Wonderful Indonesia
SAJAK
Sajak-sajak Nova
Minggu, 12 Maret 2017 - 17:20 WIB > Dibaca 1530 kali Print | Komentar
Nyanyian Bundo

matanya semakin sembab,
karena air mata kerinduan itu telah tergadaikan
oleh harga diri perantau di negeri seberang,
semenjak kepergian jatung hatinya
untuk menyulam emas di negeri
yang masih kabur dalam pikiran bundo.

jenjang di rumah panggung itu,
tak mampu menahan beratnya nyanyian bundo
yang selalu berbisik di sisi kanan pagar pembatas
; kapan kau pulang wahai kerinduanku,
pangkuan ini tak bergerak lagi,
langkah yang sempat mengejarmu telah patah.

oh angin sampaikanlah bisikan hati ini
agar kebahagiaan itu pulang ke pangkuan bundo
walau tak bertumbuh lagi cinta dalam hati, tapi
batang ubi akan tetap hidup meski di tanah gersang.

pulanglah jantung hatiku,
haruskah bundo menantang matahari
agar bisa menunjukkan bahwa ada bayanganmu
yang sempat tersinarkan oleh cahayanya
sewaktu bundo memalingkan punggung payung
untuk sembunyi dalam kelukaan.

Safasindo, 10 Desember 2015



Daun Kawa

Tak pakai gula Da tiap ku pesan
sepulang dari rumah keduaku di Bukittinggi,
bukan rumah tetuaku, juga bukan rumah hasil wasiat buyutku,
namun rumah wanita tua yang menawari asinya
untuk ku sambung menjadi tali-tirai yang panjang sebalit pinggang.

Tiap minggu ku melarikan panas dan menjemput dingin dari Payakumbuh.
bukan melarikan bukit yang singgah meminjamkan dingin di kedua sudut tulang sulbiku,
rasa pahit khas aroma asap
disetiap sedukan membuat keingintahuanku pada muara
di atas gunung yang bergandenganan tangan antara Singgalang dan Merapi
mengingatkan ku atas perjalanan cinta Siti Manggopoh
untuk menceritakan ada semut yang bisa berdiplomasi
di antara dua lobang yang tak pernah tersinggahi lagi

ku masih duduk di perempatan empat kaki
dengan pandangan yang menyehatkan pupilku sewaktu dulu
rabun sepintas oleh kalimpanan,
si Uda bertanya apakah pakai gorengan yang tersaji di pinggan rotan
yang sudah ditali temali menampung tegang,
boleh tambah lado kutu yang bisa menggelitik lidah dengan biji menyentrum.
Kawah daun yang terhidang di telaga dahagaku mengurai cerita yang sempat terduduki
di bangku para mengemis tentang aku seorang pelukis rumah tetua,

yang sebentar lagi jemari yang menggambarkan
sosok diranah bundo kapocong laksana kucing yang menjilati hidungnya,
entah untuk bersih diri ataupun mandi,
atau hanya menghapus identitas ikan asin yang sempat terkunyah
dibawah  tudung restoran di sudut mataku.

Talawi, 3 Juni 2015


Lamang Tapai

berapa batang betung yang telah kau ambil di tanah pekubutan itu?
adakah kau minta permisi dulu pada jasad-jasad kaku yang meninggalkan daging
tepat kicauan rawa dekat tanah sirah ibu meratap bapak
yang melambai tangan terakhirnya dipetang kamis malam jumat.
jangan lupa sekalian hutang dulu beras ketan
juga sekilo ubi di lapau Mak Nijah
nanti akan ku olah menjadi panganan yang paling enak di Payakumbuh ini
sekalian balango turunkan dari pagu,
karena balango yang terletak di tungku terbelah dua oleh alu.

ku telah pergi melerai kepenatan, mulai dari yang bisa didengar
sampai serapah pada sampah disetiap sudut mata,
sabarlah dulu, nanti aku akan mengawinkan lamang dan tapai
supaya anak yang di kandung,
yang dibawa manjojo sekeliling mata memandang
merasakan juga apa yang di kisahkan oleh ketan
yang telah lama menaroh hati pada tapai
agar telapak yang mencium tanah dan berpayungkan hawa kodek
selalu mencintaimu.

