Wonderful Indonesia
DENGAN WARGA PUN SANG PEMBUNUH KERAP BERTENGKAR
Tolak Rujuk, Cekcok, Istri Dibunuh
Jumat, 10 Maret 2017 - 15:19 WIB > Dibaca 1187 kali Print | Komentar
Tolak Rujuk, Cekcok, Istri Dibunuh
SICINCIN (RIAUPOS.CO) – Ternyata inilah salah satu pangkal bala terjadinya pembunuhan sadis di Sicincin dua hari lalu. Sang suami yang pulang setelah dua bulan menghilang, mengajak sang istri bersatu lagi.

Namun ajakannya ditolak sang istri. Keduanya bertengkar hebat, di saat anak-anaknya hendak berangkat sekolah. Sepeninggal anak-anaknya inilah, nyawa sang istri dihabisi di kamar mandi, menggunakan samurai.

”Motif pembunuhan ini karena cekcok keluarga. Pisah ranjang. Yang laki-laki ingin rujuk, tapi wanita gak mau malah mengusir pelaku,” ujar Kapolres Padangpariaman, AKBP Roedy Yoelianto yang dikonfirmasi via SMS kepada Padang Ekspres (grup riaupos.co), kemarin.

Menurut Kapolres, kasus pembunuhan itu terjadi karena tersangka Eri sudah tidak lagi memiliki hubungan harmonis dengan korban.

Seperti diberitakan kemarin, kasus pembunuhan keji ini terjadi Rabu (8/3)  pukul 08.30 pagi. Pelakunya bernama Eri, warga Korong Pasalaban, Nagari Sicincin, Kecamatan 2X11 Enamlingkung, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar. Ia menghabisi nyawa istrinya Aprida Leli, 48.

Sabetan samurainya menimbulkan  luka tusukan di bagian dada dan punggung.

Pelaku sendiri,  telah dua bulan tidak pulang ke rumah istrinya, Aprida Leli alias Upiak tiba-tiba datang ke rumah sekitar pukul 07.00, Rabu lalu. Kehadirannya memicu  pertengkaran.

Saat itu, tiga anak korban hendak berangkat ke sekolah masing-masing. Namun, tiga anaknya sempat melihat percekcokan ibu dan ayahnya pada pagi itu. Mereka tetap berangkat sekolah karena ibunya meminta.

Kepada ibunya yang sehari-hari penjual telur asin dan pisang rebus di sekitar Pasar Sicincin, mereka memesankan agar hati-hati di rumah.Keluarga ini memiliki tiga anak yakni anak pertama bernama Mozi, 17 kelas II SMA, Fitri, 13, kelas VI SD dan Deva, 7, masih Taman Kanak-Kanak ditambah satu anak tiri dari Eri bernama Rio.

Sepeninggal anak-anak,  Aprida Leli yang  bosan cekcok dengan suaminya langsung masuk ke dalam kamar mandi. Pelaku lalu menyusul. Tiba-tiba, tanpa ba-bi- bu, pelaku menusukan sebilah samurai ke arah bagian dada korban hingga berulang kali. Tak pelak lagi, darah segar mengucur dari tubuh korban.

Meski begitu, korban yang telah banyak mengalami luka tusukan masih sempat lari ke luar rumah. Namun, sesampai di teras rumah, Upiak terkapar berlumuran darah, dan akhirnya tidak bergerak lagi.  

Suka Bertengkar

Eri, 46, sang pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri, dikenal warga setempat bertemperamen kurang baik. Pria supir angkutan umum itu sering bertengkar mulut dengan istrinya di luar rumah dan disaksikan banyak orang. Bahkan, dia tidak segan ribut dengan warga lainnya.

”Dia orangnya memang tidak baik. Sebab, sering berbicara kasar dengan istrinya. Bahkan saat dia bertengkar dengan warga sekitar sini, juga sering berbicara kotor hingga mengancam,” ujar ipar almarhum Aprida yang enggan menyebutkan namanya kepada Padang Ekspres (grup riaupos.co), kemarin.

Selain itu, tambah dia, Eri juga jarang pulang ke rumah. Bahkan, sudah sekitar dua bulan belakang Eri tidak pernah singgah melihat kondisi keluarganya. ”Dia (Eri, red) juga sudah berulang kali bertengkar dengan orang di terminal,” ujarnya.

Afrianto, 44, adik kandung Afrida mengaku tidak terlalu banyak mengetahui soal suami kakaknya itu. Sebab, almarhum kakaknya tidak pernah menceritakan soal masalah keluarganya kepada saudara-saudaranya.

”Beliau (Afrida, red), biasa saja selama ini. Mungkin beliau merasa bisa menyelesaikan permasalahan keluarganya selama ini, makanya tidak bercerita kepada kami,” ujarnya.

Kendati demikian, Afrianto tetap dapat menilai bahwa suami kakaknya itu tidak baik dalam bersikap. Bahkan setiap kali Eri pulang ke rumah, anak sulung korban kerap memilih pergi ke rumah Afrianto. ”Yang pasti, kalau Eri pulang anak kakak saya yang paling tua, memilih datang ke rumah saya,” ujarnya.(*)


Sumber: Padang Ekspres
Editor: Amzar
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
NASIONAL
Ingin Segera Kembali ke KPK
Sabtu, 22 Juli 2017 - 14:37 wib
Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Kejahatan Seksual
Implementasi Belum Sesuai Harapan
Sabtu, 22 Juli 2017 - 13:40 wib
PASIRPENGARAIAN
Korban Luka Ledakan TNT Mulai Membaik
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:34 wib
POLITIK
Aturan Verifikasi Parpol Rawan Digugat
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:33 wib
POLITIK
DPW PPP Riau Rekomendasi Rusli Effendi Maju di Pilgubri
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:21 wib
Pasangan di Luar Nikah Digelandang ke Kantor Satpol PP
9 Orang Positif Narkoba
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:12 wib
HAJI 2017
15 JCH Belum Periksa Kesehatan
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:06 wib
Ipda Dodi Vivino SH MH (Hukum Pidana UIR, 2002)
Jaga Amanah dan Profesionalisme
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:04 wib
M Fachrimsyah, SP MM (Agronomi Fakultas Petanian UIR, 1989)
Gali Potensi Perikanan Daerah
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:01 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Polisi Buru Pemilik Ratusan Ton Beras Diduga Oplosan
Pesan Tegas Kapolri bagi Pemain Beras Curang

Jumat, 21 Juli 2017 - 17:56 WIB

Ini Pengakuan Lia Emilia saat Diciduk Bersama Pretty Asmara
Edarkan Sabu, Sepasang Sejoli Ditangkap Polisi

Jumat, 21 Juli 2017 - 10:09 WIB

Sketsa Wajah Pelaku Jadi Alasan Polri Sulit Ungkap Kasus Novel
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us