PERSIAPAN SEA GAMES 2017
Dua Pesepaktakraw Putri Riau Dipanggil ke Pelatnas
Kamis, 09 Maret 2017 - 11:12 WIB > Dibaca 595 kali Print | Komentar
Dua Pesepaktakraw Putri Riau Dipanggil ke Pelatnas
Dua pesepaktakraw putri Riau, Sutini (kiri) dan Florensia Cristy, saat menghadapi Timnas Malaysia dalam ujicoba di Hall A Sport Center, Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Keduanya dipanggil mengikuti Pelatnas SEA Games Kuala Lumpur 2017. (HARY B KORIUN/RIAUPOS.CO)
Laporan Hary B Koriun, Pekanbaru

DUA pesepaktakraw andalan Riau, Florensia Cristy (killer/smes)  dan Sutini (feeder/pengumpan), dipanggil untuk mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PB PSTI dan Satlak Prima KONI Pusat  untuk persiapan SEA Games XXIX Kuala Lumpur 2017. Surat pemanggilan itu ditandatangani Ketua Umum PB PSTI  Asnawi Abdul Rahman bernomor 07/A.001/PB.PSTI/III/2017, tertanggal 6 Maret 2017.

Surat tersebut dikirimkan ke Pengprov PSTI Riau, KONI Riau, dan ke kedua pemain. Kedua pemain harus masuk Pelatnas pada 15 Maret ini yang dipusatkan di Mako Brimob Polda Jambi hingga menjelang keberangkatan ke Kuala Lumpur pada 19 Agustus 2017 mendatang.
 
Pelatih putri PON Riau di Jawa Barat (Jabar) 2016, Supardi Hutabarat, mengaku gembira dengan pemanggilan kedua pemain asuhannya itu. Menurutnya, baik Floren maupun Sutini pantas mendapatkan kehormatan membela Indonesia di iven internasional seperti SEA Games ini.

“Sebagai pelatih mereka, saya mendukung keduanya untuk masuk Pelatnas. Ini merupakan kehormatan bagi keduanya, juga bagi sepaktakraw Riau,” jelas Supardi ketika dihubungi Rabu (8/3/2017) malam.

Supardi berpesan supaya keduanya bekerja keras selama Pelatnas untuk meningkatkan kemampuannya agar saat bertarung di SEA Games benar-benar siap. “Mereka harus bekerja keras untuk  menunjukkan diri bahwa mereka pantas masuk tim nasional,” jelas lelaki yang juga wasit nasional itu.

Floren dan Sutini ketika dihubungi terpisah, sama-sama mengaku senang dan merasa mendapat kehormatan bisa memperkuat negaranya di multiiven tingkat Asia Tenggara ini. Mereka berharap tak ada masalah yang menghalangi mereka masuk timnas.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya dipanggil untuk memperkuat negara saya di ajang internasional ini,” jelas Floren yang kini sedang berupaya menyelesaikan skripsinya di Jurusan Manajemen STIE Persada Bunda tersebut.

Alhamdulillah. Saya senang dan bangga diberi kesempatan ikut  Pelatnas yang tak semua pemain mendapatkannya,” jelas Sutini.

Hanya saja, karena keduanya saat ini berstatus CPNS di Kemenpora yang sewaktu-waktu harus mengikuti latihan pra-jabatan (prajab) yang kemungkinan dilaksanakan 2017 ini, baik Floren maupun Sutini berharap, jika hal itu terjadi, ada solusi yang diberikan. Misalnya diizinkan dulu ikut prajab atau dapat dispensasi lainnya. Karena, menurut keduanya, dua hal ini sama-sama penting. Yang satu membela negara dan yang satu masa depan mereka.

“Tapi sekarang fokus kami ikut Pelatnas dulu,” ujar keduanya senada.

Bagi Floren yang merupakan langganan timnas sejak 2010, pemanggilan ini merupakan come back-nya ke timnas. Pada SEA Games Singapura 2015 lalu ia dan beberapa pemain senior lainnya  tak dipanggil karena alasan tertentu. Floren sendiri sudah tampil di dua SEA Games dan dua Asian Games. Yakni Asian Games 2010 Guangzhou (Cina), SEA Games 2011 Palembang,  SEA Games 2013 Myanmar, dan  Asian Games 2014 Incheon (Korea). Selain itu, Floren juga turun di berbagai iven dan turnamen internasional seperti Kings Cup (Thailand) atau ISTAF Super Series di India.

Sedang bagi Sutini, ini adalah kesempatan ketiganya masuk Pelatnas. Sebelumnya dia memperkuat Indonesia di ajang Asian Beach Game (ABG) 2010 di Oman dan dipanggil Pelatnas 2013 persiapan SEA Games 2013 Myanmar, namun gagal masuk tim utama.

Di PON 2016 Jabar lalu, Floren dan Sutini serta pemain putri lainnya, mempersembahkan dua perak dan satu perunggu untuk kontingen Riau.

Sayangnya, di sektor putra, tak satupun pemain Riau yang dipanggil. Rizanov Kurniawan  (killer) yang diprediksi masuk tim, ternyata tak dipanggil. Kabarnya, PB PSTI hanya memanggil masing-masing enam pemain di sektor putra dan putri karena hanya turun masing-masing di nomor beregu, 4 lawan 4, dan double event. Satu nomor lagi, yakni nomor tim, yang memerlukan banyak pemain, tak dipertandingkan.***



    
    


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
LIMBAH SAMPAH PLASTIK
Teknologi Jalan Sampah Hemat Biaya
Minggu, 26 Maret 2017 - 11:56 wib
Tantangan UNBK
Ratusan Siswa Antusias Tryout CNBT
Minggu, 26 Maret 2017 - 11:40 wib
POLSEK BANGKINANG BARAT
Lima Tersangka Pencabulan Diringkus
Minggu, 26 Maret 2017 - 11:37 wib
Media Expo dan SPS Riau Award 2017
Deklarasi Pers Profesional Anti Hoax
Minggu, 26 Maret 2017 - 11:21 wib
Posisi Tawar Indonesia
Dana Asian Games Rp4,6 T
Minggu, 26 Maret 2017 - 11:17 wib
dr Herman Darmawan SpP
TB Paru Bisa Disembuhkan
Minggu, 26 Maret 2017 - 11:10 wib
MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN
Anies Baswedan Ikut Program OK OCE
Minggu, 26 Maret 2017 - 10:57 wib
Ciplukan Tanaman Liar dengan Beragam Manfaat
Dulu Dipandang Sebelah Mata
Minggu, 26 Maret 2017 - 10:54 wib

Hati-hati, Pola Makan Seperti Ini Bisa Picu Bau Mulut
Minggu, 26 Maret 2017 - 10:52 wib
Coffee Shop Sri Indrayani
Bergaya Klasik, Kopi Kualitas Wahid
Minggu, 26 Maret 2017 - 10:46 wib
Cari Berita
Olahraga Terbaru
Dana Asian Games Rp4,6 T

Minggu, 26 Maret 2017 - 11:17 WIB

Menukil Sejarah Kelam Tragedi Seulas Nangka dalam Novel "Megat" Karya Rida K Liamsi
Messi Hanya Bisa Cetak Gol Penalti

Sabtu, 25 Maret 2017 - 18:06 WIB

Brazil Hampir Pasti Lolos ke Rusia

Sabtu, 25 Maret 2017 - 18:00 WIB

Persires Berubah Jadi Lampung Sakti

Sabtu, 25 Maret 2017 - 17:06 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us