Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
Soal Transfer Duit YKUS Bachtiar Nasir ke Turki, Ternyata Sebenarnya...
Jumat, 24 Februari 2017 - 19:23 WIB > Dibaca 1869 kali Print | Komentar
Soal Transfer Duit YKUS Bachtiar Nasir ke Turki, Ternyata Sebenarnya...
Bachtiar Nasir. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Aliran dana Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) ke Turki hingga saat ini masih dalam pengusutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Polisi bahkan mengaku sudah memegang bukti transfer yang diduga melibatkan ketua GNPF Ustaz Bachtiar Nasir (UBN). Menurut Kuasa hukum UBN, Kapitra Ampera, kepanikan Kapolri itu berlebihan.

Sebab, transfer itu tak terkait tindak pidana. "Ya ada aliran dana ke Turki. Nah makanya saya ingin luruskan, karena informasi yang didapat Pak Tito kurang akurat," katanya, seperti dikutip dari JPNN, Jumat (24/2/2017).

Di sisi lain, dia menyebut bahwa aliran uang dari YKUS ke Turki ditujukan ke sebuah yayasan bernama IHH Humanitarian Relief Foundation. Uang tersebut dikirim oleh Islahuddin Akbar, pegawai bank yang telah menjadi tersangka kasus dugaan TPPU. "Uangnya memang dari yayasan tapi dikirim melalui rekening Islahuddin. Uang tersebut berasal dari yayasan untuk disumbangkan ke yayasan IHH, NGO yang bergerak di bidang kemanusiaan untuk Suriah," tuturnya.

Di samping itu, pria yang juga pengacara Islahuddin ini menegaskan bahwa transfer ke IHH tersebut dilakukan pada Juni 2016. Artinya aliran dana tersebut jauh sebelum dibentuknya GNPF dan aksi 411 pada November serta 212 di bulan Desember. "Itu udah lama sekali, sekitar bulan Juni. GNPF-MUI itu baru ada bulan Oktober. Sementara donasi aksi GNPF baru muncul awal November. Jadi, gak ada hubungan dengan UBN. UBN tidak pernah kirim uang ke Turki," jelasnya.

Karena itu, dia menyayangkan pernyataan Kapolri di hadapan anggota Komisi III DPR kemarin (23/2/2017) yang menyebutkan bahwa UBN terlibat dalam aliran dana ke Turki. "Jadi, sumbangannya berasal dari rekening pribadi Islahudin dan uangnya murni dari pengurus YKUS. Jadi saya sangat menyayangkan bahwa itu dikaitkan dengan UBN," tandasnya. (mg5)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
POLEMIK DENGAN PKS
Dipecat Lewat Selembar Surat, Begini Komentar Fahri Hamzah
Selasa, 12 Desember 2017 - 17:05 wib
TERKAIT PEMBERANTASAN KORUPSI
Aturan Tumpang Tindih, Kemenkumham Minta KPK Ikuti UNCAC
Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 wib
WACANA PDI P
Pimpinan DPR Tidak Akan Dikocok Ulang, Ini Alasannya
Selasa, 12 Desember 2017 - 16:45 wib

Duta Besar Kanada Berkunjung ke PCR untuk Program PEDP
Selasa, 12 Desember 2017 - 16:43 wib
TAJAM DI LIVERPOOL
Pemain Terbaik Afrika 2017? Mohamed Salah!
Selasa, 12 Desember 2017 - 16:35 wib
TEMBILAHAN
Bupati Minta Pendamping Desa Serius
Selasa, 12 Desember 2017 - 15:31 wib
TEMBILAHAN
Maksimalkan Sinergi dalam Pembangunan
Selasa, 12 Desember 2017 - 15:29 wib
TEMBILAHAN
Satu Pelaku Penikaman Masih Boron
Selasa, 12 Desember 2017 - 15:27 wib

Peduli Korban Bencana di Jawa, PAMOR Serahkan Bantuan
Selasa, 12 Desember 2017 - 13:25 wib
Rencanakan Beraksi Akhir Tahun
Jadikan Polisi Target, Empat Terduga Teroris Diamankan
Selasa, 12 Desember 2017 - 13:17 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Aturan Tumpang Tindih, Kemenkumham Minta KPK Ikuti UNCAC

Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Gugatan PT RAPP pada Kementerian LHK Mulai Disidangkan

Selasa, 12 Desember 2017 - 02:58 WIB

Saksi Ahli Sebut Hak Novanto Dirampas, KPK: Kami Terkejut
Sambangi KPK Terkait Kasus Novanto, Ini Komentar Eks Wartawan Metro TV
Kasus Korupsi Jerat 313 Kepala Daerah dalam 13 Tahun Terakhir
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us