Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DIMINTA KEPADA SEJUMLAH PNS
Jaksa Sebut Aliran Dana Korupsi Alkes Juga Diterima Anak Ratu Atut
Rabu, 08 Maret 2017 - 19:15 WIB > Dibaca 484 kali Print | Komentar
Jaksa Sebut Aliran Dana Korupsi Alkes Juga Diterima Anak Ratu Atut
Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Terkait pengadaan alat kesehatan tahun 2012, anak mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Andik Hazrumy disebut meminta uang kepada sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov Banten.

Dia disebut meminta sejumlah kepala dinas untuk mengalokasikan dana taktis atau operasional untuk kepentingan pribadinya dan Atut. Hal itu tercantum dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ratu Atut yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Menurut Jaksa Budi Nugraha, saat proses pelaksanaan lelang alkes RS Rujukan Provinsi Banten sedang berjalan, Atut memanggil Kadis Kesehatan Provinsi Banten Djaja Buddy Suhardja untuk bertemu di Hotel Crown Plaza, Jakarta. Atut juga memanggil beberapa kadis lainnya. "Dalam pertemuan tersebut hadir juga Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan dan Andika Hazrumy yang merupakan anak terdakwa," ujarnya saat membacakan surat dakwaan.

Atut saat itu menyampaikan keluhan tentang adanya kebutuhan operasional atau dana taktis yang diperlukan Atut dan anaknya selaku anggota DPD RI.

Selain itu, Atut menanyakan kepada para kepala dinas yang hadir mengenai progres pekerjaan dalam lelang pengadaan pada masing-masing dinas dan meminta untuk mengalokasikan dana taktis. "Untuk memenuhi permintaan  terdakwa, selanjutnya Wawan meminta Dadang Prijatna menemui Djaja Buddy Suhardja di kantor Dinkes Provinsi Banten untuk menyerahkan list proyek seluruh pengadaan beserta prosentase alokasi anggaran sebagai pegangan atau bahan kontrol pengeluaran uang yang akan diberikan kepada terdakwa sebesar 2,5 persen dari total proyek yang dikerjakan oleh Wawan untuk memenuhi kepentingan dana taktis dan operasional terdakwa," teragnya.

Kemudian, sebagaimana permintaan Atut, antara Oktober hingga Desember 2012 Atut menerima uang sebesar Rp3,859 miliar dari Wawan secara bertahap di rumahnya. Uang itu diberikan melalui orang kepercayaan Wawan, Yuni Astuti. (Put)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
H Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno
Deklarasi AYO Undang Pedagang Kecil
Senin, 21 Januari 2018 - 14:55 wib

Flyover Serap Anggaran Rp240 Miliar
Senin, 21 Januari 2018 - 13:31 wib
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Riau Pos
Riau Pos Nomor Satu di Luar Jawa
Senin, 21 Januari 2018 - 13:06 wib
Bersikap Tidak Netral
Bawaslu: Sekko Pekanbaru Langgar Aturan
Senin, 21 Januari 2018 - 12:51 wib
Penerapan Transaksi Non Tunai
Pemkab Karimun MoU Bersama BRK
Senin, 21 Januari 2018 - 12:30 wib

Akhir Pendaftaran, Lelang Jabatan Diikuti 55 Peserta
Senin, 21 Januari 2018 - 12:26 wib

Laju Deforestasi Ancam Vegetasi
Senin, 21 Januari 2018 - 12:25 wib

Monitoring Gas Rumah Kaca Secara Online
Senin, 21 Januari 2018 - 12:22 wib
Komunitas Comic Riau
Kembangkan Seni Kreatifitas Generasi Muda
Senin, 21 Januari 2018 - 12:21 wib
Cerita Mahasiswa Riau soal Pertanian
Jadi Sarjana Berkat Kangkung
Senin, 21 Januari 2018 - 12:17 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Cemburu kepada Pacar, Posting Video Mesum di Media Sosial
Saya Terpaksa Ikut Suami, karena Ia Selalu Sakit

Sabtu, 20 Januari 2018 - 08:04 WIB

Tak Lama Lagi Nasib Kedua Terdakwa Ditentukan Hakim

Sabtu, 20 Januari 2018 - 05:55 WIB

Kapan Habib Rizieq Pulang ke Indonesia? Ini Kepastiannya
Kritik JPU KPK, Pengacara: Tak Ada Saksi yang Kenal Novanto
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini