Wonderful Indonesia
JEJAK-JEJAK ILLEGAL LOGGING DI RIAU
Dor..Dor..! Pistol Menyalak di Hutan Giam Siak
Selasa, 28 Februari 2017 - 16:17 WIB > Dibaca 3460 kali Print | Komentar
Dor..Dor..! Pistol Menyalak di Hutan Giam Siak
Seperti inilah aksi Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Rasio Ridho Sani dan Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara saat berada di lokasi tindak pidana illegal logging.(Foto Afni Zulkifli/JPNN.com)
Menempuh rute melelahkan menyusuri kanal  berliku di tengah hutan hampir tiga jam menggunakan sampan, lalu saat turun mendapati tumpukan balok kayu yang sudah dipotong, membuat emosi aparat ini tersulut. Keduanya pun merogoh senjata api yang dibawanya...

Laporan: AFNI ZULKIFLI, Giam Siak

YA, dua orang penegak hukum itu pun masing-masing mengeluarkan senjata apinya. Pistol dengan peluru yang masih penuh dikokang. Tak lama kemudian, keheningan hutan yang tak berpenghuni itupun pecah dengan suara tembakan. Dor! Dor! Dor! dua pistol menyalak di Giam Siak.

Memang tidak gampang untuk sampai di lokasi tumpukan balok kayu itu. Sebelumnya, helikopter yang membawa Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Rasio Ridho Sani dan Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara, harus mendarat di kawasan cagar biosfer Giam Siak, Bengkalis, Riau, sekitar pukul 10.43 Wib, Senin (27/2/2017).

Begitu menjejakkan kaki, Kapolda dan Dirjen Gakkum yang akrab disapa Roy, langsung menghampiri tim yang dua hari sebelumnya sudah diterjunkan ke lokasi, untuk memburu pelaku illegal logging.

Satu tersangka berhasil diamankan atas nama Mirin (34). Ia tertangkap setelah sempat diberi tembakan peringatan oleh tim gabungan Polhut dan Polda Riau.

Mirin mengaku melakukan perambahan liar bersama teman sekampungnya bernama Suwondo, Tasno dan Eliman. Mereka sudah satu minggu beraktivitas di dalam hutan. Cukong mereka bernama Gendut dan Sitohang. Sebelum berangkat ke hutan, ia diberi uang Rp1,5 juta.

Di dalam hutan, mereka hanya memilih kayu jenis Meranti, dengan diameter yang sudah besar. Untuk jasa potong, Mirin mengaku dibayar Rp 600 ribu per ton.

’’Suara-suara mesin senso banyak di dalam. Tidak hanya kelompok kami,’’ kata Mirin.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIDUGA BERUNSUR PORNOGRAFI
Sikapi Kasus Nikahsirri.com, Ini Imbauan Kementerian Agama
Selasa, 26 September 2017 - 16:15 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Bupati Pantau Pelaksanaan Pembangunan di Pulau Burung
Selasa, 26 September 2017 - 14:17 wib
Yahya Muhaimin
Top Score Asean Paragames Anak Bengkalis
Selasa, 26 September 2017 - 14:15 wib

Ditutup, Ada 1,2 Juta Pelamar CPNS
Selasa, 26 September 2017 - 14:14 wib

Seluruh Partai Politik Mutlak Diverifikasi
Selasa, 26 September 2017 - 13:30 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Setiap Hari dapat Kiriman Air Limbah

Minggu, 10 September 2017 - 13:34 WIB

Nyala Hari Puisi Ini Pun Tak Akan Pernah Padam

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:08 WIB

Filosofi Hidup dalam Permainan Tradisi

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:03 WIB

Oppss! Ini Via Vallen Lho, Bukan Ayu Ting Ting atau Isyana Sarasvati...
Lama Waktu Mengemudi Maksimal Tiga  Jam

Minggu, 11 Juni 2017 - 11:05 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us