Wonderful Indonesia
SEMPAT NAIK TINGGI BEBERAPA WAKTU LALU
Kritik Balik Kementan terhadap Pengamat Terkait Turunnya Harga Cabai
Senin, 20 Maret 2017 - 15:33 WIB > Dibaca 414 kali Print | Komentar
Kritik Balik Kementan terhadap Pengamat Terkait Turunnya Harga Cabai
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Komoditas padi dan cabai mengalami penurunan yang signifikan. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Hasil inspeksi Mentan Amran Sulaiman di Pulau Jawa, harga gabah petani berkisar Rp2.900 hingga Rp3.200/kg atau di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yang dipatok Rp3.700/kg.  Hal yang sama terjadi untuk komoditas cabai.

Adapun harga cabai rawit yang tinggi beberapa bulan lalu di semua pasar saat ini menurun. Di Pasar Induk Banyuwangi, harga tertinggi cabai rawit sebelumnya yang mencapai angka Rp135 ribu/kg, kini menjadi Rp110 kilogram. Demikian juga di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, harga cabai rawit merah mulai menunjukkan penurunan, yakni dari Rp 130.000/kg turun menjadi Rp 80.000/kg.

Menurut Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kemetan, Agung Hendriadi, penurunan harga ini sekaligus untuk membalikan kritik kepada para pengamat. Dikatakannya, mereka hanya fokus mengkritisi seputar data produksi dan harga yang melonjak. “Faktanya, ketika harga beras dan cabai naik, Kementan dihujani kritik ‘pedas’ dari para pengamat. Beberapa minggu lalu, harga beras di Jabodetabek dituding meningkat tajam, yakni Rp13.000 per kilogram,” ujarnya di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Terkait harga beras, jelasnya, Kementan bersama dengan Kemendag dan Bulog selalu memonitor perkembangan harga beras di Pasar Induk Cipinang, per tanggal 6 Pebruari 2017, harga beras medium kualitas 3 varietas IR 64 di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Rp.7.500/kg. "Harga ini lebih murah dibandingkan dengan harga yang sama pada tahun sebelumnya," tuturnya.

Dia menerangkan, pasokan beras di PIBC cukup tersedia sehingga mampu mensuplai kebutuhan atau permintaan pasar-pasar yang ada di wilayah Jabodetabek. Sementara itu, harga beras saat ini sangat normal antara Rp7.500–Rp7.800/kg untuk kelas medium. "Berdasarkan kenyataan tersebut di atas, terlihat jelas pasokan dan harga beras di tingkat produsen sangat terkendali. Jadi harga Rp.13.000/kg tidak tepat karena tolok ukur harga untuk jabodetabek ada di PIBC," urainya.

“Sangat mengherankan, ketika saat ini harga gabah petani turun dan harga cabai anjlok, pengamat tidak hadir seolah tidak peduli. Tentunya ini tidak adil ketika yang dikritik hanya persoalan data terkait produksi dan harga naik. Harusnya pengamat hadir juga memberikan pendapat terkait harga gabah petani anjlok agar diserap sesuai HPP,” tuntasnya.(mam)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Warung Remang-Remang SM Amin Meresahkan
Sabtu, 23 September 2017 - 07:14 wib

Data RTRW Ada di KPK Jalankan Sesuai Mekanisme
Sabtu, 23 September 2017 - 07:10 wib

Tak Ada Air, Ribuan Pelanggan PDAM Kota Duri Menjerit
Sabtu, 23 September 2017 - 06:50 wib

Sipadu Permudah Layanan warga
Sabtu, 23 September 2017 - 05:32 wib
DUMAI
Prostitusi di Dumai Semakin Subur
Sabtu, 23 September 2017 - 04:46 wib
duri
Isi Premium di Pertamini, Sepeda Motor Terbakar
Sabtu, 23 September 2017 - 04:44 wib
Hadirkan Ustaz Syafiq Riza Basalamah MA
Galang Bantuan untuk Rohingya
Sabtu, 23 September 2017 - 04:26 wib
Melihat Kondisi Pasar Kelakap Tujuh Kota Dumai
Fasilitas Banyak Rusak dan Tak Berpenghuni
Sabtu, 23 September 2017 - 03:48 wib

Milad ke-55, UR Incar Akreditasi A sebagai Kado
Sabtu, 23 September 2017 - 03:40 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Pengusaha Keberatan Harta Dianggap Penghasilan

Jumat, 22 September 2017 - 11:35 WIB

Belum Ada Laporan Akibat Double Swipe

Jumat, 22 September 2017 - 11:32 WIB

Oktober, Xpander Dikirim ke Pelanggan

Jumat, 22 September 2017 - 09:53 WIB

Gratis Top Up untuk Rp200 Ribu ke Bawah

Jumat, 22 September 2017 - 09:40 WIB

Wedang ala Angkringan di Golden Tulip Essential Hotel

Jumat, 22 September 2017 - 09:33 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us