Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
MASIH BELUM TERTANGKAP HINGGA SAAT INI
Perburuan terhadap Pelaku Penggelapan Distribusi Cabai Terus Dilakukan
Jumat, 03 Maret 2017 - 18:21 WIB > Dibaca 465 kali Print | Komentar
Perburuan terhadap Pelaku Penggelapan Distribusi Cabai Terus Dilakukan
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pengepul cabai rawit merah yang kedapatan mengalihkan distribusi cabai dari petani ke perusahaan, SJN dan SNO, kini harus mendekam di penjara. Mereka tertangkap pada 1 Februari 2017 lalu.

Kasubdit Industri dan Perdagangan (Indag) Dirtipideksus Bareskrim Polri, Kombes Hengki Hariyadi mengatakan, apa yang dilakukan pelaku hanya pintu masuk atas kasus monopoli dan persaingan usaha tidak sehat serta tindak pidana perdagangan. Diperkirakan, dari hasil pemeriksaan sementara, masih ada tersangka lain dalam kasus itu.

"Ini pintu masuk atau entry point. Yang kami analiasis ada lebih dari dua tersangka," katanya di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (3/3/2017).

Hingga saat ini, kata dia, mereka terus melakukan penyidikan berkesinambungan. Dia menyebut, bahkan, tak menutup kemungkinan keduanya bisa juga dijerat dengan undang-undang lain atas perbuatannya itu, selain UU RI No.5 Tahun 1999 tentang Larangan Monopoli dan Persaingan usaha tidak sehat dan UU RI No.7 Tahun 2014 tentang perdagangan yang kini dikenakan pada pelaku. "Kita baru tentukan dua tersangka, kurang lebih sembilan (tersangka), termasuk yang di bawahnya, ini pengepul yang bermain," jelasnya.

Di sisi lain, Wakabareskrim Polri, Irjen Antam Novambar mengatakan, selain sanksi kurungan penjara, pelaku nantinya bisa juga dikenakan sanksi lain sesuai dengan sanksi uang tertera dalam undang-undang yang menjerat mereka. "Berdasarkan UU, kalau ada denda ya kena denda," katanya.

Polisi sebelumnya berhasil membongkar praktik curang atas fenomena mahalnya harga cabai rawit merah di pasaran. Dua orang tersangka, SJN dan SNO, selaku pengepul cabai rawit merah ditangkap Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Mabes Polri atas perbuatan curangnya itu di kawasan Jawa Timur. Puluhan ton cabai rawit merah yang harusnya didistribusikan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, malah dijual ke perusahaan-perusahaan dengan harga Rp181.000. (elf)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
JAUH MELEBIHI TARGET
Toyota Expo Sukses Jual 373 Unit
Senin, 20 November 2017 - 01:13 wib
BERITA FOTO
Seventeen Tutup Kemeriahan Toyota Expo
Senin, 19 November 2017 - 21:08 wib
SETYA NOVANTO KECELAKAAN
Karangan Bunga Ini Menggelitik: #savebakpao
Senin, 19 November 2017 - 17:49 wib
DERBI MADRILENO BERAKHIR IMBANG
Madrid Makin Jauh Ditinggalkan Barcelona
Senin, 19 November 2017 - 17:48 wib
ROMA MENANGI DERBY DELLA CAPITALE
Nainggolan Itu Bukan Manusia... Mengapa?
Senin, 19 November 2017 - 17:31 wib

Januari, UMK Rp2,6 Juta Rohil Berlaku
Senin, 19 November 2017 - 14:05 wib
Kabupaten Kuansing
Waspadai Aliran Sesat
Senin, 19 November 2017 - 13:59 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Politikus Golkar Ini Sebut Setnov Sebenarnya Sudah Siap Ditahan, tapi...
Ketika Citra NTT dan DPR Tercoreng karena Sikap Setya Novanto
Sopir Setya Novanto Resmi Dibebaskan, tapi...

Sabtu, 18 November 2017 - 17:50 WIB

Pengamat: Setnov Cuma Benjol, Tak Perlu Dibawa ke Singapura
Kader Muda Golkar Sebut Setnov Dapat Sanksi Sosial dari Masyarakat
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini
 Toyota Expo Sukses Jual 373 Unit