Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT KASUS E-KTP
Qodari: Pernyataan Genit Ketua KPK Kaburkan Kerja yang Sudah Bagus
Sabtu, 18 Maret 2017 - 18:30 WIB > Dibaca 1015 kali Print | Komentar
Qodari: Pernyataan Genit Ketua KPK Kaburkan Kerja yang Sudah Bagus
Ketua KPK Agus Rahardjo. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pengusutan perkara korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) menjadi tantangan berat. hal itu karena kasus ini melibatkan banyak pihak mulai dari perusahaan, swasta, eksekutif dan DPR. Menurut peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto, KPK harus tetap menjaga muruah institusi. KPK harus tetap fokus pada penegakan hukum.

“Tapi, tetap tidak boleh buta suasana politik di luar,” ujarnya dalam diskusi “Perang Politik E-KTP” di Jakarta, Sabtu (18/3/2017).

Pimpinan KPK, kata dia, harus bisa menahan bicara dan harus menyerahkan semuanya kepada juru bicara KPK Febri Diansyah.

Juru bicara KPK ini, kata dia, tentunya sudah punya strategi khusus untuk berkomunikasi kepada publik. “Peran jubir harus dimaksimalkan,” ucapnya.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari mengatakan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, kerja yang sudah bagus menjadi kabur ketika timbul pernyataan genit dari pimpinan.

Dia menilai, hal ini harus dikritik. Menurutnya, yang paling tepat memberikan kritik dan saran adalah ICW. “Jangan PDIP, PKS, nanti dikira sentimen,” sebutnya.

Dikatakan Agus, memang sejak awal sudah berdikusi dengan pimpinan termasuk juru bicara KPK. Dari awal, imbuhnya, sudah diingatkan jangan sampai fokus penegakan hukum jadi terbelah. “Saya sudah berdiskusi dengan Febri tolong diingatkan agar pimpinan fokus ke proses hukum yang berjalan,” jelasnya.

Di samping itu, peran penasihat, wadah pegawai KPK juga harus ditingkatkan. Penasihat KPK, ujarnya, jangan hanya sebatas memberikan siraman rohani. Di kesempatan yang sama, anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu mengingatkan, jangan sampai KPK terdegradasi oleh perilaku pimpinannya.

Pasalnya, harapan pemberantasan korupsi masih ditumpukan kepada KPK. “Ini jangan dirusak,” ujarnya.

Sedangkan mantan Hakim Konstitusi Maruarar Siahaan mengatakan, godaan terbesar saat ini adalah uang dan kepentingan politik. Dia menjelaskan, ketika pimpinan pengin lagi menjabat di periode berikutnya bisa terjadi kompromi dengan partai politik. “Ini tentu berbahaya,” tuturnya. (boy)

Sumber: JPNN

Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
KASUS CHAT MESUM
Habib Rizieq Dinilai Hambat Penyidikan karena Tak Kunjung Kembali
Sabtu, 27 Mei 2017 - 18:30 wib
MENJADI INCARAN NOMOR SATU
Bertahan di Chelsea, Conte Tolak Pinangan Inter
Sabtu, 27 Mei 2017 - 18:00 wib
MENGAKALI PENYUSUNAN STANDAR LAPORAN KEUANGAN
Segini Jumlah Uang Hasil OTT KPK terhadap Irjen Kemendes dan Auditor BPK
Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:45 wib
DIYAKINI BAKAL KEMBALI MAJU
CSIS Beberkan Kriteria Cawapres Pendamping Jokowi 2019
Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:30 wib
MENCAPAI RP150 RIBU/KILOGRAM
Harga Kembali Naik, DPR: Bawang Putih Selalu Bermasalah
Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:15 wib
DIBENRTUK PT DKI JAKARTA
Banding Perkara Ahok Akan Dipimpin Majelis Hakim Imam Sungundi
Sabtu, 27 Mei 2017 - 16:55 wib
HARUS PUNYA ANGGOTA DPD
Kecuali Kaltara, Nasdem Sarankan Penambahan Jumlah Anggota DPR Ditunda
Sabtu, 27 Mei 2017 - 16:52 wib
TERKAIT PENYEGELAN RUANG
Anak Buah Terjaring OTT, Menteri Desa Tunggu Keterangan Resmi KPK
Sabtu, 27 Mei 2017 - 16:48 wib
BESUK KORBAN DI RS
Bom Kampung Melayu, Irjen Arief: Harus Sabar dan Yakin
Sabtu, 27 Mei 2017 - 16:32 wib
TERKAIT PENEMUAN PASPOR
Dugaan Adanya WNI dalam Pemberontakan ISIS di Filipina
Sabtu, 27 Mei 2017 - 16:27 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Habib Rizieq Dinilai Hambat Penyidikan karena Tak Kunjung Kembali
Segini Jumlah Uang Hasil OTT KPK terhadap Irjen Kemendes dan Auditor BPK
Polisi Ungkap Kemungkinan Perpanjang Masa Penahanan Sekjen FUI
Banding Perkara Ahok Akan Dipimpin Majelis Hakim Imam Sungundi
Anak Buah Terjaring OTT, Menteri Desa Tunggu Keterangan Resmi KPK
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us