Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
MASIH BELUM TERTANGKAP HINGGA SAAT INI
Perburuan terhadap Pelaku Penggelapan Distribusi Cabai Terus Dilakukan
Jumat, 03 Maret 2017 - 18:21 WIB > Dibaca 404 kali Print | Komentar
Perburuan terhadap Pelaku Penggelapan Distribusi Cabai Terus Dilakukan
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pengepul cabai rawit merah yang kedapatan mengalihkan distribusi cabai dari petani ke perusahaan, SJN dan SNO, kini harus mendekam di penjara. Mereka tertangkap pada 1 Februari 2017 lalu.

Kasubdit Industri dan Perdagangan (Indag) Dirtipideksus Bareskrim Polri, Kombes Hengki Hariyadi mengatakan, apa yang dilakukan pelaku hanya pintu masuk atas kasus monopoli dan persaingan usaha tidak sehat serta tindak pidana perdagangan. Diperkirakan, dari hasil pemeriksaan sementara, masih ada tersangka lain dalam kasus itu.

"Ini pintu masuk atau entry point. Yang kami analiasis ada lebih dari dua tersangka," katanya di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (3/3/2017).

Hingga saat ini, kata dia, mereka terus melakukan penyidikan berkesinambungan. Dia menyebut, bahkan, tak menutup kemungkinan keduanya bisa juga dijerat dengan undang-undang lain atas perbuatannya itu, selain UU RI No.5 Tahun 1999 tentang Larangan Monopoli dan Persaingan usaha tidak sehat dan UU RI No.7 Tahun 2014 tentang perdagangan yang kini dikenakan pada pelaku. "Kita baru tentukan dua tersangka, kurang lebih sembilan (tersangka), termasuk yang di bawahnya, ini pengepul yang bermain," jelasnya.

Di sisi lain, Wakabareskrim Polri, Irjen Antam Novambar mengatakan, selain sanksi kurungan penjara, pelaku nantinya bisa juga dikenakan sanksi lain sesuai dengan sanksi uang tertera dalam undang-undang yang menjerat mereka. "Berdasarkan UU, kalau ada denda ya kena denda," katanya.

Polisi sebelumnya berhasil membongkar praktik curang atas fenomena mahalnya harga cabai rawit merah di pasaran. Dua orang tersangka, SJN dan SNO, selaku pengepul cabai rawit merah ditangkap Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Mabes Polri atas perbuatan curangnya itu di kawasan Jawa Timur. Puluhan ton cabai rawit merah yang harusnya didistribusikan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, malah dijual ke perusahaan-perusahaan dengan harga Rp181.000. (elf)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Melihat Aktivitas Bus Damri
Hari Pertama Satu Penumpang
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:18 wib
KAB INDRAGIRI HULU
Bersama Cegah Karhutla
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:15 wib
KAB INDRAGIRI HULU
12 Perusahaan Belum Tergabung dalam FP3I
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:13 wib
HUKUM & KRIMINAL
Sabu Sempat Dibuang ke Saluran Air
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:11 wib
KAB KEPULAUAN MERANTI
Membangun hingga Pelosok Desa Minta Dukungan Masyarakat
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:09 wib
KAB SELATPANJANG
Pencarian Warga Diterkam Buaya Dihentikan
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:03 wib
Jamaah Tertua Usia 85 Tahun
Syamsuar Lepas 252 JCH
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:01 wib
Dinilai Berhasil Tangani Karhutla
Menlu Singapura Apresiasi Riau
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:01 wib
SIAK
Pertama, Siak Terapkan e-Puskesmas
Rabu, 26 Juli 2017 - 11:59 wib
MANDAU
Paten on The Road Inovasi Sungai Mandau
Rabu, 26 Juli 2017 - 11:57 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Sabu Sempat Dibuang ke Saluran Air

Rabu, 26 Juli 2017 - 12:11 WIB

7 Kedai Kim Teng Tutup

Rabu, 26 Juli 2017 - 12:08 WIB

Warga Singapura Pemilik KTP Aspal Dihukum 1 Tahun
Status Kasus Ahmad Dhani Naik Jadi Penyidikan

Rabu, 26 Juli 2017 - 00:25 WIB

Polisi Belum Pastikan Langsung Periksa atau Tahan Habib Rizieq
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us