Wonderful Indonesia
E-Voting di Pilpres 2019
DPR Resmi Batalkan E-Voting di Pilpres 2019
Selasa, 21 Maret 2017 - 10:31 WIB > Dibaca 215 kali Print | Komentar
DPR Resmi Batalkan E-Voting di Pilpres 2019
KETERANGAN PERS: Ketua DPR Setya Novanto memberikan keterangan terkait pembahasan jatah pimpinan untuk PDIP di Gedung DPR, Senin (20/3/2017).
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-undang Penyelenggaraan Pemilu sepakat bahwa pemilihan umum berbasis elektronik (e-voting) tak akan ditetapkan pada Pemilu 2019.

Wakil Ketua Pansus Pemilu, Yandri Susanto mengakui bahwa sebelumnya mereka memang setuju e-voting ditetapkan. Namun setelah melakukan kunjungan ke Jerman, mereka sepakat untuk tidak meneruskan pembahasan diterapkannya e-voting. Alasannya, e-voting rawan diretas (hack).

‘’Kita diskusi secara mendalam dengan KPU dan Mahkamah Konsitusi (MK) di Jerman. Kita tanya, kenapa Jerman yang penduduknya sedikit kemudian teknologinya maju, daerahnya cukup homogen, MK memutuskan tidak perlu. Itu yang kita Tanya. Setelah mereka paparkan dia bilang berpotensi di-hack. Kemudian jika ada isu maka cepat dimanipulasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab karena menyangkut teknologi,’’ kata Yandi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/3).

Dari studi banding di Jerman dan Meksiko, pihaknya memutuskan hanya akan melakukan perhitungan berbasis elektronik (e-counting). Penerapan e-counting menurutnya akan mempercepat proses perhitungan suara.

‘’Kita perlunya e-counting, jadi rekap di TPS langsung di rekap oleh teknologi yang kita siapkan,’’ tegas Yandri .

Seperti di Jerman, dalam penerapan e-counting nanti, masih perlu saksi-saksi dari partai politik peserta Pemilu. Saksi parpol itu akan dibiayai oleh negara.

‘’Selama ini kan saksi hanya satu atau dua orang, itu yang disinyalir ada kecurangan, tapi kalau semua saksi parpol ada dan dibiayai oleh Negara, maka semua harus mengumpulkan tanda tanggan,’’ demikian Yandri.(san/jpg)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Tidak Ingin Asal Pecat Pegawai
PTN Ungkap Jumlah Dosen HTI
Kamis, 27 Juli 2017 - 11:21 wib
OTOMOTIF
Agung Toyota SM Amin Promo Diskon hingga 50 Persen
Kamis, 27 Juli 2017 - 11:18 wib
PEKANBARU
Wako-Sekko Akui Keracunan
Kamis, 27 Juli 2017 - 11:15 wib
PEKANBARU
Rekomendasi Belum Keluar, Kim Teng Tidak Boleh Buka
Kamis, 27 Juli 2017 - 11:10 wib

PT Hutahaean Sebut karena Okupasi
Kamis, 27 Juli 2017 - 11:06 wib
KAB INDRAGIRI HULU
Perusahaan Harus Ikut Peduli Untuk Pencegahan Karhutla
Kamis, 27 Juli 2017 - 11:00 wib
POLITIK
Pengembalian SMA/SMK ke Pemko/Pemkab Kandas
Kamis, 27 Juli 2017 - 10:59 wib
EKONOMI BISNIS
Redenominasi Dorong Daya Beli
Kamis, 27 Juli 2017 - 10:55 wib
Perbarindo Riau Gelar Musda V
Pertumbuhan Bank Perkreditan Rakyat Tetap Dua Digit
Kamis, 27 Juli 2017 - 10:53 wib

IKA Unand Targetkan Ribuan Alumni Hadiri Silatnas
Kamis, 27 Juli 2017 - 10:52 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Penyadapan Wajib Izin Pengadilan

Kamis, 27 Juli 2017 - 11:04 WIB

Pengembalian SMA/SMK ke Pemko/Pemkab Kandas

Kamis, 27 Juli 2017 - 10:59 WIB

Jika PAN Gabung Poros PD-Gerindra-PKS, Pilpres 2019 Dipastikan...
Desak Setnov Mundur, Dua Kalder Golkar Ini Segera Disanksi
Fahri Sarankan Pengakuan Yulianis soal KPK Ditindaklanjuti
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us