Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN
Jaksa KPK: Setoran Anak Buah Digunakan Atut untuk Istigasah
Rabu, 08 Maret 2017 - 18:36 WIB > Dibaca 447 kali Print | Komentar
Jaksa KPK: Setoran Anak Buah Digunakan Atut untuk Istigasah
Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah didakwa Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) telah menyalahgunakan kekuasaannya dalam mengangkat dan memberhentikan kepala dinas di lingkungan pemerintah Provinsi Banten. JPU KPK Rony Yusuf mengatakan, Atut mengangkat dan memberhentikan kadis di lingkungan Pemprov Banten dengan meminta komitmen loyalitas.

"Memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri," ujarnya membacakan dakwaan di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Pengangkatan para pejabat, kata dia, disertai dengan syarat harus loyal dan taat kepada perintah atau permintaan Atut. "Apabila tidak dapat memenuhi permintaan terdakwa, maka yang bersangkutan akan diberhentikan dari jabatannya," sebutnya.

Jaksa menyebut, uang itu digunakan untuk kepentingan kegiatan istigasah Atut. "Untuk kegiatan istigasah guna kepentingan terdakwa," tuturnya.

Untuk mendapatkan uang tersebut, kata dia lagi, Atut saat menjabat pelaksana tugas maupun gubernur definitif Banten, mengangkat beberapa pejabat, yakni Djadja Buddy Suhardja sebagai kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten yang dilantik sekitar Februari 2006. Hudaya Latuconsina, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Banten dilantik sekitar Februari 2008.

Kemudina, dilantik sebagai Kadis Pendidikan Banten sekitar Januari 2012. Ing Suwargi sebagai Kadis Sumber Daya Air dan Pemukiman (SDAP) Banten dilantik sekitar Januari 2011. Sutadi sebagai Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten dilantik sekitar Agustus 2008. Pihak-pihak tersebut dipaksa memberi uang oleh terdakwa Atut, yakni Djadja Buddy Suhardja sejumlah Rp100 juta,

Iing Suwargi Rp125 juta, Sutadi Rp125 juta, dan Hudaya Latuconsina Rp150 juta sehingga seluruhnya mencapai Rp500 juta. Atas perbuatannya, jaksa menjerat Atut pasal 12 huruf e Undang-undang (UU) nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. (boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
JAUH MELEBIHI TARGET
Toyota Expo Sukses Jual 373 Unit
Senin, 20 November 2017 - 01:13 wib
BERITA FOTO
Seventeen Tutup Kemeriahan Toyota Expo
Senin, 19 November 2017 - 21:08 wib
SETYA NOVANTO KECELAKAAN
Karangan Bunga Ini Menggelitik: #savebakpao
Senin, 19 November 2017 - 17:49 wib
DERBI MADRILENO BERAKHIR IMBANG
Madrid Makin Jauh Ditinggalkan Barcelona
Senin, 19 November 2017 - 17:48 wib
ROMA MENANGI DERBY DELLA CAPITALE
Nainggolan Itu Bukan Manusia... Mengapa?
Senin, 19 November 2017 - 17:31 wib

Januari, UMK Rp2,6 Juta Rohil Berlaku
Senin, 19 November 2017 - 14:05 wib
Kabupaten Kuansing
Waspadai Aliran Sesat
Senin, 19 November 2017 - 13:59 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Politikus Golkar Ini Sebut Setnov Sebenarnya Sudah Siap Ditahan, tapi...
Ketika Citra NTT dan DPR Tercoreng karena Sikap Setya Novanto
Sopir Setya Novanto Resmi Dibebaskan, tapi...

Sabtu, 18 November 2017 - 17:50 WIB

Pengamat: Setnov Cuma Benjol, Tak Perlu Dibawa ke Singapura
Kader Muda Golkar Sebut Setnov Dapat Sanksi Sosial dari Masyarakat
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini
 Toyota Expo Sukses Jual 373 Unit