Wonderful Indonesia
KASUS SUAMI BUNUH ISTRI DI SICINCIN
Sebelum Dibunuh, Anaknya Minta si Ibu Hati-hati
Kamis, 09 Maret 2017 - 12:52 WIB > Dibaca 3217 kali Print | Komentar
 Sebelum Dibunuh, Anaknya Minta si Ibu Hati-hati
Pelaku pembunuhan terhadap sang istri di Sicincin diringkus aparat kepolisian di Batusangkar.(Foto: Padang Ekspres)
Pesan agar berhati-hati yang mereka utarakan saat pergi sekolah dan meninggalkan ibunya yang bertengkar dengan sang ayah, ternyata adalah kalimat terakhir untuk sang ibu. Mereka syok mendapat kabar sang bunda sudah tak bernyawa.

FITRI,  Mozi dan Deva tak bisa menyembunyikan kesedihan mereka. Bagaimana tidak, Rabu ( 8/3) merupakan hari yang  kelabu bagi mereka. Pada hari itu, sang ayah, Eri, tega menghabisi nyawa sang ibu, Aprida Leli dengan samurai.

Pesan waspada yang disampaikan sang anak sebelum meninggalkan rumah, tak mampu menghindari nyawa ibu mereka dari petaka. Rumah Aprida Leli di Korong Pasalaban, Nagari Sicincin, Kecamatan 2X11 Enamlingkung, di dekat Jalan Lintas Padang-Bukittinggi, mendadak ramai dari kerumunan warga.

Pasalnya, setelah ada keributan di rumah tersebut, warga melihat Aprida ke luar dari dalam rumahnya dalam kondisi luka tusuk mengenaskaan di bagian dada dan punggungnya. Tak ada yang menyangka kematian wanita yang akrab disapa Upik itu mengenaskan.

Meskipun Upik terdengar cekcok dengan Eri di dalam rumahnya, tapi warga masih menyaksikan Upik menjalankan aktivitas. Yakni mempersiapkan dagangannya berupa telur asin, pisang, dan nangka. Bahkan, anak-anak mereka tidak memiliki firasat sang bunda pergi dengan begitu tragis.

”Sebelum kami berangkat sekolah, saya sudah mengingatkan ibu untuk baik-baik di rumah,” ujar Fitri, anak kedua korban sembari terisak-isak menyaksikan jasad ibunya yang sudah tertutup kain panjang di rumah neneknya.

Sedangkan Mozi, 17, anak pertama pasangan Upik dan Eri itu, hanya tampak terisak-isak menangis di belakang rumah. Puluhan temannya hanya dapat mengusap-usap punggung Mozi. Bahkan ada pula temannya yang tampak turut menangis menyaksikan nasib temannya tersebut.

”Kakak saya ini (Upik, red) bekerja sebagai pedagang telur asin, pisang, dan nangka di sekitar lingkungan pasar Sicincin. Saya tidak tahu ada keributan keluarga mereka,” ujar Afrianto, 44, adik korban kepada Padang Ekspres (grup riaupos.co).

Afrianto tidak pernah menyangka kakaknya akan meninggal dalam kondisi mengenaskan itu. Sebab, sebelum kejadian dia masih melihat kakaknya itu sibuk mempersiapkan dagangnya. ”Lihat itu kulit nangka yang baru siap dibukanya,” ujarnya sembari menunjuk perkakas dagangan sang kakak.

Selama ini, Upik menghidupi anak-anaknya hanya seorang diri. Sebab, suaminya Eri, jarang pulang ke rumah. Kendati demikian, Afrianto tidak pernah mendengar keluhan Upik. ”Tidak pernah beliau cerita tentang kondisi keluarganya kepada saya,” katanya.

Korban meninggalkan 3 orang anak. Si sulung bernama Mozi, 17, saat ini sudah belajar di bangku SMA. Sedangkan Fitri, 13, di SD, dan Deva, 7, dalam pendidikan taman kanak-kanak.

”Sangat malang nasib keponakan saya ini. Mereka tentu sangat terpukul atas kejadian ini,” ujar Afrianto menunduk. Lelaki itu tampak tak kuasa menahan kesedihan.

