Wonderful Indonesia
Mendulang Rupiah dari Limbah Pelepah
Dari Saung Bambu Bermimpi Bangun Sanggar Kerajinan
Minggu, 12 Maret 2017 - 13:31 WIB > Dibaca 721 kali Print | Komentar
 Dari Saung Bambu Bermimpi Bangun Sanggar Kerajinan
MENGUAS PLESTUR: Abdul Hakim sedang menguas plestur pada kerajinan kaligrafi berbahan kayu, di kediamannya di Kaujopn, Kota Serang, Jumat (10/3/2017). Supri/Radar Banten
Berita Terkait

IPEMI Rohil Siap Majukan Makanan dan Kerajinan Rohil



Tak hanya kayu, limbah pelepah pisang pun disulap Abdul Hakim menjadi kerajinan yang mendulang rupiah. Sempat tertatih-tatih, usahanya dikerjakan dengan penuh telaten.

(RIAUPOS.CO) - "Pahit kalau diingat, tapi indah kalau dirasakan," ungkapan ini muncul saat Abdul Hakim berkisah pengalamannya membangun usaha kerajinan tangannya kepada Radar Banten yang mengunjungi kediamannya di Kaujon Buah Gede, Kota Serang, Jumat (10/3) siang.

Bagaimana tidak, usahanya yang dimulai hanya bermodal ide dan limbah pelepah pisang dari kebunnya, sempat tak menghasilkan uang sepeser pun selama tiga bulan lamanya. Padahal, di awal 1996 saat memulai usaha mandirinya itu, ia sudah memutuskan berhenti dari pekerjaan lamanya sebagai office boy di salah satu perusahaan swasta di Jakarta.

Sementara,pada masa itu, Ismawati, istri Abdul Hakim, baru saja melahirkan buah hati pertamanya. Namun, kegigihan langkahnya menggeluti usaha itu secara mandirinya membuatnya bertahan hingga berjalan 22 tahun lamanya. “Tiga bulan awal belum ada hasil sama sekali. Tapi, dijalani terus sampai setelah tiga tahun di Jakarta, kita pindah ke sini (Kota Serang-red),” kenang Hakim.

Masa-masa sulit itu juga dibenarkan Ismawati yang ikut menemani Hakim dari nol. Dengan penuh bangga, perempuan kelahiran Serang 42 tahun silam ini merasa bahagia memiliki suami yang pantang menyerah. “Kalau pertamanya ya pahit, tapi sekarang mah senang saja,” katanya sambil mengayunkan si bungsunya yang baru berusia satu tahun dipangkuannya.

Lantaran tak punya banyak modal, Ismawati menceritakan perjuangan suaminya yang sempat menggunakan lem perekat dari nasi dan tepung aci yang diolah sendiri. “Bahannya saja mengandalkan dari kebun,” katanya tersenyum.

Setelah mulai ada keuntungan, perlahan Hakim memperbaiki kualitas kerajinannya. Awalnya, yang hanya dikerjakan seadanya, ia terus memperbaiki. Bahkan menambah ornamen-ornamen pemanis dan memberi pengilat menggunakan pernis. “Kalau sekarang ya harus buat dengan sebaik mungkin. Karena kalau pembeli senang, kita ikut senang,” kata Ismawati.

Sembari menyuguhkan kopi hitam tanpa gula, penuh antusias Hakim menyambut cerita pengalaman yang dituturkan istrinya. Beberapa karyanya ia tunjukkan, mulai dari pernak-pernik berbahan pelepah pisang, celengan bambu, pernak-pernik badak bercula satu, dan kerajinan kaligrafi berbahan kayu.

Awalnya, Hakim memang mengandalkan bahan utama pelepah pisang. Belakangan, ia mengembangkan kerajinan lain dari limbah kayu dan bambu. “Sekarang saya tambah limbah peti (kayu palet-red) dijadikan kerajinan,” katanya sembari memperlihatkan kaligrafi bertuliskan ayat kursi yang masih sedikit basah setelah dipernis.

Ia tak menarget harus berapa banyak dalam sekian waktu. Dibantu oleh istri dan ketujuh anaknya, Hakim dapat membuat celengan sebanyak 20 biji dalam sehari. Sedangkan kaligrafi, ia hanya bisa membuat dua buah dalam sehari. “Itu mulai nulis, menempel, sampai pernis,” ujar Hakim.

Karena membuatnya cukup rumit, untuk kaligrafi kayu seukuran 50 sentimeter kali 40 meter ia patok dengan harga Rp350 ribu. Sedangkan pernak-pernik lain ia patok harga mulai Rp15 ribu hingga Rp50 ribu, sesuai besar kecilnya ukuran.

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BUNTUT INSIDEN BENDERA TERBALIK
Viral Lagi, Lagu Rapper Saykoji Sindir Malaysia
Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:38 wib
HASI SIDANG ISBAT
Kemenag Tetapkan 10 Dzulhijah Jatuh pada 1 September
Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:24 wib
TERUS KOORDINASI DENGAN OCA
Baru 35 Persen, JK Optimistis Dana Sponsor Asian Games Capai Target
Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:17 wib
PARTAI PENGUSUNG BELUM DIKETAHUI
Ini Tanggapan PSSI soal Ketum Maju di Pilkada Sumut
Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:00 wib
LIGUE 1 PRANCIS
Klub-klub Ligue 1 Kecam Rencana PSG Beli Mbappe
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:54 wib
SEA GAMES 2017
Begini Imbauan Menhan kepada Masyarakat Terkait Insiden Bendera Terbalik
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:36 wib
KIAN DEKAT KE HARI H
Raisa dan Hamish Daud Sudah Sebar Undangan Pernikahan?
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:29 wib
MA KELUARKAN SK
Panitera Tersangka Penerima Suap Pengurusan Perkara Dinonaktifkan Sementara
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:17 wib
TERKAIT KASUS CHAT PORNO
Lakukan Pengawasan ke Sekolah Penabur, Ini Beberapa Catatan KPAI
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:00 wib
PERTIMBANGKAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Maskapai Penerbangan Vietnam Segera Buka Rute di Indonesia
Rabu, 22 Agustus 2017 - 21:00 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Maskapai Penerbangan Vietnam Segera Buka Rute di Indonesia
BRI Unit Kodim Tempati Kantor Baru, Pelayanan Ditingkatkan
2018, Pemerintah Tak Berencana Naikkan BBM, LPG, dan Listrik
Defisit APBN 2018 Dirancang Makin Mengecil, Ini Alasan Menkeu
BUMN Segera Gunakan Dua Produk Hedging Baru Ini

Senin, 21 Agustus 2017 - 19:03 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us