Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN
Jaksa KPK: Setoran Anak Buah Digunakan Atut untuk Istigasah
Rabu, 08 Maret 2017 - 18:36 WIB > Dibaca 318 kali Print | Komentar
Jaksa KPK: Setoran Anak Buah Digunakan Atut untuk Istigasah
Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah didakwa Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) telah menyalahgunakan kekuasaannya dalam mengangkat dan memberhentikan kepala dinas di lingkungan pemerintah Provinsi Banten. JPU KPK Rony Yusuf mengatakan, Atut mengangkat dan memberhentikan kadis di lingkungan Pemprov Banten dengan meminta komitmen loyalitas.

"Memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri," ujarnya membacakan dakwaan di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Pengangkatan para pejabat, kata dia, disertai dengan syarat harus loyal dan taat kepada perintah atau permintaan Atut. "Apabila tidak dapat memenuhi permintaan terdakwa, maka yang bersangkutan akan diberhentikan dari jabatannya," sebutnya.

Jaksa menyebut, uang itu digunakan untuk kepentingan kegiatan istigasah Atut. "Untuk kegiatan istigasah guna kepentingan terdakwa," tuturnya.

Untuk mendapatkan uang tersebut, kata dia lagi, Atut saat menjabat pelaksana tugas maupun gubernur definitif Banten, mengangkat beberapa pejabat, yakni Djadja Buddy Suhardja sebagai kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten yang dilantik sekitar Februari 2006. Hudaya Latuconsina, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Banten dilantik sekitar Februari 2008.

Kemudina, dilantik sebagai Kadis Pendidikan Banten sekitar Januari 2012. Ing Suwargi sebagai Kadis Sumber Daya Air dan Pemukiman (SDAP) Banten dilantik sekitar Januari 2011. Sutadi sebagai Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten dilantik sekitar Agustus 2008. Pihak-pihak tersebut dipaksa memberi uang oleh terdakwa Atut, yakni Djadja Buddy Suhardja sejumlah Rp100 juta,

Iing Suwargi Rp125 juta, Sutadi Rp125 juta, dan Hudaya Latuconsina Rp150 juta sehingga seluruhnya mencapai Rp500 juta. Atas perbuatannya, jaksa menjerat Atut pasal 12 huruf e Undang-undang (UU) nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. (boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Ir Fachrizal - Teknik Perminyakan UIR 1986
Terbang Lintas Negara Berkat Perminyakan
Selasa, 30 Mei 2017 - 10:29 wib
PEKANBARU
DPRD Ingatkan Pemko Soal Izin Toko Modern
Selasa, 30 Mei 2017 - 10:26 wib
Romie Perdian Arfie SIP - Hubungan Internasional FISIP UR 2003
Pandai Membagi Tanggung Jawab
Selasa, 30 Mei 2017 - 10:25 wib
Disbunak Segera Buka Akses Jalan Produksi Sawit Desa Air Hitam
Pemkab. Pelalawan
Disbunak Segera Buka Akses Jalan Produksi Sawit Desa Air Hitam
Selasa, 30 Mei 2017 - 10:23 wib
KEGIATAN RAMADHAN
Pasar Ramadan di Inhil Libatkan Distributor dan Perusahaan
Selasa, 30 Mei 2017 - 10:22 wib

Konsep Smart City Harus Diperkuat Bidang IT
Selasa, 30 Mei 2017 - 10:18 wib

Waspadai Makanan dan Minuman Kemasan
Selasa, 30 Mei 2017 - 10:16 wib
KESEHATAN
Jangan Tidur Setelah Sahur
Selasa, 30 Mei 2017 - 10:10 wib
8.000 Nelayan, Baru 1.223 Diasuransikan
Kepulauan Meranti
8.000 Nelayan, Baru 1.223 Diasuransikan
Selasa, 30 Mei 2017 - 10:07 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Habib Rizieq Sebut Perang Hukum Telah Dimulai

Senin, 29 Mei 2017 - 21:00 WIB

Penulis Buku Jokowi Undercover Divonis 3 Tahun Penjara
KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah dari Kantor Kemendes
Pakar Sebut Pelantikan OSO sebagai Ketua DPD Tak Bermasalah
Kuasa Hukum Habib Rizieq Bentuk Tim Pembela Ulama
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us