Wonderful Indonesia
SAJAK
Sajak-sajak Mezra E. Pellondou
Sabtu, 25 Maret 2017 - 00:37 WIB > Dibaca 872 kali Print | Komentar
Vat Wobol

Memasuki mulut kumbang  pintu gerbang negeri kenari
dari atas gelombang laut perempuan itu menatap ladang-ladang siap panen
di kejauhan sana
ia terlalu yakin  menjadi perempuan yang melewati jalan Vat  Wobol

sudah lama perempuan itu  duduk beralas sebatang labu
bersetia menatap Kameng Lei raja mesbah mengucap doa
menengadah ke atas, padi panen pertama dihamburkan ke udara
menatap ke bawah, benih panen pertama dihamburkan ke tanah
Allah Tala, War Allah Talla Ey Mira
Vun Palaci Sey
Tanpa Vat  Wobol hasil panen tabu dimakan

Setelah tahun-tahun bergulir lelakinya pergi
Tinggalkan  perempuan itu
Juga ladang padi dan empat anak mereka
bulir-bulir padi kembali bernas
perempuan itu memutuskan membuang alas batang labu
tidak sanggup lagi menatap Kameng Lei
sudah lama anak-anaknya belum makan
tanpa Vat Wobol perempuan itu telah menyuapi
anak-anaknya dari hasil panen

memasuki mulut kumbang negeri kenari
perempuan itu seperti terpenjara bersama anak-anaknya
bagai kutuk abadi di nadinya

Kupang,14 Maret 2017


Labatala

Semalam lelakiku pergi temui Labatala airmataku tumbuh
memanjang menutup pori
cuma air susu yang menolak kesedihan
saat bunyi desis bayi merah kita terdengar telinga ui dan fed               
bulan dan matahari
meneruskan suara kecap bayi
ke tahta Labatala
dewa Mairal pemantra laut                 
dewa Nedah penjaga telaga
ikut sujud pada Labatala dengan airmata

Di kejauhan dewa Kalinang menyeringai
desis bayi merah kita kian riuh air susu membanjir tubuhnya
tumbuh perempuan gunung
segagah matahari
sekokoh pohon kenari

suatu ketika seorang Lowolong  mengusik cahayanya
panas membara menikam kornea bumi
Hei,Kalinang di mana kau sembunyikan Tineshing Seka?                                         
dia telah menghantar lelakiku ke Labatala                                                   
Lihat, belum waktunya!
                             
Dua puluh lima tahun sudah lelakiku cuma beterbangan di alam sana        
pintu masih ditutup Labatala

pada hidup yang melipat
anak perempuan karangku terus saja menjinakkan Kalinang
dengan doa-doanya pada Labatala yang selalu perih
melalui Mou Maha Maha
“Ayah, bertahanlah pintu pasti terbuka untukmu”

Kupang, Februari 2017


Petiklah Sowito dan Menarilah

Mengapa harus tertinggal satu nada?
padahal gadis-gadis belia berselubung
kain sarung
masih menggila memetik Sowito
mereka bukan tidur

suling-suling bersuara ganda Foi Doa
ikut menggilas hidup sejak bayi-bayi  lepas tali pusar
rasa manis, asam pedas, sepat, asin
tersesat dalam nafas dan tak ingin pulang
itu bukan kekalahan

jangan ada yang tertinggal walau hanya satu nada
mari, petiklah Sowito!

ringan dan lincah gerak kaki penari Toda Gu
bukan cuma milik lelaki

ambillah tombak dan parang simpanlah
ini tarian kita
tanpa ada yang harus terluka
jika ingin menang
Petiklah Sowito setiap memulai pertandingan



Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
MENJAWAB WARTAWAN SAMBIL BERCANDA
Joko Widodo Sebut Siapa Nama yang Akan Dampingi Maju sebagai Capres
Sabtu, 24 Februari 2018 - 00:09 wib
TERKAIT PENUTUPAN JALAN DI TANAH ABANG
Anies Baswedan Diadukan, Polisi Masih Mempelajari
Sabtu, 23 Februari 2018 - 21:11 wib
TUDINGAN WAYAN KOSTER TERIMA SUAP MILIARAN
Nyanyian Nazaruddin Harus Dibuktikan Secara Hukum
Sabtu, 23 Februari 2018 - 19:12 wib
POLISI MEMBANTAH
Artis Cantik Ini Bukan Pengedar Narkoba
Sabtu, 23 Februari 2018 - 18:15 wib
DITANGKAP POLISI
Pengunggah Hoax "Megawati Minta Azan di Masjid Ditiadakan" Bilang Cuma Iseng
Sabtu, 23 Februari 2018 - 17:43 wib
DIPUTUSKAN DI RAKERNAS III DI BALI
PDI Perjuangan Akhirnya Tetapkan Sosok Ini Jadi Calon Presiden
Sabtu, 23 Februari 2018 - 17:29 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Suku Teater Mulai Pementasan Perdana "Dilanggar Todak"

Jumat, 23 Februari 2018 - 01:20 WIB

 Berita Hoaks dan Kesantunan Berbahasa Menjadi Perhatian
55 Situs Budaya Diusulkan Jadi WBTB

Selasa, 20 Februari 2018 - 10:51 WIB

Lelaki Tua dan Boneka

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:15 WIB

Metonimia

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:08 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us