Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS PEMBUNUHAN KIM JONG-NAM
Kemenlu Minta Akses Konsuler Terkait Kasus Siti Aisyah
Jumat, 17 Februari 2017 - 17:28 WIB > Dibaca 568 kali Print | Komentar
Kemenlu Minta Akses Konsuler Terkait Kasus Siti Aisyah
Paspor Siti Aisyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Terkait kasus Siti Aisyah yang diduga membunuh kakak beda ibu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yakni Kim Jong-nam, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berharap agar pemerintah Malaysia membuka selebarnya akses terhadap pemerintah Indonesia. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Abdurraman M. Fachir, saat ini langkah terpenting pemerintah adalah memberikan pendampingan.

Termasuk memberikan bantuan hukum terhadap Siti Aisyah. "Kami meminta yang paling pertama adalah akses konsuler kepada warga kami itu yang paling penting," katanya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Pemerintah Malaysia, kata dia lagi, tidak boleh menutup akses kepada pemerintah Indonesia. Pasalnya, jika menyangkut permasalah WNI di luar negeri, pemerintah setempat harus membuka ruang selebar-lebarnya. "Karena memang menyangkut warga negara kami. Sebab seorang warga negara asing terkena kasus hukum maka kewajiban negara penerima menyampaikan kepada perwakilan," tegasnya.

Kim Jong-nam sebelumnya tewas dalam perjalanan dari bandara internasional Kuala Lumpur saat menuju rumah sakit. Kejadian itu pada saat Jong-nam sedang menunggu penerbangan ke Makau.

Ia tiba-tiba disergap dari belakang oleh seorang wanita, dan satu orang lagi yang diduga Siti Aisyah menyemprotkan cairan ke wajah Jong-nam. Kematian Jong-nam, yang akhirnya diketahui publik sebagai kakak beda ibu Kim Jong-un setelah disebarluaskan oleh pemerintah Malaysia pada Selasa, 14 Februari 2017. Rekaman CCTV bandara yang beredar luas di sejumlah media Malaysia memperlihatkan, dua perempuan yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terlihat keluar bandara dan pergi menggunakan taksi.(cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

APBD Rohul 2018 Dibatalkan
Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:27 wib

Enam Perenang Ikuti Pembinaan di Bali
Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:22 wib
Pencuri Motor dan Penadah Diringkus

Pencuri Motor dan Penadah Diringkus
Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:18 wib

BPBD Riau Terbaik Tiga di Wilayah III
Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:13 wib
BULAN MEI 2018
Amerika Serikat Tetap Ngotot Buka Kedutaan di Yerusalem
Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:08 wib
Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak

Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:53 wib
PERSOALAN HARTA WARISAN
Nenek Ini Sedih karena Digugat Empat Anaknya Rp1,6 M
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:47 wib
KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet

KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:46 wib
Promo Besar-besaran

Promo Besar-besaran
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:34 wib

Pipa PDAM Bocor di Jalan M Yatim
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Nyanyian Nazaruddin Harus Dibuktikan Secara Hukum

Jumat, 23 Februari 2018 - 19:12 WIB

Besok, Dugaan Kelalaian KPU Diputuskan

Jumat, 23 Februari 2018 - 11:42 WIB

Mengejutkan! Kasus e-KTP, Novanto Ternyata Dapat Jatah USD 1,8 Juta
Kasus Novel Akan Dituntaskan Kapolda Metro, Janji?

Kamis, 22 Februari 2018 - 20:30 WIB

Hati-hati! Jangan Sampai Ada yang Numpang Tenar karena Kepulangan Novel
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us