Wonderful Indonesia
PERINGATI HARI TIDUR SEDUNIA
Waspada Sleep Apnea, Philips Beri Solusi Gangguan Tidur Tak Berkualitas
Sabtu, 18 Maret 2017 - 00:08 WIB > Dibaca 709 kali Print | Komentar
Waspada Sleep Apnea, Philips Beri Solusi Gangguan Tidur Tak Berkualitas
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Memperingati Hari Tidur Sedunia atau World Sleep Day tahun 2017 dengan membangun kesadaran tentang bahaya sleep apnea dan  pentingnya tidur yang berkualitas. Sleep apnea  ternyata menjadi  penyebab orang merasa letih dan tidak segar saat bangun di pagi hari. Hal ini dikarenakan napas mereka menjadi pendek atau bahkan sempat berhenti sejenak saat tidur di malam hari. Kondisi ini mengkhawatirkan karena penderita mengalami sesak napas dan sering terbangun akibat rendahnya tingkat oksigen di dalam tubuh dan otak.

 Menurut studi dari American Academy of Sleep Medicine, gejala umum dari sleep apnea adalah kelelahan, sulit berkonsentrasi, kehilangan memori, sakit kepala, insomnia, lekas marah serta penyakit jantung dan depresi. Sementara itu dalam sebuah Jurnal Penyakit Dalam Indonesia menyebutkan bahwa hampir 24 persen dari populasi menderita sleep apnea. Jumlah pria dengan sleep apnea empat kali lebih banyak dibandingkan dengan perempuan. Dalam kelompok usia di atas 65 tahun, 10 persennya memiliki kondisi tersebut.

"Saat ini belum ada penelitian nasional mengenai prevalensi sleep apnea, sebuah studi yang dilakukan hanya di wilayah Jakarta menunjukkan bahwa prevalensi di ibukota negara mencapai 16 - 17 persen," kata Dr Rimawati Tedjasukmana Sps RPSGT dari Rumah Sakit Medistra menjelaskan.

Philips, sebagai perusahaan teknologi kesehatan telah menghadirkan Respironics, perangkat inovatif yang khusus dirancang untuk menangani sleep apnea kronis dan memungkinkan penderita dapat bernapas lebih mudah dan tidur lebih alami. Produk ini termasuk perangkat terapi Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) yang mampu menghasilkan aliran udara yang stabil dan lembut untuk mencegah tenggorokan sakit dan melegakan apnea, serta memastikan tidur nyaman sepanjang malam.

"Sleep apnea bisa menjadi silent killer dengan gejala seperti mendengkur, berhenti bernapas sesaat, sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil, tersedak, tercekik waktu tidur, bangun tidak segar, mengantuk berlebihan, sakit kepala di pagi hari, merasa lelah sepanjang hari—seringkali diabaikan, atau ada juga penderita berusaha mencoba mengatasi kondisi ini dengan berbagai cara. Dengan tingkat prevalensi di Indonesia, individu didorong untuk memeriksakan diri apakah ia menderita sleep apnea, karena ini berpotensi untuk memburuk jika tidak ditangani," kata Dr Rimawati.

"Ada berbagai jenis kondisi apnea, dan dengan diagnosa yang tepat akan membantu penderita dalam memilih perangkat yang tepat untuk mengatasi dampak apnea yang tidak nyaman. Perangkat CPAP adalah penanganan sleep apnea non-bedah pertama dan paling efektif untuk orang dewasa yang tersedia saat ini," kata Dr Rimawati.

"Di Philips, kami memahami bahwa kualitas tidur yang baik akan membuat kehidupan seseorang lebih berkualitas. Ini adalah salah satu alasan mengapa kami fokus pada upaya inovasi kami untuk menangani sleep apnea," kata Suryo Suwignjo, Presiden Direktur Philips Indonesia. Tanggal 17 Maret adalah Hari Tidur Sedunia yang memberikan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan sleep apnea agar penderita atau mereka yang berpotensi menderita dapat menemukan cara untuk memulihkan kualitas tidur dan bermimpi indah.

Masker dan perangkat Philips Respironics dikembangkan dengan mengacu pada kebutuhan penderita. Sebagai pemimpin global dalam bidang alat bantu tidur dan pernapasan, Philips terus menyediakan produk perawatan yang terbaik dan nyaman. "Philips ingin Anda mengambil kembali mimpi Anda dan tidur lebih berkualitas di malam hari, sehingga Anda dapat menjadi lebih produktif. Sudah waktunya untuk menjalani kehidupan yang Anda inginkan," kata Suryo Suwignjo.

Philips Respironics tersedia di beberapa rumah sakit di Indonesia. Sebelum membeli produk Philips Repironics, pasien terlebih dahulu harus menjalani pemeriksaan sleep apnea dan telah terdiagnosa menderita sleep apnea oleh dokter. Pasien harus mengikuti beberapa prosedur untuk mendapatkan hasil yang efektif. (fas)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DAPAT PERHATIAN KHUSUS
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:00 wib
UNTUK NAIKKAN ELEKTABILITAS
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:45 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:30 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:15 wib
SAMBUT BAIK USAHA PEMBERANTASAN KORUPSI
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:00 wib
MASA JABATAN BERAKHIR
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:30 wib
SOAL ISTILAH PRIBUMI
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:20 wib
PASCA-PEMBUBARAN
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:10 wib
UNTUK SATU POSTINGAN INSTAGRAM
Soal Endorse Rp100 Juta, Syahrini Akui Hanya Bercanda
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:00 wib
PILPRES 2019
Saingi Jokowi, Apa yang Sudah Diperbuat Prabowo?
Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Bayar Parkir Praktis Pakai E-Money di Bandara SSK II
Prudential Bayar Klaim Rp471 Juta

Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:48 WIB

Zee School to School Edukasi Siswa akan Pentingnya Sarapan dan Minum Susu
HUT Ke-61 Asuransi Astra Undang Media Ikuti Workshop

Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:15 WIB

Industri 4.0 Menjadikan Besok Jadi Kemarin

Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:05 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us