Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT KASUS E-KTP
Terkait Pelaporan ke MKD, Setya Novanto Berharap Tak Ada Intervensi
Senin, 20 Maret 2017 - 16:04 WIB > Dibaca 310 kali Print | Komentar
Terkait Pelaporan ke MKD, Setya Novanto Berharap Tak Ada Intervensi
Setya Novanto. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dugaan pelanggaran etik terkait kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di DPR menjerat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto.

Diketahui, Novanto dilaporkan oleh tiga pihak pada masa reses lalu. Terakhir yang dilaporkan oleh Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman. Akan tetapi, Novanto tetap santai.

Menurut Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), dirinya mempercayakan kepada proses perkara e-KTP yang kini tengah bergulir di pengadilan. "Ya kita kan, semuanya ada proses yang di pengadilan sedang berjalan, itu kami percayakan semuanya kepada pihak pengadilan yang semuanya sekarang ini sudah dilaksanakan," ujarnya di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Ditambahkannya, dirinya sangat menjunjung tinggi proses hukum. Novanto bahkan mengklaim mendukung adanya reformasi hukum. "Nah, tentu apa yang dilakukan di persidangan, semua kami harapkan tidak ada intervensi dari siapa pun dan tidak dijadikan polemik-polemik," ucapnya.

Lebih jauh dikatakannya, proses persidangan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Dia menghargai apa yang tengah berproses di pengadilan. Diberitakan sebelumnya, MKD menyatakan sudah menerima tiga laporan terkait dugaan pelanggaran etik Novanto berkaitan kasus e-KTP.

Semua laporan itu masuk pada masa reses kemarin. "Ada tiga laporan," ujar Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/3/2017).(boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
4-6 MEI 2017
Riau Jual Pariwisata Lewat Riau Travel Mart
Kamis, 22 Maret 2017 - 21:04 wib
BERHADIAH JUTAAN RUPIAH
Mahasiswa dan Pelajar Ditantang Menulis Karya Tulis Ilmiah
Kamis, 22 Maret 2017 - 17:27 wib
Septina Juga Diperhitungkan
PKS Undang Bakal Cagubri
Kamis, 22 Maret 2017 - 14:19 wib
Pansus Jadwalkan Pertemuan Bersama KPK Tuntaskan RTRW
182 Ribu Hektare Jadi Lahan Perusahaan dan Perorangan
Kamis, 22 Maret 2017 - 14:15 wib
SIRAM WAJAH COWOKNYA DENGAN CAIRAN KIMIA
Wanita si Ratu Tega Dipenjara Seumur Hidup
Kamis, 22 Maret 2017 - 13:00 wib
IDUL FITRI 25 JUNI, IDUL ADHA 1 SEPTEMBER
Saudi: Puasa Ramadan Dimulai pada 27 Mei
Kamis, 22 Maret 2017 - 12:53 wib
RAMADAN INI DAPAT DIMANFAATKAN
Masjid di Bukit Uhud Selesai Direnovasi
Kamis, 22 Maret 2017 - 12:51 wib
HUBUNGKAN MAKKAH-MADINAH-JEDDAH
KA Cepat Haramain Tahun Depan Beroperasi
Kamis, 22 Maret 2017 - 12:49 wib
HARY TANOESOEDIBYO MELEJIT, DIJULUKI DONALD TRUMP INDONESIA
Inilah 20 Orang Terkaya di Indonesia
Kamis, 22 Maret 2017 - 12:44 wib
Berharap Bantuan Pembangunan
Penghulu Kubu Datangi DPRD Riau
Kamis, 22 Maret 2017 - 12:36 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kuasa Hukum Ahok Dinilai Tak Konsisten, JPU Minta Catatan Khusus Majelis Hakim
Mantan Camat Akan Diperiksa Terkait Kasus Sandiaga Uno
Kata Auliya di Surah Al-Maidah Ayat 51 Menurut Ahli Agama di Sidang Ahok
Nama Dua Wakil Ketua DPR Disebut di Persidangan Kasus Pajak, Ini Alasan Saksi
KPK Ingin Kasus Proyek E-KTP Segera Berakhir

Selasa, 21 Maret 2017 - 19:51 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini