Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN
Jaksa KPK: Setoran Anak Buah Digunakan Atut untuk Istigasah
Rabu, 08 Maret 2017 - 18:36 WIB > Dibaca 298 kali Print | Komentar
Jaksa KPK: Setoran Anak Buah Digunakan Atut untuk Istigasah
Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah didakwa Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) telah menyalahgunakan kekuasaannya dalam mengangkat dan memberhentikan kepala dinas di lingkungan pemerintah Provinsi Banten. JPU KPK Rony Yusuf mengatakan, Atut mengangkat dan memberhentikan kadis di lingkungan Pemprov Banten dengan meminta komitmen loyalitas.

"Memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri," ujarnya membacakan dakwaan di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Pengangkatan para pejabat, kata dia, disertai dengan syarat harus loyal dan taat kepada perintah atau permintaan Atut. "Apabila tidak dapat memenuhi permintaan terdakwa, maka yang bersangkutan akan diberhentikan dari jabatannya," sebutnya.

Jaksa menyebut, uang itu digunakan untuk kepentingan kegiatan istigasah Atut. "Untuk kegiatan istigasah guna kepentingan terdakwa," tuturnya.

Untuk mendapatkan uang tersebut, kata dia lagi, Atut saat menjabat pelaksana tugas maupun gubernur definitif Banten, mengangkat beberapa pejabat, yakni Djadja Buddy Suhardja sebagai kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten yang dilantik sekitar Februari 2006. Hudaya Latuconsina, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Banten dilantik sekitar Februari 2008.

Kemudina, dilantik sebagai Kadis Pendidikan Banten sekitar Januari 2012. Ing Suwargi sebagai Kadis Sumber Daya Air dan Pemukiman (SDAP) Banten dilantik sekitar Januari 2011. Sutadi sebagai Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten dilantik sekitar Agustus 2008. Pihak-pihak tersebut dipaksa memberi uang oleh terdakwa Atut, yakni Djadja Buddy Suhardja sejumlah Rp100 juta,

Iing Suwargi Rp125 juta, Sutadi Rp125 juta, dan Hudaya Latuconsina Rp150 juta sehingga seluruhnya mencapai Rp500 juta. Atas perbuatannya, jaksa menjerat Atut pasal 12 huruf e Undang-undang (UU) nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. (boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERMASUK SEORANG PENDETA DI BRAZIL
Disiksa, Diikat, Ditikam dan Ditembak, 9 Tewas
Senin, 24 April 2017 - 13:06 wib
KRISIS KOREA MEMANAS
Korut: Cukup Satu Serangan, Kapal Induk AS Karam
Senin, 24 April 2017 - 13:02 wib
RIAU
15 Hot Spot Terpantau Satelit
Senin, 24 April 2017 - 11:21 wib
PROVINSI RIAU
Tambah Libur, Pemotongan Tunjangan Menanti
Senin, 24 April 2017 - 11:18 wib
Dinilai Berhasil Membangun Siak
Syamsuar Bangsawan Keraton Solo
Senin, 24 April 2017 - 11:16 wib
Air Bersih Puskesmas Air Tiris Dikeluhkan
KAB KAMPAR
Air Bersih Puskesmas Air Tiris Dikeluhkan
Senin, 24 April 2017 - 11:11 wib
Wonderful Indonesia
Kota Batu Malang Gencarkan Promosi Pariwisata ke Luar Kota
Senin, 24 April 2017 - 10:37 wib
Festival (SMF) III 2017
Giliran Pulau Weh Memukau Yachtist Hari Kedua Sabang Marine Festival 2017
Senin, 24 April 2017 - 10:00 wib
KAB INDRAGIRI HILIR
Wanita Berperan dalam Pembangunan
Senin, 24 April 2017 - 09:56 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Tantang KPK, Masinton Minta Rekaman Miryam Dibuka di Persidangan
Siap Dibubarkan, Acara “Khilafah Forum” HTI Tak Kantongi Izin Kepolisian
Dua Pria Mencurigakan di Kediaman Novel Ternyata Informan Polisi
Identitas Dua Pria Mencurigakan di Kediaman Novel Baswedan Terkuak
KPK Panggil Mantan Pejabat Era Megawati Terkait Kasus BLBI
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us