Wonderful Indonesia
CATATAN AKHIR PEKAN
Air Sebagai Pertanda
Minggu, 05 Maret 2017 - 13:59 WIB > Dibaca 951 kali Print | Komentar
Air Sebagai Pertanda
Berita Terkait

Pemko Klaim Sudah Penuhi Catatan BPK

Ada Apa dengan Belanda?



Air adalah pertanda kehidupan. Demikian ungkap orang bijak. Bahkan dalam kitab suci difirmankan bahwa sang pencipta menjadikan segala sesuatu dari air. Air menyimpan berjuta makna. Hujan yang turun berupa air juga adalah pertanda rezeki yang baik. Bahkan saking pentingnya air bagi kehidupan dalam  Islam ada namanya salat Istisqo atau salat minta hujan (biasanya di musim kemarau panjang).

Namun ketika bencana banjir terjadi di mana-mana kita jadi bertanya pesan apa yang dibawa sang pertanda. Boleh jadi semua terjadi karena kerusakan alam dan penyalahgunaan peruntukan akibat keserakahan manusia yang tidak mampu menjaga alam pemberian Allah bagi kebaikan manusia dan makhluk lainnya.

Akibatnya, kini, hujan seperti momok yang menakutkan bagi manusia. Padahal, hujan yang Allah turunkan adalah rahmat bukanlah azab. Namun tidak semua harapan bisa menjadi realita. Hujan yang kita harapkan menjadi rahmat, ternyata justru menjadi tentara Allah yang siap menghukum kita, dan menjadi azab bagi mereka yang durhaka. Hujan bak pisau bermata dua, bisa menguntungkan dan sekaligus bisa merugikan.

Ayat yang sering didengungkan ketika terjadi musibah, adalah firman Allah di surat Ar-Rum: “Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan, disebabkan perbuatan tangan-tangan manusia. Agar Allah merasakan sebagian dari perbuatan yang mereka lakukan, supaya mereka kembali.” (QS. Ar-Rum: 41).

Ada satu hal yang telah menjadi mindset hampir semua orang terkait ayat ini, tafsir perbuatan tangan-tangan manusia hanya terbatas pada sikap manusia yang tidak ramah terhadap lingkungan. Mereka menyimpulkan bahwa banjir, atau bencana apapun bentuknya, disebabkan sikap manusia yang tidak disiplin dalam mengelola lingkungan. Di saat banjir mulai melanda, rame-rame orang menyalahkan buang sampah sembarangan, infrastruktur yang kurang diperhatikan pemerintah, eksploitasi alam yang tidak terkontrol.

Namun, simaklah pernyataan seorang ulama. Menurutnya ternyata sebab utama banjir atau bencana alam lainnya, tidak hanya dalam bentuk lahiriyah sebagaimana anggapan di atas. Ada sebab terpenting yang ternyata belum dipahami kebanyakan orang. Sebab itu adalah maksiat. Perbuatan maksiat dan kedurhakaan kepada Sang Pencipta, merupakan sebab terbesar Allah mendatangkan bencana alam. Dosa dan maksiat adalah sebab terbesar Allah mendatangkan banjir. Itulah tafsir yang dipahami oleh para sahabat ulama masa silam terhadap surat Ar-Rum di atas. Berikut diantara tafsir mereka.

At-Thabari menyebutkan ketarangan dari Al-Hasan Al-Bashri ketika menafsirkan ayat ini, “Allah menghancurkan mereka disebabkan dosa mereka, berupa kerusakan di daratan maupun dilautan, disebabkan perbuatan buruk mereka..” (Tafsir At-Thabari, 20/108). Jika kita cermati kata mereka ini siapa tentu banyak tafsirnya. Bisa kita perorangan yang gemar melakukan maksiat. Bisa juga kelompok atau sekelompok orang. Bisa juga pemimpin entah itu pemimpin dalam keluarga, desa, kota negara hingga bangsa ini.

Dalam konteks yang lebih besar korupsi, penistaan agama, ketidak adilan hukum, zina yang merajalela, minuman keras, adalah bentuk-bentuk kedurhakaan umat yang bisa mengundang murka sang pencipta. Kerusakan pada skala massif bisa disebabkan oleh pemimpin yang tidak adil.  Berbagai peristiwa di tanah air makin membuat kita mengurut dada akhir-akhir ini.

Kita tentu tidak ingin musibah banjir ini jadi musibah tiap tahun. Setelah memahami hal ini, dan dengan adanya musibah banjir, selayaknya kita berusaha untuk semakin dekat dengan Allah. Memohon ampunan kepada-Nya seraya berharap agar Dia segera melepaskan kita dari musibah ini.***

Helfizon Assyafei, Wartawan Riau Pos

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERMASUK SEORANG PENDETA DI BRAZIL
Disiksa, Diikat, Ditikam dan Ditembak, 9 Tewas
Senin, 24 April 2017 - 13:06 wib
KRISIS KOREA MEMANAS
Korut: Cukup Satu Serangan, Kapal Induk AS Karam
Senin, 24 April 2017 - 13:02 wib
RIAU
15 Hot Spot Terpantau Satelit
Senin, 24 April 2017 - 11:21 wib
PROVINSI RIAU
Tambah Libur, Pemotongan Tunjangan Menanti
Senin, 24 April 2017 - 11:18 wib
Dinilai Berhasil Membangun Siak
Syamsuar Bangsawan Keraton Solo
Senin, 24 April 2017 - 11:16 wib
Air Bersih Puskesmas Air Tiris Dikeluhkan
KAB KAMPAR
Air Bersih Puskesmas Air Tiris Dikeluhkan
Senin, 24 April 2017 - 11:11 wib
Wonderful Indonesia
Kota Batu Malang Gencarkan Promosi Pariwisata ke Luar Kota
Senin, 24 April 2017 - 10:37 wib
Festival (SMF) III 2017
Giliran Pulau Weh Memukau Yachtist Hari Kedua Sabang Marine Festival 2017
Senin, 24 April 2017 - 10:00 wib
KAB INDRAGIRI HILIR
Wanita Berperan dalam Pembangunan
Senin, 24 April 2017 - 09:56 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
 Anak-anak Itu Tersedak, Lalu Pingsan, Mulutnya Berbusa...
Dulu Dipandang Sebelah Mata

Minggu, 26 Maret 2017 - 10:54 WIB

Pantai Steril Dua Jam Sebelum Raja Salman Mandi

Jumat, 10 Maret 2017 - 10:58 WIB

Tinggalkan Rumah Indah Mertua, Boyong Keluarga Kecil ke Rumah Sederhana
Dor..Dor..! Pistol Menyalak di Hutan Giam Siak

Selasa, 28 Februari 2017 - 16:17 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us