Wonderful Indonesia
PENANGGULANGAN KEBAKARAN
Program Desa Bebas Api Efektif Cegah Kebakaran
Minggu, 26 Maret 2017 - 14:21 WIB > Dibaca 2188 kali Print | Komentar
Program Desa Bebas Api Efektif Cegah Kebakaran
Salah satu petani di Kelurahan Pelalawan memanfaatkan hand tractor untuk mengolah lahan pertanian di desanya. Dengan alat ini, warga dapat membuka lahan tanpa bakar. (RAPP FOR RIAUPOS.CO)
PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO)  - Bencana kabut asap yang melanda Provinsi Riau bertahun-tahun sangat merugikan masyarakat Riau, baik dari segi kesehatan hingga ekonomi. Tidak ingin terjadi hal yang sama, tahun 2015 lalu Program Desa Bebas Api atau Free Fire Village Program (FFVP) diluncurkan.

Tujuannya untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membakar lahan, menyediakan alternatif pertanian dengan membantu membukakan lahan menggunakan alat pertanian, mensosialisasikan kepada masyarakat terkait bahaya membuka lahan dengan cara bakar, dan pemantauam kualitas udara.

Dua tahun diluncurkan, Program Desa Bebas Api terbukti efektif mencegah kebakaran lahan dan hutan, karena melalui program ini, setiap orang diingatkan untuk tidak membakar hutan dan lahan. Tahun 2016 jumlah Desa yang termasuk dalam program Bebas Api bertambah menjadi 18 desa yang awalnya hanya 9 desa pada tahun 2015.

Program ini sudah mencakup kawasan seluas 600,000 hektare, dengan area yang mengalami kebakaran di tahun 2016 hanya seluas 0,07 persen. 18 Desa yang tergabung dalam Program Desa Bebas Api berasal dari desa di tiga kabupaten di Riau, Kabupaten Pelalawan (Desa Sering, Petodaan, Teluk Meranti, Segamai, Penarikan, Kuala Tolam, Pangkalan Gondai, dan Pulau Muda, Kelurahan Langgam dan Pelalawan) Siak (Desa Olak, Dayun, dan Lubuk Jering) dan Kepulauan Meranti ( Desa Lukit, Tasik Putri Puyu, dan Tanjung Padang).

Setiap c
Crew leader atau koordinator penggerak dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Program Bebas Api, setiap hari melakukan patroli mengelilingi desa untuk memantau api. Mereka juga mensosialisasikan bahaya karhutla kepada masyarakat setempat.

Beberapa desa yang terus menjaga desa mereka bebas dari api diberikan reward sebesar Rp100 juta untuk zero fire dan Rp 50 juta jika kebakaran kurang dari 1 hektare di desa dalam bentuk pembangunan infrastruktur.

Program tersebut diinisiasi oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan bagian dari APRIL Grup. Direktur PT RAPP, Rudi Fajar mengatakan program ini akan berlanjut di tahun 2017 dengan 9 desa baru telah terdaftar, dan 9 desa lainnya yang memasuki tahun ketiga akan menjadi "Masyarakat Tangguh Api’".

"Hal ini merupakan komitmen perusahaan yang siap untuk melakukan pencegahan sejak dini ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2017 untuk mewujudkan Riau bebas asap seperti di tahun 2016 lalu. Kami selalu melakukan langkah-langkah strategis dan sedini mungkin menghadapi ancaman karhutla," ujar Rudi.(hbk)


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SEBAGAI PERNYATAAN MEDIA MASSA
Terkait Pelaporan, Ketua YLBHI Sarankan Kivlan Zen Gunakan Hak Jawab
Rabu, 20 September 2017 - 20:00 wib
BERTEBARAN JELANG 30 SEPTEMBER
Ketua MPR Keluhkan Pihak yang Sering Tunggangi Isu PKI
Rabu, 20 September 2017 - 19:30 wib
DI 24 PROVINSI
Pesan Bawaslu RI saat Lantik 72 Anggota Periode 2017-2022
Rabu, 20 September 2017 - 19:15 wib
NYATAKAN KEBERATAN
Praperadilan Novanto, Kuasa Hukum Bacakan 7 Poin Permohonan Ini
Rabu, 20 September 2017 - 19:00 wib
PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Kuasa Hukum Sebut Setya Novanto Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa
Rabu, 20 September 2017 - 18:30 wib
UMAT ISLAM DIIMBAU TAK LUPA
Buku Sejarah Peristiwa G30S PKI Harus Ditertibkan Pemerintah, Ini Alasan MUI
Rabu, 20 September 2017 - 18:15 wib
DINILAI PENUH UNSUR KEKERASAN
KPAI Minta Sekolah Kaji Kembali Rencana Pemutaran Film G30S/PKI
Rabu, 20 September 2017 - 18:00 wib
MASIH DIRAWAT INTENSIF
Dokter Larang Penjenguk Bicara Politik dengan Novanto
Rabu, 20 September 2017 - 17:45 wib
TUTUP USIA SELASA MALAM
Sang Ayah Berpulang, Ini Ungkapan Duka Cita Momo Geisha
Rabu, 20 September 2017 - 17:30 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Siti Badriah Ciptakan Game untuk  Anak-Anak Dalam  Melestarikan Lingkungan
RT 04 Tangkerang Labuai Kurangi Sampah sejak dari Rumah

Senin, 18 September 2017 - 07:54 WIB

Guru Besar IPB Kembangkan Teknologi Penyamak Kulit Ramah Lingkungan
Inovasi Teksidi Benjir Jadi Alternatif Pro Lingkungan

Minggu, 27 Agustus 2017 - 09:38 WIB

Potensi Mangrove Jadi Perhatian Dunia

Sabtu, 26 Agustus 2017 - 20:18 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us