Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS PEMBUNUHAN KIM JONG-NAM
Kemenlu Minta Akses Konsuler Terkait Kasus Siti Aisyah
Jumat, 17 Februari 2017 - 17:28 WIB > Dibaca 325 kali Print | Komentar
Kemenlu Minta Akses Konsuler Terkait Kasus Siti Aisyah
Paspor Siti Aisyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Terkait kasus Siti Aisyah yang diduga membunuh kakak beda ibu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yakni Kim Jong-nam, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berharap agar pemerintah Malaysia membuka selebarnya akses terhadap pemerintah Indonesia. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Abdurraman M. Fachir, saat ini langkah terpenting pemerintah adalah memberikan pendampingan.

Termasuk memberikan bantuan hukum terhadap Siti Aisyah. "Kami meminta yang paling pertama adalah akses konsuler kepada warga kami itu yang paling penting," katanya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Pemerintah Malaysia, kata dia lagi, tidak boleh menutup akses kepada pemerintah Indonesia. Pasalnya, jika menyangkut permasalah WNI di luar negeri, pemerintah setempat harus membuka ruang selebar-lebarnya. "Karena memang menyangkut warga negara kami. Sebab seorang warga negara asing terkena kasus hukum maka kewajiban negara penerima menyampaikan kepada perwakilan," tegasnya.

Kim Jong-nam sebelumnya tewas dalam perjalanan dari bandara internasional Kuala Lumpur saat menuju rumah sakit. Kejadian itu pada saat Jong-nam sedang menunggu penerbangan ke Makau.

Ia tiba-tiba disergap dari belakang oleh seorang wanita, dan satu orang lagi yang diduga Siti Aisyah menyemprotkan cairan ke wajah Jong-nam. Kematian Jong-nam, yang akhirnya diketahui publik sebagai kakak beda ibu Kim Jong-un setelah disebarluaskan oleh pemerintah Malaysia pada Selasa, 14 Februari 2017. Rekaman CCTV bandara yang beredar luas di sejumlah media Malaysia memperlihatkan, dua perempuan yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terlihat keluar bandara dan pergi menggunakan taksi.(cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
GELAR PENYAMPAIAN ASPIRASI
PP Muhammadiyah Tak Ingin KPK Dilemahkan dengan Rencana Revisi UU
Jumat, 24 Maret 2017 - 20:32 wib
PILGUB DKI 2017
Tak Pakai Peci di Surat Suara Baru, Ahok Kemukakan Alasan Ini
Jumat, 24 Maret 2017 - 20:27 wib
DIDUGA DICURI OLEH OKNUM PEGAWAI
MK Diminta Lakukan Investigasi Terkait Hilangnya Berkas Pilkada
Jumat, 24 Maret 2017 - 20:23 wib
TERUS DALAMI BUKTI
KPK Isyaratkan Tetapkan Tersangka Baru Kasus E-KTP
Jumat, 24 Maret 2017 - 20:16 wib
PILGUB DKI 2017
Ahok Bantah Tudingan Anies Terkait Program OK OTrip
Jumat, 24 Maret 2017 - 20:12 wib
DIPERINTAHKAN OLEH SEORANG KASUBAG
Inilah Kronologis Pencurian Berkas Perkara Pilkada oleh Sekuriti MK
Jumat, 24 Maret 2017 - 20:03 wib
JIKA SETYA NOVANTO TERSANGKA
Dampak Kasus E-KTP, Golkar Harus Segera Adakan Munaslub
Jumat, 24 Maret 2017 - 19:52 wib
DISEBUT-SEBUT DIAMANKAN OLEH BNN
Adik Mendiang Olga Syahputra Bantah Tertangkap karena Kasus Narkoba
Jumat, 24 Maret 2017 - 19:47 wib
PILGUB DKI 2017
Guru Honorer Dapat Undangan dari Timses Ahok-Djarot, Ini Isinya
Jumat, 24 Maret 2017 - 19:43 wib
LIBATKAN EMPAT PETUGAS
Kasus Pencurian Berkas MK Ternyata Tak Hanya Menimpa Pilkada Dogiyai
Jumat, 24 Maret 2017 - 19:40 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
PP Muhammadiyah Tak Ingin KPK Dilemahkan dengan Rencana Revisi UU
MK Diminta Lakukan Investigasi Terkait Hilangnya Berkas Pilkada
KPK Isyaratkan Tetapkan Tersangka Baru Kasus E-KTP

Jumat, 24 Maret 2017 - 20:16 WIB

Inilah Kronologis Pencurian Berkas Perkara Pilkada oleh Sekuriti MK
Dampak Kasus E-KTP, Golkar Harus Segera Adakan Munaslub
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us