marilah ku ajarkan kau untuk  menjalankan
gerobak tungkai sebatang,
pegang erat-erat, agar kau bisa mengetahui
dimana keseimbangan cinta sang tapai pada lamang.
Jika sudah ini resep yang musti kau tahu
; peraslah kelapa dengan rasa seganmu,
agar api bisa menirukan untuk berhati-hati,
untuk merayu dengan lembut beras ketan
yang akan dimandikan dengan santan

sangailah dan bolak-balikkan
betung menghitam bukan berarti
isi didalamnya memahit rasa.
Faham sudah kau, tentang lamang tapai
menjadi panganan yang ditunggu anak nagari,
inilah yang harus kau kenang kalau dapat sampai mati.

koto baru, 10 Desember 2015


Tasulo

Jika duri itu bisa menjadi tempat siangan daging jadi bara
yang membara di dua tiang dalam luka, parah dan habis
tiba-tiba dua tulang yang melikat di paruh baya menirukan luka
yang sempat mengaga yang telah lama bermandikan daun betadin
dikunyah kunyah menjadi sugi, berwarna di rongga giginya.

Setiap langkah yang masih berbibit dalam tanah
berakar menjelajahi se-singgahan ke ranah yang lebih melunak
merasa belum kokoh, di situlah tancapan luka yang di ukur dari kurun waktu yang sangat singkatbertuan dan ber-istana dalam sekejap.

Di cari-cari dengan mata yang masih telanjang
tanpa gaun, juga tanpa yukensi.
semuanya transparan, namun masih berbayang
di sebuah jemari telunjukyang mendehem di atas tiang dalam luka itu.

Berbaliklah kawan, jelajahi langkah tadi,
napak tilaslah dengan langkah yang masih sama
langkah yang sempat terhenti sekejap.
saat kau masih mengatakan duri itu tak akan pernah bengkok,
walau kadangkala, bentuknya lebih besar di bandingkan ampu kaki.

Jika duri itu bisa menjadi siangan daging jadi bara,
maka segala ego yang bersandi bersemayam
kian rapuh menyandera fikiran
untuk mengatakan bahwa duri dalam daging itu sangat menyakitkan
sehingga segala tingkah laku jiwa terkalahkan sampai
duri tersebut bisa bebas tak tertahan dalam daging.

Talawi, 9 Juni 2015



Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT ISU PEMBANGUNAN APARTEMEN
RJA DPR di Kalibata Ternyata Berhantu, tapi...
Rabu, 23 Agustus 2017 - 21:00 wib
TARGETKAN TUNTAS PADA MASA SIDANG INI
Pembahasan Perppu Ormas Akan Dipercepat Komisi II DPR, Alasannya...
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:45 wib
DINILAI BERTANGGUNG JAWAB PENUH
Pansus Angket KPK Didesak Panggil Jokowi ke DPR
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:30 wib
TERKAIT ISU PEMBANGUNAN APARTEMEN
Hanya untuk Kalangan Dewan, Staf Ternyata Tak Boleh Tempati RJA DPR
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:15 wib
DIDATANGI BRPD DAN DITLANTAS
Soal Tunggakan Pajak Mobil Mewah, Begini Klarifikasi Raffi Ahmad
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:00 wib
LA LIGA SPANYOL
Di Maria Gabung Barcelona? Ternyata Ulah Hacker
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:48 wib
SEMPAT DIWACANAKAN SEBELUMNYA
Pengamat: Anggota DPR Seperti Menghina Rakyat jika Jadi Buat Apartemen
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:41 wib
TERUS DIBURU TIM BARESKRIM POLRI
Buronan Korupsi Aset Pertamina Ini Masuk Daftar Cekal Imigrasi
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:37 wib
PERMENHUB DICABUT MA
Organda Khawatir Angkutan Konvensional dan Online Kembali Bergejolak
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:33 wib
PASCA-PENANGKAPAN TARMIZI
Empat Panitera Ini Pernah Terjaring OTT KPK, Berikut Daftarnya
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:27 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Pesan dalam Liuk Tubuh

Minggu, 20 Agustus 2017 - 13:17 WIB

Perkenalkan Budaya  untuk Jaga Persatuan

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:55 WIB

Afrizal, Modernitas dan Kecemasan

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:46 WIB

Rasa Merdeka

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:30 WIB

Tradisi Masyarakat  Warnai Pelepasan JCH

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:16 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us