Wonderful Indonesia
PASCA-KEKALAHAN DI BEKASI
Popularitas Dhani Tak Berefek bagi Masyarakat Pemilih Rasional
Jumat, 17 Februari 2017 - 19:32 WIB > Dibaca 607 kali Print | Komentar
Popularitas Dhani Tak Berefek bagi Masyarakat Pemilih Rasional
Ahmad Dhani. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Untuk menjadi kepala daerah, modal dikenal masyarakat sangat penting. Misalnya saja Ahmad Dhani yang selama ini dikenal karena profesinya sebagai musikus. Akan tetapi, mesti diingat bahwa penyebab orang dikenal ada dua jenis.

Apakah karena kebaikan, atau dikenal karena keburukannya. Demikian dikatakan oleh Direktur Eksekutif Vox Populi Center Pangi Syarwi Chaniago. "Kalau dikenal karena prestasinya, okelah. Tapi dikenal saja tidak cukup. Karena dikenal belum tentu disukai," katanya, seperti dikutip dari JPNN, Jumat (17/2/2017).

Kondisi inilah, kata Pangi, kemungkinan yang terjadi terhadap Ahmad Dhani sehingga meski cukup dikenal secara luas, tetapi bersama pasangannya calon Bupati Bekasi Saaduddin, belum mampu meraih kepercayaan mayoritas masyarakat Bekasi. Paling tidak hal tersebut terlihat berdasarkan hasil hitung sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi.

Data formulir C1 dari tempat pemungutan suara (TPS) yang masuk ke laman KPU menyatakan bahwa pasangan Saadddin-Ahmad Dhani hanya mengantongi 200.924 suara atau 24,62 persen. Sementara pasangan petahana yang unggul dari empat pasangan calon lain, Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja, mengantongi 338.260 suara (41.45 persen).

Hasil perhitungan tersebut berdasarkan suara yang sudah masuk dari 2.711 TPS ke laman KPU, Jumat (17/2/2017). Untuk Pilkada Kabupaten Bekasi, tercatat terdapat 3.958 TPS. "Jadi, untuk menjadi pemimpin itu, yang lebih keren setelah dikenal, juga disukai karena pengalaman, kinerja dan prestasinya. Artis belum ada jaminan bisa melayani rakyat," katanya lagi.

Selama ini, imbuhnya, yang terkesan di tengah masyarakat, artis justru dilayani. Bukan melayani kepentingan masyarakat. Karena itu, bagi masyarakat yang merupakan pemilih rasional, selalu terlebih dahulu mencari tahu figur calon pemimpin, sebelum menentukan pilihan. "Enggak ngefek yang namanya popularitas bagi masyarakat pemilih rasional. Bagi masyarakat, yang terpenting itu apakah calon kepala daerah itu bisa bekerja melayani rakyat atau tidak," tutupnya. (gir)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT PRESIDENTIAL THRESHOLD 0 PERSEN
Pantang "Walk Out, Demokrat Siap Voting
Kamis, 20 Juli 2017 - 21:00 wib
PASCA-100 HARI PENYERANGAN
Begini Harapan Istri Novel Terkait Kasus Penyiraman Air Keras
Kamis, 20 Juli 2017 - 20:45 wib
TERBUKTI MELALUKAN KORUPSI
Ratu Atut Divonis 5 Tahun 6 Bulan Terkait Korupsi Alkes
Kamis, 20 Juli 2017 - 20:30 wib
YAKINI MASIH ADA PIHAK LAIN
Fakta Persidangan e-KTP Belum Lengkap, Begini Tanggapan JPU KPK
Kamis, 20 Juli 2017 - 20:15 wib
TERKAIT IDEOLOGI KHILAFAH
MUI Sarankan Pemerintah Bawa Persoalan HTI ke Pengadilan
Kamis, 20 Juli 2017 - 19:52 wib
WASPADAI ADANYA POLITIK UANG
Instruksi SBY soal RUU Pemilu Beredar, Begini Tanggapan Kader Demokrat
Kamis, 20 Juli 2017 - 19:48 wib
PERCAYA DIRI USAI IMBANGI THAILAND
Jumpa Indonesia, Timnas Mongolia Targetkan Poin Penuh
Kamis, 20 Juli 2017 - 19:41 wib
HASIL KORUPSI IRMAN DAN SUGIHARTO
Tiga Anggota DPR Ini Disebut Ikut Nikmati Uang e-KTP
Kamis, 20 Juli 2017 - 19:36 wib
DARI ALASAN KEAMANAN HINGGA KEAGAMAAN
Masih Jadi Polemik, Ini Kata MUI soal Imunisasi
Kamis, 20 Juli 2017 - 19:32 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Julak Aqil Mendaftarkan diri dari penjaringan Partai Nasdem
Presidential Threshold 20 Persen, Gerindra Sebut Pemerintah Otoriter
Instruksi SBY soal RUU Pemilu Beredar, Begini Tanggapan Kader Demokrat
Calon Petahana Wajib Cuti Pilkada

Kamis, 20 Juli 2017 - 12:26 WIB

PPP Buka Penjaringan Balon Gubri

Kamis, 20 Juli 2017 - 12:23 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us