Wonderful Indonesia
BAGI MEREKA YANG DICURIGAI
Buat Paspor Baru Harus Deposit Rp25 Juta, Nusron: Kami Dukung
Senin, 20 Maret 2017 - 17:19 WIB > Dibaca 388 kali Print | Komentar
Buat Paspor Baru Harus Deposit Rp25 Juta, Nusron: Kami Dukung
Nusron Wahid. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kebijakan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam mencegah TKI unprosedural atau ilegal, terutama ke Timur Tengah, mendapat dukungan dari Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid. Dia menyatakan hal itu menyikapi terbitnya Surat Edaran (SE) Bernomor IMI--0277.GR.02.06 Tahun 2017 tentang Pencegahan TKI Unprosedural yang mengatur adanya saldo tabungan minimal Rp25 juta bagi calon TKI.

"Kami mendukung keputusan dan kebijakannya Ditjen Imigrasi yang meminta deposit Rp25 juta bagi WNI yang mau urus paspor tapi dicurigai," ujarnya Nusron di Room Pers Istana Negara, Senin (20/3/2017).

Nusron menambahkan, pengertian dicurigai itu, seperti ada WNI yang mengaku mau ke luar negeri ingin menjadi turis tapi penampilannya tidak meyakinkan. "Dari tampang, yang sesungguhnya adalah mereka ngurus paspor untuk TKI. Kemudian menjadi tindak pidana perdagangan orang," jelasnya.

Terlebih, untuk negara tujuan Timur Tengah, kata dia lagi, meski sudah dilarang melalui kebijakan moratorium, tetap saja banyak yang berangkat melalui prosedur yang tidak benar. "Kan di Timur Tengah dilarang untuk menjadi TKI. Terutama menjadi pembantu rumah tangga. Tapi nyatanya masih banyak yang berangkat. Sebulan bisa sampai 1.000an," tuturnya.

Dia menyebut, kebanyakan WNI yang berangkat ke Timur Tengah untuk menjadi TKI, mengajukan visa untuk ziarah atau kunjungan. Maka, saat itulah diperlukan deposit Rp25 juta. "Ketika dia ziarah harus punya duit dong. Kami setuju dan mendukung kebijakan Ditjen Imgrasi 100 persen karena selama ini kami kesulitan mengidentifikasi antara ziarah dan yang sebetulnya bekerja secara unprosedural di sana," tuntasnya. (fat)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
WAKILI ASPIRASI WARGA
Usul Bentuk Fraksi di DPR, MUI Klaim Tak Berpolitik
Kamis, 26 April 2017 - 20:41 wib
TERUS DIGESA, TERJUNKAN TIM KHUSUS
Penjelasan Wakapolri Terkait Pengungkapan Kasus Novel Baswedan
Kamis, 26 April 2017 - 20:32 wib
BERBEDA DENGAN KESAKSIAN ANAK BUAH
Soal Proyek Satelit Monitoring, Kepala Bakamla Bantah Minta Fee
Kamis, 26 April 2017 - 20:25 wib
TERKAIT PENYIRAMAN AIR KERAS
Polisi Ungkap Perkembangan Terbaru Kasus Novel Baswedan
Kamis, 26 April 2017 - 20:19 wib
KASUS SATELIT MONITORING
Akui Kenal, Kepala Bakamla Sempat Kunjungi Rumah Fahmi
Kamis, 26 April 2017 - 20:15 wib
PERNAH DIGUNAKAN SAAT TETAPKAN CALON KAPOLRI
Fahri: Usulan Hak Angket Bukan karena Kasus e-KTP
Kamis, 26 April 2017 - 20:05 wib
PILGUB DKI 2017
Anies Kenang Risma saat Syukuran Kemenangan
Kamis, 26 April 2017 - 20:01 wib
TERUS BERDATANGAN SEJAK KEMARIN
Kebanjiran Karangan Bunga, Ahok: Saya Foto Aja
Kamis, 26 April 2017 - 19:56 wib
LEWAT JALUR LAUT
Polisi Ungkap Modus Baru Penyelundupan Narkoba dari Cina
Kamis, 26 April 2017 - 19:47 wib
TERKAIT INPRES ERA MEGAWATI
Jokowi soal Kasus BLBI: Bedakan Kebijakan dan Pelaksanaan
Kamis, 26 April 2017 - 19:41 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Usul Bentuk Fraksi di DPR, MUI Klaim Tak Berpolitik
Kembali Mangkir, Polisi Akan Jemput Paksa Habib Rizieq Cs
Kebanjiran Karangan Bunga, Ahok: Saya Foto Aja

Rabu, 26 April 2017 - 19:56 WIB

Beberapa Kriteria Pelanggaran PNS yang Berdampak Pemecatan
Lagi, Kapal Vitenam Curi Ikan di Perairan Indonesia
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini