Wonderful Indonesia
E-Voting di Pilpres 2019
DPR Resmi Batalkan E-Voting di Pilpres 2019
Selasa, 21 Maret 2017 - 10:31 WIB > Dibaca 192 kali Print | Komentar
DPR Resmi Batalkan E-Voting di Pilpres 2019
KETERANGAN PERS: Ketua DPR Setya Novanto memberikan keterangan terkait pembahasan jatah pimpinan untuk PDIP di Gedung DPR, Senin (20/3/2017).
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-undang Penyelenggaraan Pemilu sepakat bahwa pemilihan umum berbasis elektronik (e-voting) tak akan ditetapkan pada Pemilu 2019.

Wakil Ketua Pansus Pemilu, Yandri Susanto mengakui bahwa sebelumnya mereka memang setuju e-voting ditetapkan. Namun setelah melakukan kunjungan ke Jerman, mereka sepakat untuk tidak meneruskan pembahasan diterapkannya e-voting. Alasannya, e-voting rawan diretas (hack).

‘’Kita diskusi secara mendalam dengan KPU dan Mahkamah Konsitusi (MK) di Jerman. Kita tanya, kenapa Jerman yang penduduknya sedikit kemudian teknologinya maju, daerahnya cukup homogen, MK memutuskan tidak perlu. Itu yang kita Tanya. Setelah mereka paparkan dia bilang berpotensi di-hack. Kemudian jika ada isu maka cepat dimanipulasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab karena menyangkut teknologi,’’ kata Yandi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/3).

Dari studi banding di Jerman dan Meksiko, pihaknya memutuskan hanya akan melakukan perhitungan berbasis elektronik (e-counting). Penerapan e-counting menurutnya akan mempercepat proses perhitungan suara.

‘’Kita perlunya e-counting, jadi rekap di TPS langsung di rekap oleh teknologi yang kita siapkan,’’ tegas Yandri .

Seperti di Jerman, dalam penerapan e-counting nanti, masih perlu saksi-saksi dari partai politik peserta Pemilu. Saksi parpol itu akan dibiayai oleh negara.

‘’Selama ini kan saksi hanya satu atau dua orang, itu yang disinyalir ada kecurangan, tapi kalau semua saksi parpol ada dan dibiayai oleh Negara, maka semua harus mengumpulkan tanda tanggan,’’ demikian Yandri.(san/jpg)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
KASUS CHAT MESUM
Habib Rizieq Dinilai Hambat Penyidikan karena Tak Kunjung Kembali
Sabtu, 27 Mei 2017 - 18:30 wib
MENJADI INCARAN NOMOR SATU
Bertahan di Chelsea, Conte Tolak Pinangan Inter
Sabtu, 27 Mei 2017 - 18:00 wib
MENGAKALI PENYUSUNAN STANDAR LAPORAN KEUANGAN
Segini Jumlah Uang Hasil OTT KPK terhadap Irjen Kemendes dan Auditor BPK
Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:45 wib
DIYAKINI BAKAL KEMBALI MAJU
CSIS Beberkan Kriteria Cawapres Pendamping Jokowi 2019
Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:30 wib
MENCAPAI RP150 RIBU/KILOGRAM
Harga Kembali Naik, DPR: Bawang Putih Selalu Bermasalah
Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:15 wib
DIBENRTUK PT DKI JAKARTA
Banding Perkara Ahok Akan Dipimpin Majelis Hakim Imam Sungundi
Sabtu, 27 Mei 2017 - 16:55 wib
HARUS PUNYA ANGGOTA DPD
Kecuali Kaltara, Nasdem Sarankan Penambahan Jumlah Anggota DPR Ditunda
Sabtu, 27 Mei 2017 - 16:52 wib
TERKAIT PENYEGELAN RUANG
Anak Buah Terjaring OTT, Menteri Desa Tunggu Keterangan Resmi KPK
Sabtu, 27 Mei 2017 - 16:48 wib
BESUK KORBAN DI RS
Bom Kampung Melayu, Irjen Arief: Harus Sabar dan Yakin
Sabtu, 27 Mei 2017 - 16:32 wib
TERKAIT PENEMUAN PASPOR
Dugaan Adanya WNI dalam Pemberontakan ISIS di Filipina
Sabtu, 27 Mei 2017 - 16:27 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
CSIS Beberkan Kriteria Cawapres Pendamping Jokowi 2019
Kecuali Kaltara, Nasdem Sarankan Penambahan Jumlah Anggota DPR Ditunda
Pansus Targetkan Tuntas Pekan Depan

Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:00 WIB

Forum Partisipasi Pemilih Dibentuk di Provinsi

Sabtu, 27 Mei 2017 - 11:57 WIB

Gerindra dan Golkar Dukung Hak Angket

Sabtu, 27 Mei 2017 - 11:54 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us