Wonderful Indonesia
SELAMA SEPEKAN TERAKHIR
2.000 Orang Ditahan Pemerintah Turki Terkait Kudeta
Senin, 20 Maret 2017 - 19:45 WIB > Dibaca 403 kali Print | Komentar
2.000 Orang Ditahan Pemerintah Turki Terkait Kudeta
Presiden Turki, Recep Tayyip Edrogan. (AFP)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sebanyak lebih dari 2.000 orang selama seminggu ini ditahan oleh pemerintah Turki. Hal itu karena adanya dugaan terkait dengan upaya kudeta gagal tahun lalu. Keterangan dari Kementerian Dalam Negeri Turki awal pekan ini menyatakan, mereka yang ditangkap terkait dengan kelompok-kelompok militan.

Misalnya saja PKK yang dilarang atau terlibat dalam kudeta. Dalam sebuah pernyataan, Kementerian dalam Negeri mengatakan ada 2.063 orang telah ditahan untuk diinterogasi dalam seminggu terakhir. Sebanyak 999 orang yang dicurigai memiliki hubungan dengan PKK yang telah melakukan pemberontakan tiga dasawarsa terhadap pemerintah.

Mereka dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Turki dan Eropa. Adapun 966 orang lainnya ditahan karena diduga terkait dengan ulama Turki yang berbasis di Amerika Serikat Fethullah Gulen.

Ankara kerap menuding bahwa ia mendalangi kudeta pada bulan Juli. Gulen membantah keterlibatan apapun dan mengutuk kudeta. Tujuh puluh orang yang ditahan diduga terkait dengan ISIS sedangkan 28 lainnya ditahan karena memiliki hubungan dengan kelompok teroris sayap kiri. Dalam pernyataan yang sama, pihak kementerian juga mengatakan bahwa 24 militan telah "dinetralkan" dalam operasi selama seminggu terakhir, dan dari orang-orang, 13 tewas. Tidak ada rincian lebih lanjut soal hal ini. (mel)

Sumber: RMOL
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
WAKILI ASPIRASI WARGA
Usul Bentuk Fraksi di DPR, MUI Klaim Tak Berpolitik
Kamis, 26 April 2017 - 20:41 wib
TERUS DIGESA, TERJUNKAN TIM KHUSUS
Penjelasan Wakapolri Terkait Pengungkapan Kasus Novel Baswedan
Kamis, 26 April 2017 - 20:32 wib
BERBEDA DENGAN KESAKSIAN ANAK BUAH
Soal Proyek Satelit Monitoring, Kepala Bakamla Bantah Minta Fee
Kamis, 26 April 2017 - 20:25 wib
TERKAIT PENYIRAMAN AIR KERAS
Polisi Ungkap Perkembangan Terbaru Kasus Novel Baswedan
Kamis, 26 April 2017 - 20:19 wib
KASUS SATELIT MONITORING
Akui Kenal, Kepala Bakamla Sempat Kunjungi Rumah Fahmi
Kamis, 26 April 2017 - 20:15 wib
PERNAH DIGUNAKAN SAAT TETAPKAN CALON KAPOLRI
Fahri: Usulan Hak Angket Bukan karena Kasus e-KTP
Kamis, 26 April 2017 - 20:05 wib
PILGUB DKI 2017
Anies Kenang Risma saat Syukuran Kemenangan
Kamis, 26 April 2017 - 20:01 wib
TERUS BERDATANGAN SEJAK KEMARIN
Kebanjiran Karangan Bunga, Ahok: Saya Foto Aja
Kamis, 26 April 2017 - 19:56 wib
LEWAT JALUR LAUT
Polisi Ungkap Modus Baru Penyelundupan Narkoba dari Cina
Kamis, 26 April 2017 - 19:47 wib
TERKAIT INPRES ERA MEGAWATI
Jokowi soal Kasus BLBI: Bedakan Kebijakan dan Pelaksanaan
Kamis, 26 April 2017 - 19:41 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Korut Janjikan Tentara AS Hujan Api dan Banjir Darah
 Cina Larang Nama Religius untuk Bayi Muslim

Rabu, 26 April 2017 - 17:35 WIB

Kem Diserbu, Tiga WNI, Seorang Malaysia Tewas

Rabu, 26 April 2017 - 17:33 WIB

Pakai Ponsel, Rekam Sendiri Pembedahannya

Rabu, 26 April 2017 - 17:30 WIB

 Gugus Tempur AS Latihan  Bersama AL Jepang

Rabu, 26 April 2017 - 14:19 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini