Wonderful Indonesia
DENGAN WARGA PUN SANG PEMBUNUH KERAP BERTENGKAR
Tolak Rujuk, Cekcok, Istri Dibunuh
Jumat, 10 Maret 2017 - 15:19 WIB > Dibaca 1263 kali Print | Komentar
Tolak Rujuk, Cekcok, Istri Dibunuh
SICINCIN (RIAUPOS.CO) – Ternyata inilah salah satu pangkal bala terjadinya pembunuhan sadis di Sicincin dua hari lalu. Sang suami yang pulang setelah dua bulan menghilang, mengajak sang istri bersatu lagi.

Namun ajakannya ditolak sang istri. Keduanya bertengkar hebat, di saat anak-anaknya hendak berangkat sekolah. Sepeninggal anak-anaknya inilah, nyawa sang istri dihabisi di kamar mandi, menggunakan samurai.

”Motif pembunuhan ini karena cekcok keluarga. Pisah ranjang. Yang laki-laki ingin rujuk, tapi wanita gak mau malah mengusir pelaku,” ujar Kapolres Padangpariaman, AKBP Roedy Yoelianto yang dikonfirmasi via SMS kepada Padang Ekspres (grup riaupos.co), kemarin.

Menurut Kapolres, kasus pembunuhan itu terjadi karena tersangka Eri sudah tidak lagi memiliki hubungan harmonis dengan korban.

Seperti diberitakan kemarin, kasus pembunuhan keji ini terjadi Rabu (8/3)  pukul 08.30 pagi. Pelakunya bernama Eri, warga Korong Pasalaban, Nagari Sicincin, Kecamatan 2X11 Enamlingkung, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar. Ia menghabisi nyawa istrinya Aprida Leli, 48.

Sabetan samurainya menimbulkan  luka tusukan di bagian dada dan punggung.

Pelaku sendiri,  telah dua bulan tidak pulang ke rumah istrinya, Aprida Leli alias Upiak tiba-tiba datang ke rumah sekitar pukul 07.00, Rabu lalu. Kehadirannya memicu  pertengkaran.

Saat itu, tiga anak korban hendak berangkat ke sekolah masing-masing. Namun, tiga anaknya sempat melihat percekcokan ibu dan ayahnya pada pagi itu. Mereka tetap berangkat sekolah karena ibunya meminta.

Kepada ibunya yang sehari-hari penjual telur asin dan pisang rebus di sekitar Pasar Sicincin, mereka memesankan agar hati-hati di rumah.Keluarga ini memiliki tiga anak yakni anak pertama bernama Mozi, 17 kelas II SMA, Fitri, 13, kelas VI SD dan Deva, 7, masih Taman Kanak-Kanak ditambah satu anak tiri dari Eri bernama Rio.

Sepeninggal anak-anak,  Aprida Leli yang  bosan cekcok dengan suaminya langsung masuk ke dalam kamar mandi. Pelaku lalu menyusul. Tiba-tiba, tanpa ba-bi- bu, pelaku menusukan sebilah samurai ke arah bagian dada korban hingga berulang kali. Tak pelak lagi, darah segar mengucur dari tubuh korban.

Meski begitu, korban yang telah banyak mengalami luka tusukan masih sempat lari ke luar rumah. Namun, sesampai di teras rumah, Upiak terkapar berlumuran darah, dan akhirnya tidak bergerak lagi.  

Suka Bertengkar

Eri, 46, sang pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri, dikenal warga setempat bertemperamen kurang baik. Pria supir angkutan umum itu sering bertengkar mulut dengan istrinya di luar rumah dan disaksikan banyak orang. Bahkan, dia tidak segan ribut dengan warga lainnya.

”Dia orangnya memang tidak baik. Sebab, sering berbicara kasar dengan istrinya. Bahkan saat dia bertengkar dengan warga sekitar sini, juga sering berbicara kotor hingga mengancam,” ujar ipar almarhum Aprida yang enggan menyebutkan namanya kepada Padang Ekspres (grup riaupos.co), kemarin.

Selain itu, tambah dia, Eri juga jarang pulang ke rumah. Bahkan, sudah sekitar dua bulan belakang Eri tidak pernah singgah melihat kondisi keluarganya. ”Dia (Eri, red) juga sudah berulang kali bertengkar dengan orang di terminal,” ujarnya.

Afrianto, 44, adik kandung Afrida mengaku tidak terlalu banyak mengetahui soal suami kakaknya itu. Sebab, almarhum kakaknya tidak pernah menceritakan soal masalah keluarganya kepada saudara-saudaranya.

”Beliau (Afrida, red), biasa saja selama ini. Mungkin beliau merasa bisa menyelesaikan permasalahan keluarganya selama ini, makanya tidak bercerita kepada kami,” ujarnya.

Kendati demikian, Afrianto tetap dapat menilai bahwa suami kakaknya itu tidak baik dalam bersikap. Bahkan setiap kali Eri pulang ke rumah, anak sulung korban kerap memilih pergi ke rumah Afrianto. ”Yang pasti, kalau Eri pulang anak kakak saya yang paling tua, memilih datang ke rumah saya,” ujarnya.(*)


Sumber: Padang Ekspres
Editor: Amzar
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
AUDIENSI DENGAN DPR
Soal Pembubaran Seminar di LBH, Ini Aspirasi dari Perwakilan Ormas
Selasa, 25 September 2017 - 21:00 wib
HADAPI DUA KUBU
Jika Peta Politik Tak Berubah Drastis, Jokowi Diprediksi Kembali Menang Pilpres
Selasa, 25 September 2017 - 20:45 wib
BEREDAR DI MEDIA SOSIAL
Ini Klarifikasi MUI soal Pesan Berantai 70 Ustaz yang Perlu Diwaspadai
Selasa, 25 September 2017 - 20:30 wib
ANALISIS PENGAMAT POLITIK
Penayangan Film G30S/PKI Terancam Batal jika Simpatisan PKI Bergerak
Selasa, 25 September 2017 - 20:20 wib
BERASAL DARI SEJUMLAH ORMAS
Tolak Pencabutan TAP MPRS soal PKI, 50.000 Massa Siapkan Aksi 299
Selasa, 25 September 2017 - 20:15 wib
KASUS UJARAN KEBENCIAN
Mangkir dari Panggilan Polisi, Jonru Minta Pemeriksaan Diundur
Selasa, 25 September 2017 - 19:45 wib
KEMBALI DIPERIKSA SEBAGAI SAKSI
Bantah Sebut Nama Aris Budiman, Miryam: Tak Ada Aliran Dana 2 Miliar
Selasa, 25 September 2017 - 19:30 wib
DALAM PEMBICARAAN INTERNAL
Soal Pengadaan 5.000 Senjata, Pernyataan Panglima TNI Disadap?
Selasa, 25 September 2017 - 19:15 wib
PEMILIK SUDAH DIAMANKAN
Terkait Mahar Koin Nikahsirri.com, Ini Penjelasan Polisi
Selasa, 25 September 2017 - 19:00 wib
SIDANG PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Ratusan Dokumen yang Dibawa KPK Tak Pengaruhi Tim Kuasa Hukum Novanto
Selasa, 25 September 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Terkait Mahar Koin Nikahsirri.com, Ini Penjelasan Polisi

Senin, 25 September 2017 - 19:00 WIB

Lemkapi Sebut Nikahsirri.com Kembangkan Gaya Baru Bisnis Prostitusi
Ibu dan Dua Anaknya Terpanggang

Senin, 25 September 2017 - 15:07 WIB

Ditangkap setelah Beraksi di 11 TKP

Senin, 25 September 2017 - 10:22 WIB

Remaja Digauli Ayah Tiri sejak Usia 12 Tahun

Sabtu, 23 September 2017 - 10:42 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini