Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
MINTA KPK BERHATI-HATI
Qodari: Kasus E-KTP Jangan Disamakan Perlakuannya dengan Kasus Lain karena...
Sabtu, 18 Maret 2017 - 21:00 WIB > Dibaca 813 kali Print | Komentar
Qodari: Kasus E-KTP Jangan Disamakan Perlakuannya dengan Kasus Lain karena...
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta tidak menyamakan perlakuan penanganan e-KTP dengan kasus-kasus lainnya karena korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) bukan kasus biasa.

Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari. “Kasus e-KTP jangan disamakan perlakuannya dengan kasus lain karena nilai politisnya begitu besar,” ujarnya saat diskusi “Perang Politik E-KTP” di Jakarta, Sabtu (18/3/2017).

Dia memandang, kredibitltas KPK saat ini sangat dipercaya publik. Berkali-kali survei, KPK menempati peringkat teratas sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat Indonesia. Modal sosial ini jangan sampai rusak karena konstruksi hukum maupun pernyataan serta perilaku pimpinan yang tidak baik.

Dalam perkara e-KTP, kata dia, pertarungan politik dan kebangsaan begitu besar. Terlebih, ini merupakan suatu kasus korupsi yang kerugian negaranya paling besar. Kasus ini juga melibatkan begitu banyak pihak.

Misalnya saja orang yang menjadi pimpinan partai politik, maupun lembaga negara. “KPK sekarang menghadapi tantangan lebih besar dari sebelumnya,” tuturnya.

Dia pun menyebut bahwa belum pernah ada kasus yang melibatkan begitu banyak partai seperti e-KTP ini. Tidak lama lagi pemilu 2019. Jangan sampai ada tafsir penegakan hukum e-KTP muaranya adalah pertarungan di pemilu 2019.

Kata dia, jika itu terjadi, KPK tidak akan dipercaya orang. “Kalau KPK sudah tidak dipercaya sama orang, siapa lagi yang mau dipercaya masyarakat Indonesia,” tegasnya.

“Jadi, KPK tolong perlakukan e-KTP dengan superhati-hati, karena pertarungannya luar biasa dari segi politik, sosial dan lain-lain,” tutupnya. (boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Tidak Ingin Asal Pecat Pegawai
PTN Ungkap Jumlah Dosen HTI
Kamis, 27 Juli 2017 - 11:21 wib
OTOMOTIF
Agung Toyota SM Amin Promo Diskon hingga 50 Persen
Kamis, 27 Juli 2017 - 11:18 wib
PEKANBARU
Wako-Sekko Akui Keracunan
Kamis, 27 Juli 2017 - 11:15 wib
PEKANBARU
Rekomendasi Belum Keluar, Kim Teng Tidak Boleh Buka
Kamis, 27 Juli 2017 - 11:10 wib

PT Hutahaean Sebut karena Okupasi
Kamis, 27 Juli 2017 - 11:06 wib
KAB INDRAGIRI HULU
Perusahaan Harus Ikut Peduli Untuk Pencegahan Karhutla
Kamis, 27 Juli 2017 - 11:00 wib
POLITIK
Pengembalian SMA/SMK ke Pemko/Pemkab Kandas
Kamis, 27 Juli 2017 - 10:59 wib
EKONOMI BISNIS
Redenominasi Dorong Daya Beli
Kamis, 27 Juli 2017 - 10:55 wib
Perbarindo Riau Gelar Musda V
Pertumbuhan Bank Perkreditan Rakyat Tetap Dua Digit
Kamis, 27 Juli 2017 - 10:53 wib

IKA Unand Targetkan Ribuan Alumni Hadiri Silatnas
Kamis, 27 Juli 2017 - 10:52 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kasus Perceraian Terus Meningkat

Kamis, 27 Juli 2017 - 10:31 WIB

Mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi Diperiksa KPK
Polisi Bekingi Bandar Narkoba, Kapolri: Tembak Saja
Simak! Inilah Pesan Novel Baswedan untuk Kapolri

Kamis, 27 Juli 2017 - 00:19 WIB

Bantah Tudingan Yulianis, Elza Syarif Minta Dipanggil DPR
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us