SELAIN MEMINTA PERTANGGUNGJAWABAN
Luhut Minta Semua Pihak Introspeksi Terkait Kasus Terumbu Karang Raja Ampat
Senin, 20 Maret 2017 - 19:29 WIB > Dibaca 269 kali Print | Komentar
Luhut Minta Semua Pihak Introspeksi Terkait Kasus Terumbu Karang Raja Ampat
Luhut Pandjaitan. (JPNN)
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Selain meminta pertanggungjawaban pihak kapal yang merusak terumbu karang di Raja Ampat, menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan, pemerintah setempat juga harus melakukan introspeksi dan pembenahan. Luhut menilai, hingga saat ini pihaknya juga belum tahu kerugian yang disebabkan akibat rusaknya terumbu karang itu.

Akan tetapi, yang jelas selain itu pihak-pihak terkait juga harus melakukan  instrospeksi kenapa kapal itu bisa menabak. "Jadi kita ingin peraturan untuk lebih ketat lagi karena (Raja Ampat) adalah daerah tujuan wisata kita, yang kedua terumbu karang di daerah itu termasuk jenis yang langka di dunia," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (20/3/2017).

Disinggung apakah pemerintah sudah mengetahui berapa luas kawasan yang rusak karena kapal tersebut, dia mengaku baru mendapat data awal, yakni hampir 2 hektar atau sekitar 20 ribu meter persegi karang yang rusak. Dia mengatakan, saat ini, tim terpadu dari Kementerian Kemaritiman juga sedang menghitung apa saja yang rusak dan bagaimana kasus ini ditinjau dari aspek legalnya.

"Kami sudah berhubungan dengan asuransi kapal tersebut, mereka akan bertanggungjawab atas kerusakan ini," sebutnya.

Kapal pesiar Kapal Noble Caledonia yang dinahkodai Keith Michael Taylor, sebelumnya kandas tepat di pusat kawasan konservasi perairan Raja Ampat pada awal bulan ini. Kapal Noble Caledonia akan diminta membayar kompensasi sebesar US$1,28 juta (sekitar Rp17 miliar hingga US$1,92 juta (sekitar Rp25 miliar) untuk memulihkan kondisi Raja Ampat.

Adapun perusahaan kapal pesiar Noble Caledonia meminta maaf atas insiden yang terjadi dan berjanji untuk membayar kerugian yang muncul. Pada 3 Maret kapal pesiar MV Caledonian Sky yang berbendera Bahama dan dinahkodai Kapten Keith Michael Taylor yang membawa 79 kru dan 102 wisatawan tiba di desa Yenwaupnor, yang merupakan kawasan konservasi perairan daerah Selat Dampier. Keesokannya pada tengah hari, kapal melaju ke arah Bitung dan menabrak terumbu karang pada kedalaman lima meter di perairan pulau Kri.

Kapten kapal menyatakan, kandasnya kapal disebabkan dia hanya mengandalkan GPS dan radar tanpa memperhitungkan pasang surut air laut. Berdasarkan perkiraan pendahuluan luasan terumbu karang yang rusak mencapai sebesar 1.600m2 akibat pergerakan MV Caledonian Sky yang berusaha keluar dari area kandas.(cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
4-6 MEI 2017
Riau Jual Pariwisata Lewat Riau Travel Mart
Kamis, 22 Maret 2017 - 21:04 wib
BERHADIAH JUTAAN RUPIAH
Mahasiswa dan Pelajar Ditantang Menulis Karya Tulis Ilmiah
Kamis, 22 Maret 2017 - 17:27 wib
Septina Juga Diperhitungkan
PKS Undang Bakal Cagubri
Kamis, 22 Maret 2017 - 14:19 wib
Pansus Jadwalkan Pertemuan Bersama KPK Tuntaskan RTRW
182 Ribu Hektare Jadi Lahan Perusahaan dan Perorangan
Kamis, 22 Maret 2017 - 14:15 wib
SIRAM WAJAH COWOKNYA DENGAN CAIRAN KIMIA
Wanita si Ratu Tega Dipenjara Seumur Hidup
Kamis, 22 Maret 2017 - 13:00 wib
IDUL FITRI 25 JUNI, IDUL ADHA 1 SEPTEMBER
Saudi: Puasa Ramadan Dimulai pada 27 Mei
Kamis, 22 Maret 2017 - 12:53 wib
RAMADAN INI DAPAT DIMANFAATKAN
Masjid di Bukit Uhud Selesai Direnovasi
Kamis, 22 Maret 2017 - 12:51 wib
HUBUNGKAN MAKKAH-MADINAH-JEDDAH
KA Cepat Haramain Tahun Depan Beroperasi
Kamis, 22 Maret 2017 - 12:49 wib
HARY TANOESOEDIBYO MELEJIT, DIJULUKI DONALD TRUMP INDONESIA
Inilah 20 Orang Terkaya di Indonesia
Kamis, 22 Maret 2017 - 12:44 wib
Berharap Bantuan Pembangunan
Penghulu Kubu Datangi DPRD Riau
Kamis, 22 Maret 2017 - 12:36 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Tak Dilayani, Itu Diskriminasi

Rabu, 22 Maret 2017 - 11:09 WIB

Pelayanan Publik Jangan Ada Pungli

Rabu, 22 Maret 2017 - 11:06 WIB

KPK Dalami Dugaan Mafia Pajak

Rabu, 22 Maret 2017 - 11:03 WIB

Dana Tebusan Capai Rp2,04 Triliun

Rabu, 22 Maret 2017 - 10:53 WIB

Hartono Tak Goyah, Hary Tanoe Melesat

Rabu, 22 Maret 2017 - 10:47 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini