dunia 1994 Amerika Serikat dulu.

Padahal, sebenarnya Belanda masih memiliki bek-bek tangguh seperti Stefan de Vrij yang kini membela Lazio dan punya pengalaman mengawal pertahan Orange 27 kali, yang setelah Piala Dunia 2014 tak pernah dipanggil lagi. Entah mengapa, Danny Blind sepertinya alergi dengan mantan bek Feyenoord Rotterdam itu. Selain itu, Bruno Martin yang kini bermain di FC Porto,  yang menjadi tandem De Ligt, juga sudah lama tak bermain untuk timnas.

Mudahnya jala Belanda dibobol Delev itu berbanding terbalik dengan upaya para gelandang dan penyerang Belanda saat membombardir pertahanan Bulgaria. Dalam catatan Soccerway, Belanda menguasai permainan hingga 69 persen, membuat tendangan tepat sasaran 3 kali dan melebar 5 kali. Sebenarnya statistik ini tidak cukup baik untuk tim yang memiliki tradisi menyerang sekelas Belanda, yang menjadi dasar dari sepakbola menyerang yang sekarang banyak diadopsi banyak pelatih di dunia setelah Rinus Michel “menciptakan” tottal football di era 1970-an.

Kembalinya Arjen Robben di penyerang-sayap kanan (dengan pola tiga penyerang)  ke tim setelah sekian lama dililit cedera, plus gelandang tangguh Kevin Strootman dengan problem yang sama dengan Robben, mestinya menjadi kekuatan besar bagi Blind dalam mengembalikan karakter Belanda. Pilihan terhadap Quincy Promes, penyerang-sayap kiri yang diambil dari Spartak Moskow, sebenarnya cukup bermain baik. Promes adalah alternatif  setelah Memphis Depay yang bermain bagus di Piala Dunia 2014, belakangan kehilangan sentuhan golnya setelah lama “nganggur” di Manchester United sebelum menyeberang ke klub Prancis, Olimpique Lyon.

Dengan tiga gelandang tengah dengan karakter kuat yang diperani Strootman, Georginio Wijnaldum, dan Davy Klaassen, plus Robben, semestinya Belanda bisa bermain baik, efektif, dan tajam.

Yang menjadi persoalan selama ini adalah, setelah tak dipanggilnya Robin van  Persie dan Klaas Jan-Huntelaar dengan alasan ketajaman yang menurun, Belanda tak lagi memiliki striker trengginas yang ditakuti lawan-lawannya seperti dulu. Bas Dost yang kini memimpin daftar top skor Liga Portugal dengan 24 golnya bersama Sporting CP Lisbon, dan menjadi penyerang utama berlanda saat ini,  bukanlah striker kelas atas. Dia belum bisa disejajarkan dengan Persie, Huntelaar, atau para penyerang Belanda di masa lalu seperti Johan Cruyff, Marco van Basten, Ruud Gullit,  Piet Keizer,  Hohnny Repp, John Bosman, Wiem Kief, Rob Rosenbring,  Pierre van Hoijdonk, Roy Makaay,  Jimmy Floyd Hesselbaink, Dennis Bergkamp, Patrick Kluivert, Ronald de Boer, Ruud van Nistlerooy, dan sederet nama besar lainnya.

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Polisi Buru Pelaku Penembakan Buaya Raksasa
Minggu, 24 September 2017 - 13:32 wib

Bulutangkis Riau Berjaya Di Fastron Open
Minggu, 24 September 2017 - 12:45 wib

Iran Juga Luncurkan Rudal Khoramshahr
Minggu, 24 September 2017 - 12:29 wib
POLITIK
Rakerda PG Sempat Ricuh
Minggu, 24 September 2017 - 12:03 wib
Satu Beroperasi di Pekanbaru
OJK Stop Lima Investasi Bodong
Minggu, 24 September 2017 - 11:51 wib

Reputasi Rekor Tandang
Minggu, 24 September 2017 - 11:42 wib
TAMU REDAKSI
Asah Literasi Siswa dengan Berkunjung ke Redaksi Riau Pos
Minggu, 24 September 2017 - 11:37 wib

Pernak-pernik Unik Handmade
Minggu, 24 September 2017 - 11:25 wib
Menunggu Pengesahan Ranperda RTRW Riau
Terganjal karena Kepentingan?
Minggu, 24 September 2017 - 11:22 wib

Tryout Online Ajang Uji Coba UNBK
Minggu, 24 September 2017 - 11:19 wib
Cari Berita
Perca Terbaru
Beratnya Perjuangan Sepakbola di SEA Games

Kamis, 17 Agustus 2017 - 00:12 WIB

"Legends of the Fall": Tentang Cinta dan Kesetiaan tanpa Batas
Antara Sri Bintang Pamungkas dan Amien Rais

Kamis, 08 Juni 2017 - 17:10 WIB

 Pertahanan Terbaik atau Ketajaman Mencetak Gol?

Minggu, 04 Juni 2017 - 01:11 WIB

Keberuntungan atau Kecerdasan Zidane?

Kamis, 20 April 2017 - 03:04 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us