Wonderful Indonesia
TERKAIT STATUS TERDAKWA
Kata Fahri, Secara Etis Ahok Seharusnya Berhenti
Jumat, 17 Februari 2017 - 20:15 WIB > Dibaca 523 kali Print | Komentar
Kata Fahri, Secara Etis Ahok Seharusnya Berhenti
Ahok. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat akan bertarung dengan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Akan tetapi, perdebatan penonaktifan atau tidaknya Ahok yang sudah berstatus terdakwa masih bergulir.

Dikhawatirkan Ahok yang kini aktif lagi menjadi gubernur, menggunakan fasilitas negara untuk meraih dukungan. Menurut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, jika Ahok punya etika, harusnya dia berhenti sebagai gubernur DKI Jakarta karena sudah berstatus terdakwa.

Fahri memandang, secara hukum Ahok seharusnya sudah dinonaktifkan sebagai gubernur. "Karena Undang-undang mengatur demikian. Sebenarnya, kalau Ahok punya etika, secara etis dia harus berhenti," ujarnya di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Selain diberhentikan sementara, katanya lagi, Ahok juga seharusnya tidak menggunakan fasilitas negara. Fahri menduga, sekarang, Ahok sudah mengkondisikan camat, lurah yang punya akses ke RT maupun RW. Bahkan, setiap hari Ahok ngantor di Balai Kota dengan pengawalan aparatur negara, pakai mobil, ajudan, staf dari negara.

"Itu tidak fair bagi satu kompetisi dan tidak baik bagi dia juga karena dia dalam status sebagai terdakwa," sebutnya.

Dia menuturkan, harusnya semua itu Ahok lepas supaya pertandingan ini menjadi fair. Selain itu juga agar menjadi etis bagi Ahok sebagai seorang terdakwa untuk tidak memegang jabatan pemerintahan yang strategis. "DPRD (DKI Jakarta) juga sudah boikot, DPR ada (proses pengusulan) angket. Seharusnya dia (Ahok) sadari sebagai suatu persoalan etika di tingkat dia," tuturnya.

Proses usulan hak angket, imbuhnya, sudah sampai di tingkat rapat pimpinan. Dia menyebut, rapat pimpinan sudah menyetujui usulan dibawa ke badan musyawarah (bamus) DPR. Dikatakannya, jika tidak ada halangan maka Senin 20 Februari atau Selasa 21 Februari bamus akan membahas tindaklanjut usulan itu untuk dijadwalkan dibacakan di paripurna. (boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
USAI LAKUKAN PENYIDIKAN
Polisi Sudah Kantongi Identitas 2 Pelaku Pengeboman Kampung Melayu
Jumat, 25 Mei 2017 - 21:00 wib
DINILAI SEBAGAI BENTUK KRIMINALISASI
Alumni 212 Desak Pemerintah Bebaskan Al Khaththath
Jumat, 25 Mei 2017 - 20:42 wib
MENCAPAI Rp119 M
Tak Hanya Messi, Ronaldo Juga Tersandung Kasus Pajak
Jumat, 25 Mei 2017 - 20:37 wib
SEBAGAI BENTUK BELASUNGKAWA
Datangi Lokasi Ledakan Bom Kampung Melayu, Relawan Jokowi Tabur Bunga
Jumat, 25 Mei 2017 - 20:35 wib
TEWASKAN LIMA ORANG
Alasan Terjadinya Teror Kampung Melayu versi Kapolda Metro
Jumat, 25 Mei 2017 - 20:30 wib
PASCA-TEROR KAMPUNG MELAYU
Sambangi Kediaman Solihin, Densus Ambil DNA Orangtua
Jumat, 25 Mei 2017 - 20:22 wib
Kepala Desa Mengeluh Pembangunan Desa
Septina Komit Sediakan Anggaran Rp1 Triliun untuk Desa
Jumat, 25 Mei 2017 - 20:04 wib
KUNJUNGI EMPAT KORBAN LUKA
Kemarahan Anies terhadap Teror Kampung Melayu
Jumat, 25 Mei 2017 - 19:56 wib
SUDAH BERADA DI RS POLRI
Ini Kata Polisi soal Identitas 2 Pelaku Bom Kampung Melayu
Jumat, 25 Mei 2017 - 19:50 wib
TERHENTI SEBELUM PEREMPATFINAL
Indonesia Gagal di Piala Sudirman, Begini Komentar Susy Susanti
Jumat, 25 Mei 2017 - 19:40 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Alumni 212 Desak Pemerintah Bebaskan Al Khaththath
Septina Komit Sediakan Anggaran Rp1 Triliun untuk Desa
171 Kesbangpol Harus Perkuat Tim Deteksi Dini

Kamis, 25 Mei 2017 - 11:43 WIB

Nama-nama Tim Seleksi Bawaslu Riau Sudah Dipilih

Kamis, 25 Mei 2017 - 11:41 WIB

Akbar Sebut Panglima TNI Layak Maju Cawapres

Kamis, 25 Mei 2017 - 11:39 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini