Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
MINTA KPK BERHATI-HATI
Qodari: Kasus E-KTP Jangan Disamakan Perlakuannya dengan Kasus Lain karena...
Sabtu, 18 Maret 2017 - 21:00 WIB > Dibaca 965 kali Print | Komentar
Qodari: Kasus E-KTP Jangan Disamakan Perlakuannya dengan Kasus Lain karena...
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta tidak menyamakan perlakuan penanganan e-KTP dengan kasus-kasus lainnya karena korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) bukan kasus biasa.

Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari. “Kasus e-KTP jangan disamakan perlakuannya dengan kasus lain karena nilai politisnya begitu besar,” ujarnya saat diskusi “Perang Politik E-KTP” di Jakarta, Sabtu (18/3/2017).

Dia memandang, kredibitltas KPK saat ini sangat dipercaya publik. Berkali-kali survei, KPK menempati peringkat teratas sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat Indonesia. Modal sosial ini jangan sampai rusak karena konstruksi hukum maupun pernyataan serta perilaku pimpinan yang tidak baik.

Dalam perkara e-KTP, kata dia, pertarungan politik dan kebangsaan begitu besar. Terlebih, ini merupakan suatu kasus korupsi yang kerugian negaranya paling besar. Kasus ini juga melibatkan begitu banyak pihak.

Misalnya saja orang yang menjadi pimpinan partai politik, maupun lembaga negara. “KPK sekarang menghadapi tantangan lebih besar dari sebelumnya,” tuturnya.

Dia pun menyebut bahwa belum pernah ada kasus yang melibatkan begitu banyak partai seperti e-KTP ini. Tidak lama lagi pemilu 2019. Jangan sampai ada tafsir penegakan hukum e-KTP muaranya adalah pertarungan di pemilu 2019.

Kata dia, jika itu terjadi, KPK tidak akan dipercaya orang. “Kalau KPK sudah tidak dipercaya sama orang, siapa lagi yang mau dipercaya masyarakat Indonesia,” tegasnya.

“Jadi, KPK tolong perlakukan e-KTP dengan superhati-hati, karena pertarungannya luar biasa dari segi politik, sosial dan lain-lain,” tutupnya. (boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
MESIN MATI SAAT DI UDARA
Pesawat yang Dipiloti Gubernur Aceh Mendarat Darurat
Minggu, 18 Februari 2018 - 07:17 wib
PILPRES 2019
Siap-siap! Sosok Cawapres Jokowi Akan Diumumkan dalam Agenda PDIP Ini
Minggu, 17 Februari 2018 - 21:00 wib

Bhabinkamtibmas Bentuk Komunitas Anti Narkoba
Minggu, 17 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT PENGHINAAN TERHADAP DPR
Pengusul Pasal "Kontroversial" di UU MD3 Masih Misteri, Kata PPP...
Minggu, 17 Februari 2018 - 20:30 wib
HASIL VERIFIKASI RESMI DIRILIS
Tegas! PBB Akan Gunakan Cara Ini Lawan KPU demi Lolos Pemilu 2019
Minggu, 17 Februari 2018 - 20:00 wib
SEPAKBOLA INDONESIA
Hajar PSMS Medan, Sriwijaya FC Raih Tempat Ketiga di Piala Presiden
Minggu, 17 Februari 2018 - 19:35 wib
VERIFIKASI PEMILU 2019
Ajukan Gugatan ke Bawaslu, PKPI: Kesimpulan KPU Tidak Tepat
Minggu, 17 Februari 2018 - 19:30 wib
TERKAIT KASUS NARKOBA
Ternyata, Elvi Sukaesih Saksikan Penggerebekan terhadap Anak-anaknya
Minggu, 17 Februari 2018 - 19:00 wib
KASUS NARKOBA
Dhawiya Ditangkap, Rumah Elvi Sukaesih Ternyata Sudah Tiga Kali Digerebek
Minggu, 17 Februari 2018 - 18:45 wib
SUDAH DITETAPKAN TERSANGKA
Kelabui Orang, Inilah Tempat Anak Elvi Sukaesih Simpan Sabu
Minggu, 17 Februari 2018 - 18:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
DPR Dinilai Antikritik, Irman Layangkan Gugatan ke MK

Sabtu, 17 Februari 2018 - 17:30 WIB

Golkar Tersandera di Pilkada karena Dua Kader Terjaring OTT KPK
Anak Elvi Sukaesih Ditangkap karena Kasus Narkoba, Calon Menantu Pengedar?
2 Bulan, Delapan Tersangka

Sabtu, 17 Februari 2018 - 11:30 WIB

Diduga KDRT, Eks Sekjen Nasdem Dipolisikan Artis Cantik Ini
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini
Pesawat yang Dipiloti Gubernur Aceh Mendarat Darurat