TERKAIT BHINEKA TUNGGAL IKA
Yenny Wahid: Citra Indonesia Berubah sejak Pilkada DKI
17 Februari 2017 - 17:55 WIB > Dibaca 647 kali Print | Komentar
Yenny Wahid: Citra Indonesia Berubah sejak Pilkada DKI
Yenny Wahid. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Semenjak pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta yang mengakibatkan gelombang kaum muslim menolak pencalonan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang berasal dari kalangan minoritas, semboyan Bhineka Tunggal Ika yang merangkul segala perbedaan suku, agama, dan budaya seolah pudar.

Demikian diungkapkan Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid setelah seminar soal Bhineka Tunggal Ika di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok. Menurutnya, dulu Indonesia menjadi inspirasi bagi dunia karena menjadi negara yang bisa mengelola perbedaan dengan baik.

Konsep Bhineka Tunggal Ika menjadi rujukan bagi dunia. “Kok bisa, Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia mampu memberikan ruang bagi minoritas, mampu memberikan ruang bagi perbedaan yang ada di masyarakat kita. Tapi dengan Pilkada DKI ini, perspektif dunia terhadap Indonesia agak berubah. Ini yang saya rasakan,” ujarnya.

Putri Presiden ke-4 Gus Dur ini menyatakan, perubahan itu ditandai dengan persepsi seolah-olah Indonesia menjadi negara yang tidak toleran lagi. “Seolah-olah Indonesia tak toleran lagi, dengan demo yang ada, dengan intimidasi,” tuturnya.

Hasil Pilkada DKI versi hitung cepat kini mengunggulkan Ahok di posisi puncak. Itu artinya, isu agama bukan menjadi isu prioritas. Yenny menilai isu kinerja masih menjadi faktor yang dipertimbangkan orang untuk memilih pemimpinnya. “Jadi, bukan isu primordial lagi. Bukan kesukuan, agama. Tapi kalau punya kinerja bagus, orang bisa memilih berdasarkan isu-isu kinerja tadi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Yenny mendorong berita ini harus bisa sampai ke mata dan telinga masyarakat dunia bahwa isu SARA tidak menjadi isu prioritas dibanding faktor kinerja. Dia menilai, dengan begitu, perspektif global terhadap Indonesia akan membaik. “Berita ini (hasil Pilkada DKI) sampai ke luar negeri dul  bahwa hasil putaran satu mengatakan kinerja itu penting. Kalau berita ini bisa sampai ke luar negeri, maka perspektif akan berubah (positif) lagi,” jelasnya.

Memang, lanjutnya, kelompok minoritas sering dijadikan berbagai faktor isu politik dan berbagai persoalan. Hal ini terjadi di banyak negara bukan hanya di Indoinesia. “Nyatanya di Pilkada DKI kemarin ini, warga Indonesia punya ketahanan. Terbukti isu agama tidak terlalu menjadi isu paling kuat. Ketika dihadapkan pada isu kinerja,” tuntasnya. (cr1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Warga Hibahkan Tanah Kepada TNI AU
Senin, 27 Februari 2017 - 09:09 wib

Belum Ditemukan Liquid Vape Mengandung Narkoba
Senin, 27 Februari 2017 - 09:06 wib
DISKUSI SASTRA
FLP Bedah Luka dan Dendam Megat
Senin, 26 Februari 2017 - 14:16 wib
DISKUSI SASTRA
Cinta dan Perempuan dalam Kelas Menulis IV
Senin, 26 Februari 2017 - 13:20 wib
Perempuan dalam Tubuh Puisi
ESAI SASTRA
Perempuan dalam Tubuh Puisi
Senin, 26 Februari 2017 - 12:02 wib
Mari Berbahasa Ibu
KOLOM ALINEA
Mari Berbahasa Ibu
Senin, 26 Februari 2017 - 11:37 wib
CERPEN IDA FITRI
Sibylla
Senin, 26 Februari 2017 - 11:26 wib
FILM
Menunggu Kelahiran "Mafia, Agaknya Geng!"
Senin, 26 Februari 2017 - 11:01 wib
Ke Toba
PERISA YUSMAR YUSUF
Ke Toba
Senin, 26 Februari 2017 - 10:51 wib
TERKAIT PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN INFORMASI
Oh, Ternyata Ini Maksud Demokrasi Kebablasan Pak Jokowi
Senin, 26 Februari 2017 - 05:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Penyegelan Masjid di Depok Tuai Kecaman Komunitas Ahmadiyah
Perkenalkan, Bayi Aniessandi dari Pasangan Pendukung Anies-Sandi
Lho, Kok Pak Jokowi Jadi Imam Salat, Padahal...

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00 WIB

Satpol PP Segel Masjid Ahmadiyah, Masyarakat Diminta Jaga Keamanan
Fahmi: Ada Campur Tangan Trump dalam Kasus Freeport

Sabtu, 25 Februari 2017 - 18:15 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us