Wonderful Indonesia
JEJAK-JEJAK ILLEGAL LOGGING DI RIAU
Dor..Dor..! Pistol Menyalak di Hutan Giam Siak
Selasa, 28 Februari 2017 - 16:17 WIB > Dibaca 1596 kali Print | Komentar
Dor..Dor..! Pistol Menyalak di Hutan Giam Siak
Seperti inilah aksi Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Rasio Ridho Sani dan Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara saat berada di lokasi tindak pidana illegal logging.(Foto Afni Zulkifli/JPNN.com)
Menempuh rute melelahkan menyusuri kanal  berliku di tengah hutan hampir tiga jam menggunakan sampan, lalu saat turun mendapati tumpukan balok kayu yang sudah dipotong, membuat emosi aparat ini tersulut. Keduanya pun merogoh senjata api yang dibawanya...

Laporan: AFNI ZULKIFLI, Giam Siak

YA, dua orang penegak hukum itu pun masing-masing mengeluarkan senjata apinya. Pistol dengan peluru yang masih penuh dikokang. Tak lama kemudian, keheningan hutan yang tak berpenghuni itupun pecah dengan suara tembakan. Dor! Dor! Dor! dua pistol menyalak di Giam Siak.

Memang tidak gampang untuk sampai di lokasi tumpukan balok kayu itu. Sebelumnya, helikopter yang membawa Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Rasio Ridho Sani dan Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara, harus mendarat di kawasan cagar biosfer Giam Siak, Bengkalis, Riau, sekitar pukul 10.43 Wib, Senin (27/2/2017).

Begitu menjejakkan kaki, Kapolda dan Dirjen Gakkum yang akrab disapa Roy, langsung menghampiri tim yang dua hari sebelumnya sudah diterjunkan ke lokasi, untuk memburu pelaku illegal logging.

Satu tersangka berhasil diamankan atas nama Mirin (34). Ia tertangkap setelah sempat diberi tembakan peringatan oleh tim gabungan Polhut dan Polda Riau.

Mirin mengaku melakukan perambahan liar bersama teman sekampungnya bernama Suwondo, Tasno dan Eliman. Mereka sudah satu minggu beraktivitas di dalam hutan. Cukong mereka bernama Gendut dan Sitohang. Sebelum berangkat ke hutan, ia diberi uang Rp1,5 juta.

Di dalam hutan, mereka hanya memilih kayu jenis Meranti, dengan diameter yang sudah besar. Untuk jasa potong, Mirin mengaku dibayar Rp 600 ribu per ton.

’’Suara-suara mesin senso banyak di dalam. Tidak hanya kelompok kami,’’ kata Mirin.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERMASUK SEORANG PENDETA DI BRAZIL
Disiksa, Diikat, Ditikam dan Ditembak, 9 Tewas
Senin, 24 April 2017 - 13:06 wib
KRISIS KOREA MEMANAS
Korut: Cukup Satu Serangan, Kapal Induk AS Karam
Senin, 24 April 2017 - 13:02 wib
RIAU
15 Hot Spot Terpantau Satelit
Senin, 24 April 2017 - 11:21 wib
PROVINSI RIAU
Tambah Libur, Pemotongan Tunjangan Menanti
Senin, 24 April 2017 - 11:18 wib
Dinilai Berhasil Membangun Siak
Syamsuar Bangsawan Keraton Solo
Senin, 24 April 2017 - 11:16 wib
Air Bersih Puskesmas Air Tiris Dikeluhkan
KAB KAMPAR
Air Bersih Puskesmas Air Tiris Dikeluhkan
Senin, 24 April 2017 - 11:11 wib
Wonderful Indonesia
Kota Batu Malang Gencarkan Promosi Pariwisata ke Luar Kota
Senin, 24 April 2017 - 10:37 wib
Festival (SMF) III 2017
Giliran Pulau Weh Memukau Yachtist Hari Kedua Sabang Marine Festival 2017
Senin, 24 April 2017 - 10:00 wib
KAB INDRAGIRI HILIR
Wanita Berperan dalam Pembangunan
Senin, 24 April 2017 - 09:56 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
 Anak-anak Itu Tersedak, Lalu Pingsan, Mulutnya Berbusa...
Dulu Dipandang Sebelah Mata

Minggu, 26 Maret 2017 - 10:54 WIB

Pantai Steril Dua Jam Sebelum Raja Salman Mandi

Jumat, 10 Maret 2017 - 10:58 WIB

Tinggalkan Rumah Indah Mertua, Boyong Keluarga Kecil ke Rumah Sederhana
Air Sebagai Pertanda

Minggu, 05 Maret 2017 - 13:59 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us