Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN
Jaksa KPK: Setoran Anak Buah Digunakan Atut untuk Istigasah
Rabu, 08 Maret 2017 - 18:36 WIB > Dibaca 353 kali Print | Komentar
Jaksa KPK: Setoran Anak Buah Digunakan Atut untuk Istigasah
Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah didakwa Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) telah menyalahgunakan kekuasaannya dalam mengangkat dan memberhentikan kepala dinas di lingkungan pemerintah Provinsi Banten. JPU KPK Rony Yusuf mengatakan, Atut mengangkat dan memberhentikan kadis di lingkungan Pemprov Banten dengan meminta komitmen loyalitas.

"Memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri," ujarnya membacakan dakwaan di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Pengangkatan para pejabat, kata dia, disertai dengan syarat harus loyal dan taat kepada perintah atau permintaan Atut. "Apabila tidak dapat memenuhi permintaan terdakwa, maka yang bersangkutan akan diberhentikan dari jabatannya," sebutnya.

Jaksa menyebut, uang itu digunakan untuk kepentingan kegiatan istigasah Atut. "Untuk kegiatan istigasah guna kepentingan terdakwa," tuturnya.

Untuk mendapatkan uang tersebut, kata dia lagi, Atut saat menjabat pelaksana tugas maupun gubernur definitif Banten, mengangkat beberapa pejabat, yakni Djadja Buddy Suhardja sebagai kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten yang dilantik sekitar Februari 2006. Hudaya Latuconsina, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Banten dilantik sekitar Februari 2008.

Kemudina, dilantik sebagai Kadis Pendidikan Banten sekitar Januari 2012. Ing Suwargi sebagai Kadis Sumber Daya Air dan Pemukiman (SDAP) Banten dilantik sekitar Januari 2011. Sutadi sebagai Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten dilantik sekitar Agustus 2008. Pihak-pihak tersebut dipaksa memberi uang oleh terdakwa Atut, yakni Djadja Buddy Suhardja sejumlah Rp100 juta,

Iing Suwargi Rp125 juta, Sutadi Rp125 juta, dan Hudaya Latuconsina Rp150 juta sehingga seluruhnya mencapai Rp500 juta. Atas perbuatannya, jaksa menjerat Atut pasal 12 huruf e Undang-undang (UU) nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. (boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Melihat Aktivitas Bus Damri
Hari Pertama Satu Penumpang
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:18 wib
KAB INDRAGIRI HULU
Bersama Cegah Karhutla
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:15 wib
KAB INDRAGIRI HULU
12 Perusahaan Belum Tergabung dalam FP3I
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:13 wib
HUKUM & KRIMINAL
Sabu Sempat Dibuang ke Saluran Air
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:11 wib
KAB KEPULAUAN MERANTI
Membangun hingga Pelosok Desa Minta Dukungan Masyarakat
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:09 wib
KAB SELATPANJANG
Pencarian Warga Diterkam Buaya Dihentikan
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:03 wib
Jamaah Tertua Usia 85 Tahun
Syamsuar Lepas 252 JCH
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:01 wib
Dinilai Berhasil Tangani Karhutla
Menlu Singapura Apresiasi Riau
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:01 wib
SIAK
Pertama, Siak Terapkan e-Puskesmas
Rabu, 26 Juli 2017 - 11:59 wib
MANDAU
Paten on The Road Inovasi Sungai Mandau
Rabu, 26 Juli 2017 - 11:57 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Sabu Sempat Dibuang ke Saluran Air

Rabu, 26 Juli 2017 - 12:11 WIB

7 Kedai Kim Teng Tutup

Rabu, 26 Juli 2017 - 12:08 WIB

Warga Singapura Pemilik KTP Aspal Dihukum 1 Tahun
Status Kasus Ahmad Dhani Naik Jadi Penyidikan

Rabu, 26 Juli 2017 - 00:25 WIB

Polisi Belum Pastikan Langsung Periksa atau Tahan Habib Rizieq
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us