Sebelumnya, kata Afrianto, Mozi sempat curhat kepadanya. Mozi kerap memilih mendatangi rumah Aprianto ketika Eri pulang ke rumah. ”Setahu saya, anak-anak tidak ada yang akrab dengan ayah mereka. Bahkan, Mozi pernah bilang kepada saya, lebih baik tidak punya ayah,” ujarnya.

Kendati demikian, curhatan keponakannya itu tidak begitu disikapi Afrianto. Dia malah mengarahkan keponakannya untuk tetap menjaga ibunya. “Masalah keluarga itu biasa. Lagian selama ini bisa mereka selesaikan. Namun kali ini memang sudah keterlaluan,” ujarnya.

Bantu Anak Korban

Terpisah, Wali Nagari Sicincin, Nurkhalis mengatakan, tiga anak yang kini kehilangan ibunya karena dibunuh tentu memprihatinkan. Terlebih anak-anak Upik masih berusia sangat kecil untuk menjalani kehidupan sendiri. Untuk itu, pihaknya akan berupaya membantu mereka.

”Kami memang berkeinginan untuk melakukan penggalangan dana bagi anak-anak korban. Di antaranya mengajukan proposal ke Badan Amil Zakat Naional (Baznas) dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Padangpariaman,” ujarnya.

Kendati demikian Nurkhalis berharap, upaya pihaknya itu mendapat dukungan banyak pihak nantinya sehingga berlangsung lancar. “Teman-teman media mohon dibantu juga anak-anak korban ya,” katanya.

Ketua Baznas Padangpariaman, Syamsuardi Surma mengatakan, pihaknya bersedia menyalurkan bantuan jika pihak nagari mengajukan proposal untuk penanggulangan kelanjutan pendidikan anak-anak korban.

”Bisa kami bantu itu. Asalkan nagari atau korong mengirimka proposalnya. Kami juga akan cek kondisi anak-anak korban itu nanti,” tegasnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinsos P3A Padangpariaman, Rina Novianti mengatakan, berkaitan dengan perlindungan anak korban, pihaknya akan melakukan memantau ke lapangan, Kamis (9/3).

”Kalau tidak ada keluarga terdekat yang dapat melindungi anak-anak korban, baru kami yang akan melindunginya di tempat yang telah disediakan. Namun, kita lihat dulu kondisi setelah dilakukan cek lapangan besok,” tutur Rina kemarin. (*)

Sumber: Padang Ekspres
Editor: Amzar

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
NASIONAL
Ingin Segera Kembali ke KPK
Sabtu, 22 Juli 2017 - 14:37 wib
Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Kejahatan Seksual
Implementasi Belum Sesuai Harapan
Sabtu, 22 Juli 2017 - 13:40 wib
PASIRPENGARAIAN
Korban Luka Ledakan TNT Mulai Membaik
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:34 wib
POLITIK
Aturan Verifikasi Parpol Rawan Digugat
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:33 wib
POLITIK
DPW PPP Riau Rekomendasi Rusli Effendi Maju di Pilgubri
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:21 wib
Pasangan di Luar Nikah Digelandang ke Kantor Satpol PP
9 Orang Positif Narkoba
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:12 wib
HAJI 2017
15 JCH Belum Periksa Kesehatan
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:06 wib
Ipda Dodi Vivino SH MH (Hukum Pidana UIR, 2002)
Jaga Amanah dan Profesionalisme
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:04 wib
M Fachrimsyah, SP MM (Agronomi Fakultas Petanian UIR, 1989)
Gali Potensi Perikanan Daerah
Sabtu, 22 Juli 2017 - 12:01 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Polisi Buru Pemilik Ratusan Ton Beras Diduga Oplosan
Pesan Tegas Kapolri bagi Pemain Beras Curang

Jumat, 21 Juli 2017 - 17:56 WIB

Ini Pengakuan Lia Emilia saat Diciduk Bersama Pretty Asmara
Edarkan Sabu, Sepasang Sejoli Ditangkap Polisi

Jumat, 21 Juli 2017 - 10:09 WIB

Sketsa Wajah Pelaku Jadi Alasan Polri Sulit Ungkap Kasus Novel
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us